Rabu, 29 Juli 2015

Mengapa

Tuhan, kalau aku boleh menukarkan jiwaku dengan
sesuatu, aku hanya meminta 3 hal saja:
otak yang jenius,
yang lebih cepat paham dalam menangkap pelajaran/
informasi terbaru, atau
aku boleh punya kekuatan teleportasi sehingga aku bisa
berada dimanapun kapanpun dimanapun, menentang segala
bentuk dimensi waktu dan tempat,
tidak peduli terhadap masa dan rentang,
mengalahkan kecepatan cahaya sekalipun,
agar aku bisa cepat berada bersama keluargaku, atau

ini yang terpenting,
semua anggota keluargaku sehat2 selalu dan selalu
bahagia. Jangan buat mereka bersedih hati lagi,
terlebih Bapak dan Mamak.

Rabu, 15 Juli 2015

Berpikir 003

Hi, blog.
Nice to visit you again :)
Sorry, akhir2 gue emang lagi males banget ngunjungin
elo. Tapi bukan berarti gue melupakan elo.
Elo mengerti dan memaklumi karakter gue kan?

Blog, akhir2 ini, gue lagi hobi banget ngebrowsing
mbah gugel tentang Kristenisasi di negara-negara
tertentu.
Ya, for example: Christianity in Japan, in Thailand,
in Iran, in Saudi Arabia, dll. Yaa, pokoknya di negara2 yg
mayoritasnya bukan Kristen, mayoritasnya bisa
dikategorikan negara ateis, kategori negara yg jarang
dibahas sisi misionarisnya.

Bukan berarti gue jadi Kristen yang tiba2 dapet ilham
gmna, yang jadi sok suci gimana.
Ini semua berawal dari kekecewaan gue terhadap beberapa
kebiasaan orang yang menggunakan atribut agama (dlm kasus
gue karena gue sering banget liat orang pake kalung salib
just for fashion statement) yang sangat-sangat membuat
mata gue sakit.

Gue mengakui gue bukan pengikut Kristus yang baik.
Gue mengakui gue bukan orang Kristen yang sempurna.
Siapalah gue? Gue aja kalo lagi males gereja, gue ga akan
gereja.
Tapi entah mengapa, gue merasa seperti harus melindungi
Tuhan....dengan prinsip yang gue tau.
Gue merasa ga nyaman orang menyalahgunakan atribut agama.
Mereka tau atau tidak tahu, sebenarnya bukan urusan gue, tapi
ya itu...gue merasa seperti harus melindungi Tuhan.

Terkadang gue sendiri, tidak ingin meninggalkan Tuhan Yesus.
Bukan karena aku takut keluargaku, atau takut karena gosip
orang2 sekitarku.

Sama sekali bukan.
Tapi karena, aku ga mau dan ga mungkin meninggalkan Tuhan Yesus.
Aku terlalu banyak berutang budi pada Tuhan Yesus, untuk
semua yang sudah Dia berikan.
Aku harus loyal terhadap segala sesuatu yang aku simpan di
otakku.

Tapi terkadang juga,aku ingin meninggalkanNya karena aku takut.
Aku takut membuat Tuhan Yesus malu.
Aku sering tidak bertindak, berkelakuan, berkata2, berpikir
selayaknya pengikut Tuhan Yesus, dan aku takut orang2 jadi
menghina Kristus karena..aku.