Hi, blog.
Selamat pagi, blog.
Ntah mengapa, ketika aku mau mengetik 'Selamat pagi,blog.." yg
selalu tertulis adalah "Selamat pagi, dunia.."
Twice.
Hahaha
Pagi ini, aku mau cerita lagi ke lo blog :)
Coba tebak, aku denger lagu apa sekarang?
Hahhaa, salah!
Orang aku denger lagu di radio aja kok hahaha
Ketika aku lagi ngetik dibatas ini, radionya masih muterin lagu
Taylor Swift yang Bad Blood.
Tapi yaaa...seperti lo tau kebiasaanku,
*bunyi cetak-cetek-cetak-cetek*, gonta ganti radio station mulu...
Hahaha.
Blog, aku mau cerita.
Semalam, aku mimpi.
Kemarinnya juga aku mimpi. Cuman ya itu, aku lupa mau nyeritainnya
ke elo, jadinya aku lupa. Maaf.
Jadi, mimpiku yang semalam, apa yaaa...seingetku aku ngeliat bulan.
Beneran.
Maaf ya kalo nanti ceritaku terdengar 'meloncat-loncat' karena
aku juga lup-ing a.k.a lupa-lupa-ingat :)
Jadi pokoknya, aku ngeliat ada bulan.
Bulannya penuh, alias bulan purnama. Tapi entah mengapa, tingginya
rendah. Kenapa aku bisa nyimpulin rendah? Karena didalam mimpi itu,
aku merasa memang jaraknya itu rendah di mataku, dan emang deket
dengan salah satu rooftop gedung.
Serius, penglihatan dimimpiku seperti itu.
Jadi, bulannya itu selain posisinya rendah, kondisinya juga lagi
langitnya terang.
Sekarang selagi menulis ini, aku jadi bingung, apa ini mimpi
ato bukan.
Karena memang kemarin, aku ngeliat bulan 6/8 di langit.
Belum penuh.
Dan apa ya, apa aktivitasku kemarin jd kebawa mimpi?
Tapi kan seharusnya aktivitas yang 'membekas'lah yang bisa kebawa
mimpi, padahal aktivitasku kemarin biasa aja.
Jadi, aktivitasku kemarin aku mau berangkat dengan seorang juniorku, namanya Devy. Tapi seingatku
pake motor, kita berangkat pas maghrib, sekitar jam 17.00
udah mau deket berbuka puasa. Dan seingatku juga, aku ga liat bulan
saat itu.....apa aku liat yaaaa tapi aku lupa~~
Dan dimimpiku, ya aku rasa didalam mimpiku itu, aku sedang berada
diatas motor, rencanya memang mau pergi ke sesuatu tempat, dengan
seseorang dan seseorang itu aku rasa juga juniorku itu, tapi
disaat itu, aku ngeliat bulan yang aku tuliskan di paragraf awal
tadi. Dan disitu aku kesenengan, aku nunjukkin bulan itu ke
juniorku itu dan berkata 'Wah, ada bulannya. Cepet banget.."
Yah seingatku, didalam mimpiku itu aku ada ngomong itu....ato...
Haahah, aku lupa...aku lupa...
OK, balik lagi. Jadi pokoknya gitulah salah satu scene di mimpiku
itu.
Terus entah kenapa, muncul wajah2 lain didalam mimpiku.
Di dalam mimpiku, aku melihat wajah sepupuku si Maretha, wajah
Tulang Ricardo Pasaribu dan Nantulang itu juga (dalam mimpiku, aku
bahkan datang kerumahnya, dan didalam mimpiku itu rumah mereka yg
aku datangi bukan seperti itu rumahnya aslinya).
Pokoknya dalam mimpiku, aku sempet kesel dengan Maretha ini
karena salah satu perkataanya yang didalam pemikiranku saat itu
'membocorkan' suatu rahasia. Aku kurang begitu ingat, pokoknya
ada adegan dimana si Maretha itu lagi ngomong sama Tulang Ricardo
itu (padahalnya aslinya mereka tidak kenal sama lain), terus aku
jadi kesel dengan Maretha karena salah satu ucapannya.
Yaah, seingetku segitu.
Tadinya aku ingat ada 40% mimpiku semalam, cuman...selagi dan setiap
aku mau ngetikkinya ke elo, aku jadi blank. Yang keinget cuman
awal-awalnya doang.
Ahhh, ya begitulah yang kuingat.
Selasa, 30 Juni 2015
Minggu, 14 Juni 2015
Berpikir 02
Terkadang yang ngemalesin dari orang itu adalah basa-basi.
Berbasa-basi.
Tapi tidak bisa disalahkan juga. Beberapa hal ngemalesin harus dimaklumi di bumi ini.
Setiap orang punya cara unik tersendiri ketika berbasa-basi.
Namun yang harus diperhatikan dari kegiatan berbasa-basi adalah TUJUANNYA.
Kemudian harus diperhatikan, KARAKTER TARGET yang Anda ajak berbasa-basi itu bagaimana.
Berbasa-basi itu lumrah kok.
Maklum.
Semua manusia memakluminya.
Sayapun pernah berbasa-basi, dan harus bisa berbasa-basi jika memang dibutuhkan.
Sudah banyak korban berbasa-basi saya.
Dan banyak juga yang mungkin terluka dan sakit karena itu.
Namun, jika tujuannya untuk MEMINTA TOLONG orang, harus dan sangat harus dimaklumi.
Saya akui saya sering berlindung di balik tameng 'MINTA TOLONG' ke orang karena disuruh orang tua saya, yang pada akhirnya itu membuat saya kehilangan rasa percaya diri saya.
Sikap saya ini adalah sikap yang buruk yang tidak pantas dicontoh.
Namun, seiring berjalannya waktu, karena kekurangan saya itu, ada after-effect ke saya.
Saya jadi mampu membedakan 'wajah' orang ketika menyampaikan kalimat basa-basi.
Sebagai orang yang ga punya kemampuan kayak saya, ya saya tolong kalo emang mood saya lagi normal.
Ketika itu adlh sesuatu yg masih bisa saya kerjakan.
Tidak ada yg salah dengan berbasa-basi ketika meminta tolong ke orang.
Tapi, jangan sampai Anda berbasa-basi dengan menggunakan kebohongan.
Apalagi terhadap orang yang punya tingkat inteligensi dari Anda.
Baca : Tingkat Inteligensi.
Menipu orang yang umurnya lebih tua, jika mampu, ya silahkan ditanggung resikonya.
Tapi jika targetnya 'menipu' orang yang tingkat inteligensinya lebih tinggi, ya harus
lebih subtle biar ga dihina.
Ya kembali lagi, semua tindakan manusia2 itu harus bisa saling mentolerir.
Berbohong dan berbasa-basi itu ya silahkan, asal liat sikon.
Berbasa-basi.
Tapi tidak bisa disalahkan juga. Beberapa hal ngemalesin harus dimaklumi di bumi ini.
Setiap orang punya cara unik tersendiri ketika berbasa-basi.
Namun yang harus diperhatikan dari kegiatan berbasa-basi adalah TUJUANNYA.
Kemudian harus diperhatikan, KARAKTER TARGET yang Anda ajak berbasa-basi itu bagaimana.
Berbasa-basi itu lumrah kok.
Maklum.
Semua manusia memakluminya.
Sayapun pernah berbasa-basi, dan harus bisa berbasa-basi jika memang dibutuhkan.
Sudah banyak korban berbasa-basi saya.
Dan banyak juga yang mungkin terluka dan sakit karena itu.
Namun, jika tujuannya untuk MEMINTA TOLONG orang, harus dan sangat harus dimaklumi.
Saya akui saya sering berlindung di balik tameng 'MINTA TOLONG' ke orang karena disuruh orang tua saya, yang pada akhirnya itu membuat saya kehilangan rasa percaya diri saya.
Sikap saya ini adalah sikap yang buruk yang tidak pantas dicontoh.
Namun, seiring berjalannya waktu, karena kekurangan saya itu, ada after-effect ke saya.
Saya jadi mampu membedakan 'wajah' orang ketika menyampaikan kalimat basa-basi.
Sebagai orang yang ga punya kemampuan kayak saya, ya saya tolong kalo emang mood saya lagi normal.
Ketika itu adlh sesuatu yg masih bisa saya kerjakan.
Tidak ada yg salah dengan berbasa-basi ketika meminta tolong ke orang.
Tapi, jangan sampai Anda berbasa-basi dengan menggunakan kebohongan.
Apalagi terhadap orang yang punya tingkat inteligensi dari Anda.
Baca : Tingkat Inteligensi.
Menipu orang yang umurnya lebih tua, jika mampu, ya silahkan ditanggung resikonya.
Tapi jika targetnya 'menipu' orang yang tingkat inteligensinya lebih tinggi, ya harus
lebih subtle biar ga dihina.
Ya kembali lagi, semua tindakan manusia2 itu harus bisa saling mentolerir.
Berbohong dan berbasa-basi itu ya silahkan, asal liat sikon.
Sabtu, 13 Juni 2015
FU!! BEN!! NA!! BEN!! RI!! YA!!!! - 02
Hi, blog ~~
Selamat pagi....
Aku mau ngelanjutin review Fuben Na Benriya niiiih...
Hmmm, kemarin episode 5 keatas beloman kan yaaaaah~
Like the description, dorama Fuben na Benriya, atau
judul dalam bahasa Inggrisnya itu 'Incovenient Handymen'
menceritakan seseorang(aktor utamanya) 'terdampar' di
suatu desa pelosok. Krn seseorang ini merasa sgt dirugikan
dgn nasib ngenesnya itu, doski selalu ngeluh dan mengeluh,
dan sebenarnya cukup didukung krn warga2 di desa ini
sdikit yaaaah...'inconvenient' juga...
Jadi dorama ini (sedang) ditayangkan di TV Tokyo
kalo ga salah sih di slot malem.
Pemerannya ada aktor kawakan Kenichi Endo yang jadi Umemoto Soichi a.k.a
Batsu-san , aktor kece Suzuki Kosoke yang jadi Matsui Hideo,
dan si 'Sekime-kun' Okada Masaki.
Mereka bertiga itu yaaaa yang punya profesi 'handymen' itu sendiri.
Aku ngikutin tiap episodenya melalui mapletv.com , itu
situs dr tv berbahasa China, jd beberapa acara di tv
Jepang, Korea, China, Taiwan bakal ada yang ngaplotin
ke situs tersebut, dan udah ada subtitle bahasa Mandarinnya.
Terkadang jg udah ada yang translasiin ke bahasa asli dr
acara tersebut berasal, tp dikit banget. Kereeen kan...
Tapi, ya apsbobut. Daku ga terlalu fasih bahasa Jepang,
jadi masih harus butuh banget translasi ke bahasa Inggris.
Dan untung ada tim dari d-addict.com yang mau ngetranslate dorama ini.
Orang yang dermawan ngetranslasi dorama ini
menggunakan nama akun @Monchi. Thank you @Monchi :)
* kemarin aku salah tulis jadinya @mochi, pdhal shrusnya
@monchi.....sumimasen deshiyooooong~~
So, here they are.
Menurut daku......
EPISODE 5: 8 STARS
(suer, ini episode terkocak..cak..cak, menurutku 8D )
Kisah diawali dgn Jun curhat knap doski masih disini,
dan knpa doski nasibnya ngenes banget. As usual, kalo doski
hangover gitu, ada aja after-effect yang dia ga sadari
padahal itu hasil kerjaan dia sendiri.
Salah satu kesialan Jun yang selalu keliatan adl doski
pasti kejatuhan salju. Hahahhaaa
Episode ini mengangkat kisah tak terduga dari salah satu tokoh bernama Katsurawa-san.
Kasian euy liat engkong2 diperlakukan kayak gitu. Hmm, mungkin episode ini
nyinggung disorder 'pedofilia'. Highlight reka ulang imajinasinya si Sakurada-san,
ini sama aja 'imajinatif'nya dengan si Jun-kun.
Yaaah tonton sendiri dong, biar lucu.. Hasil ending dr
episode ini bener2 bikin elo kegelian sendiri *muntah*
Aktingnya aktor yang meranin Katsurawa-san bener2 OK banget,
bisa banget meranin tokoh engkong2 yang naksir anak muda.
Dan akting Reina Triendl juga OK...rela gitu meranin karakter
yg dipasangin sm engkong2.
Kalo ngeliat percakapan terakhir Jun-kun dan Momo-san,
yg pemilik bar itu, gue ngerasa hidupnya Jun-kun harusnya
udah bisa bebas, a.k.a keluar dari desa itu, tapi
ntah kenapa kagak dilakuinnya...
EPISODE 6: 5 STARS
Episode ini masih diawali dengan monolog Jun ke Ibunya.
Namun kali ini emosi yg didapat dr monolog, sedikit
berbeda dr monolog di episode2 sebelumnya. Kali ini, emosinya
biasa, walo tetep isinya komentar ttg hidup dia disini.
Kalo menurut aku, sejak dr episode 6 ini, konflik di
dorama ini jd makin serius. Jadi lebih berat, krn masalahnya
adalh masalah dr orang luar.
Episode ini kisah ttg seseorang bernama Tsukahibara, yg
tnya mantan citizen di desa ini, yg pindah ke Sapporo
buat belajar bikin ramen, dan balik lagi ke desa ini buat
bikin kedai ramen.
Sisi lucu episode ini muncul dgn 'kekampretan' Batsu-san
yg berulang spti di episode 2.
Batsu-san niat pake banget namanya kostum Power Ranger merah.
Sebenarnya masalah di episode ini udh cukup berat, tp
jadi makin berat gara itu...ya itu...imajinasi Jun yg sialan itu.
Bahkan di episode ini jd makin sering terlihat si Batsu-san
ga bisa nahan ketawa ngeliat ekspresi lebay-nya Jun
kalo udah berimajinasi itu. Selagi nonton episode ini,
bener2 gue pengen makan ramen~~~~~
EPISODE 7: 6 STARS
Episode ini menurutku punya script yg bagus. Bagus disini
maksudnya krn episode ini jd lebih serius dr episode kemarin.
Serius tp tetep lucu juga.
Serius krn episode ini mengangkat konflik batin yg selama ini
dipendam oleh tokoh Matsui-san.
Terkadang beberapa karakter Matsui-san ini ada juga di aku,
jd semenjak episode ini, aku jd makin respek dan merhatiin banget karakter Matsui-san disini.
Diepisode ini, konflik jd muncul krn ada karakter baru, seorang wanita
bernama Kaede, yg tnyata tunangannya si Matsui-san.
Aku familiar banget ama muka aktrisnya ini, dan baru ngeh
dia pernah maen di Hana Yori Dango.
Kisah konflik batin ini jg makin diperberat krn ada masalah baru
di desa ini, yaitu ttg pengusiran.
Ada dua hal yg aku tangkep dr episode ini: Tnyta desa ini juga
bisa mengalami kompleks seserius itu; kedua, bahkan
desa pelosok kyk gini udah masuk internet. Luar biasa.
Beda sama Indonesia....di pelosok, jaringan telepon aja
belum tentu ada.
Beberapa adegan lucu terlihat di adegan kedai kopi
(serius, adegan lucunya lama2 nyebelin...pengen gue bor itu kupingnya
pemilik kedai kopi itu krn beberapa kasus doski bener2 'ga bisa
diajak ngomong' dan 'ga ngerti omongan orang')
dan adegan Batsu-san, Matsui-san, dan Jun-kun sukses banget
dikerjain sama 'orang iseng'.
Ntah kenapa, pemikirannya Jun-kun bener2 makin aneh dan nyebelin.
Serius. Bukan cuman Batsu-san yang ngerasain itu doang,
tapi aku pun demikian.
EPISODE 8: 5 STARS
Episode ini diawali dgn adegan kedai ramen milik Tsukahibara-san
kebakaran, yang menyebabkan pemikiran Matsui-san kembali
ke 'pengusiran' yg prnah diangkat di episode sblumnya.
Sm kayak episode kmrin, episode ini ga menampilkan monolog-nya
Jun kyk di episode2 awal.
Ngomel2 sih masih di tengah cerita, cuma ngeluh2 gitu lagi
udah ga ada.
Disini juga, terlihat si Jun udah kayak 'let it flow' sm
kondisi dia di desa itu. Jadi mulai respek sm kerjaan seorang
handymen, inisiatif buat mulai kerjaan. Antara ngerasa
suka sam ngerasa aneh, hehehhe
Kisah di episode ini mengangkat ttg resort development.
Tadinya aku mikir, pengusiran yg diangkat di episode sblumnya
memang krn desa ini lg bikin resort.
Ternyata euuuy...ini biang kampret di episode ini, Sakurada-san dan Jun-kun.
Sakurada-san dgn tindakan nekatnya (saking pengennya bikin
desa ini jd berkembang) dan Jun-kun dgn pendapatnya.
Kali ini aku ga bilang imajinasi Jun-kun krn menurutku di episode ini
pendapatnya Jun itu fakta, tapi disalah artikan sama Sakurada-san.
Jadi yaaaa...22nya nyebelin.
22nya nih yg disalahkan emang..
Emang deh, kalo Jun udah menggebu2, ada aja yg aneh2 bakal kejadian.
Mungkin kalo cara Jun-kun mengeluarkan pendapatnya ga pake
'menggebu2', orang ga misconception dan ga jadi ngikutin idenya dia itu.
Episode ini...hmmm...sbnrnya cukup kasian tp nyebelin juga ngeliat Sakurada-san.
Belum pernah aku ngeliat karakter film kyk Sakurada-san ini.
Seseorang dgn profesi Pemda yang sbnrnya ingin berbuat baik,
tapi sbnrnya yg dia lakukan itu adalh tindakan nekat yg bisa dikategorikan tindakan kriminal, kyk yg dibilang
Batsu-san di penghujung ending film.
Satu hal yang ga aku sangka dr episode ini adalah masalah2 disini
tjd krn salah paham semata. Yaaah, untungnya Matsui-san itu orangnya sabaran disini.
Ahhh makin ngefans ama karakternya disini...dan, aku ga ngerti
bisa ada desa dgn orang2 semacam ini.
**************************************************************
Yaaaah begitulah review ku terhadap episode 5-8 dari dorama
Incovenient Handymen ini. Kan episode 9 udah keluar nih,
walopun udh donlot, belum perdalam sih, ahahha
*giliran film aja diperdalam, kodingan cepet stuck~~
Hmm, so far sih, gue cukup merekomendasikan film ini, krn...
karena karakter dr tokoh seorang Matsui-san.
Menurutku, dia manusia normal yg mau ga mau harus berada diantara
orang2 ajaib. Sbrnya Batsui-san itu normal, cuman mgkn
krn doski cukup tertutup sm kehidupan dia sblum ke desa ini,
ya bisa dikatakan ga normal juga.
Ternyata Kenichi Endo jg lagi ada maen dorama lain,
tp aku ga ngikutin. Tapi kayaknya beliau bukan aktor utama sih..
Selamat pagi....
Aku mau ngelanjutin review Fuben Na Benriya niiiih...
Hmmm, kemarin episode 5 keatas beloman kan yaaaaah~
Like the description, dorama Fuben na Benriya, atau
judul dalam bahasa Inggrisnya itu 'Incovenient Handymen'
menceritakan seseorang(aktor utamanya) 'terdampar' di
suatu desa pelosok. Krn seseorang ini merasa sgt dirugikan
dgn nasib ngenesnya itu, doski selalu ngeluh dan mengeluh,
dan sebenarnya cukup didukung krn warga2 di desa ini
sdikit yaaaah...'inconvenient' juga...
Jadi dorama ini (sedang) ditayangkan di TV Tokyo
kalo ga salah sih di slot malem.
Pemerannya ada aktor kawakan Kenichi Endo yang jadi Umemoto Soichi a.k.a
Batsu-san , aktor kece Suzuki Kosoke yang jadi Matsui Hideo,
dan si 'Sekime-kun' Okada Masaki.
Mereka bertiga itu yaaaa yang punya profesi 'handymen' itu sendiri.
Aku ngikutin tiap episodenya melalui mapletv.com , itu
situs dr tv berbahasa China, jd beberapa acara di tv
Jepang, Korea, China, Taiwan bakal ada yang ngaplotin
ke situs tersebut, dan udah ada subtitle bahasa Mandarinnya.
Terkadang jg udah ada yang translasiin ke bahasa asli dr
acara tersebut berasal, tp dikit banget. Kereeen kan...
Tapi, ya apsbobut. Daku ga terlalu fasih bahasa Jepang,
jadi masih harus butuh banget translasi ke bahasa Inggris.
Dan untung ada tim dari d-addict.com yang mau ngetranslate dorama ini.
Orang yang dermawan ngetranslasi dorama ini
menggunakan nama akun @Monchi. Thank you @Monchi :)
* kemarin aku salah tulis jadinya @mochi, pdhal shrusnya
@monchi.....sumimasen deshiyooooong~~
So, here they are.
Menurut daku......
EPISODE 5: 8 STARS
(suer, ini episode terkocak..cak..cak, menurutku 8D )
Kisah diawali dgn Jun curhat knap doski masih disini,
dan knpa doski nasibnya ngenes banget. As usual, kalo doski
hangover gitu, ada aja after-effect yang dia ga sadari
padahal itu hasil kerjaan dia sendiri.
Salah satu kesialan Jun yang selalu keliatan adl doski
pasti kejatuhan salju. Hahahhaaa
Episode ini mengangkat kisah tak terduga dari salah satu tokoh bernama Katsurawa-san.
Kasian euy liat engkong2 diperlakukan kayak gitu. Hmm, mungkin episode ini
nyinggung disorder 'pedofilia'. Highlight reka ulang imajinasinya si Sakurada-san,
ini sama aja 'imajinatif'nya dengan si Jun-kun.
Yaaah tonton sendiri dong, biar lucu.. Hasil ending dr
episode ini bener2 bikin elo kegelian sendiri *muntah*
Aktingnya aktor yang meranin Katsurawa-san bener2 OK banget,
bisa banget meranin tokoh engkong2 yang naksir anak muda.
Dan akting Reina Triendl juga OK...rela gitu meranin karakter
yg dipasangin sm engkong2.
Kalo ngeliat percakapan terakhir Jun-kun dan Momo-san,
yg pemilik bar itu, gue ngerasa hidupnya Jun-kun harusnya
udah bisa bebas, a.k.a keluar dari desa itu, tapi
ntah kenapa kagak dilakuinnya...
EPISODE 6: 5 STARS
Episode ini masih diawali dengan monolog Jun ke Ibunya.
Namun kali ini emosi yg didapat dr monolog, sedikit
berbeda dr monolog di episode2 sebelumnya. Kali ini, emosinya
biasa, walo tetep isinya komentar ttg hidup dia disini.
Kalo menurut aku, sejak dr episode 6 ini, konflik di
dorama ini jd makin serius. Jadi lebih berat, krn masalahnya
adalh masalah dr orang luar.
Episode ini kisah ttg seseorang bernama Tsukahibara, yg
tnya mantan citizen di desa ini, yg pindah ke Sapporo
buat belajar bikin ramen, dan balik lagi ke desa ini buat
bikin kedai ramen.
Sisi lucu episode ini muncul dgn 'kekampretan' Batsu-san
yg berulang spti di episode 2.
Batsu-san niat pake banget namanya kostum Power Ranger merah.
Sebenarnya masalah di episode ini udh cukup berat, tp
jadi makin berat gara itu...ya itu...imajinasi Jun yg sialan itu.
Bahkan di episode ini jd makin sering terlihat si Batsu-san
ga bisa nahan ketawa ngeliat ekspresi lebay-nya Jun
kalo udah berimajinasi itu. Selagi nonton episode ini,
bener2 gue pengen makan ramen~~~~~
EPISODE 7: 6 STARS
Episode ini menurutku punya script yg bagus. Bagus disini
maksudnya krn episode ini jd lebih serius dr episode kemarin.
Serius tp tetep lucu juga.
Serius krn episode ini mengangkat konflik batin yg selama ini
dipendam oleh tokoh Matsui-san.
Terkadang beberapa karakter Matsui-san ini ada juga di aku,
jd semenjak episode ini, aku jd makin respek dan merhatiin banget karakter Matsui-san disini.
Diepisode ini, konflik jd muncul krn ada karakter baru, seorang wanita
bernama Kaede, yg tnyata tunangannya si Matsui-san.
Aku familiar banget ama muka aktrisnya ini, dan baru ngeh
dia pernah maen di Hana Yori Dango.
Kisah konflik batin ini jg makin diperberat krn ada masalah baru
di desa ini, yaitu ttg pengusiran.
Ada dua hal yg aku tangkep dr episode ini: Tnyta desa ini juga
bisa mengalami kompleks seserius itu; kedua, bahkan
desa pelosok kyk gini udah masuk internet. Luar biasa.
Beda sama Indonesia....di pelosok, jaringan telepon aja
belum tentu ada.
Beberapa adegan lucu terlihat di adegan kedai kopi
(serius, adegan lucunya lama2 nyebelin...pengen gue bor itu kupingnya
pemilik kedai kopi itu krn beberapa kasus doski bener2 'ga bisa
diajak ngomong' dan 'ga ngerti omongan orang')
dan adegan Batsu-san, Matsui-san, dan Jun-kun sukses banget
dikerjain sama 'orang iseng'.
Ntah kenapa, pemikirannya Jun-kun bener2 makin aneh dan nyebelin.
Serius. Bukan cuman Batsu-san yang ngerasain itu doang,
tapi aku pun demikian.
EPISODE 8: 5 STARS
Episode ini diawali dgn adegan kedai ramen milik Tsukahibara-san
kebakaran, yang menyebabkan pemikiran Matsui-san kembali
ke 'pengusiran' yg prnah diangkat di episode sblumnya.
Sm kayak episode kmrin, episode ini ga menampilkan monolog-nya
Jun kyk di episode2 awal.
Ngomel2 sih masih di tengah cerita, cuma ngeluh2 gitu lagi
udah ga ada.
Disini juga, terlihat si Jun udah kayak 'let it flow' sm
kondisi dia di desa itu. Jadi mulai respek sm kerjaan seorang
handymen, inisiatif buat mulai kerjaan. Antara ngerasa
suka sam ngerasa aneh, hehehhe
Kisah di episode ini mengangkat ttg resort development.
Tadinya aku mikir, pengusiran yg diangkat di episode sblumnya
memang krn desa ini lg bikin resort.
Ternyata euuuy...ini biang kampret di episode ini, Sakurada-san dan Jun-kun.
Sakurada-san dgn tindakan nekatnya (saking pengennya bikin
desa ini jd berkembang) dan Jun-kun dgn pendapatnya.
Kali ini aku ga bilang imajinasi Jun-kun krn menurutku di episode ini
pendapatnya Jun itu fakta, tapi disalah artikan sama Sakurada-san.
Jadi yaaaa...22nya nyebelin.
22nya nih yg disalahkan emang..
Emang deh, kalo Jun udah menggebu2, ada aja yg aneh2 bakal kejadian.
Mungkin kalo cara Jun-kun mengeluarkan pendapatnya ga pake
'menggebu2', orang ga misconception dan ga jadi ngikutin idenya dia itu.
Episode ini...hmmm...sbnrnya cukup kasian tp nyebelin juga ngeliat Sakurada-san.
Belum pernah aku ngeliat karakter film kyk Sakurada-san ini.
Seseorang dgn profesi Pemda yang sbnrnya ingin berbuat baik,
tapi sbnrnya yg dia lakukan itu adalh tindakan nekat yg bisa dikategorikan tindakan kriminal, kyk yg dibilang
Batsu-san di penghujung ending film.
Satu hal yang ga aku sangka dr episode ini adalah masalah2 disini
tjd krn salah paham semata. Yaaah, untungnya Matsui-san itu orangnya sabaran disini.
Ahhh makin ngefans ama karakternya disini...dan, aku ga ngerti
bisa ada desa dgn orang2 semacam ini.
**************************************************************
Yaaaah begitulah review ku terhadap episode 5-8 dari dorama
Incovenient Handymen ini. Kan episode 9 udah keluar nih,
walopun udh donlot, belum perdalam sih, ahahha
*giliran film aja diperdalam, kodingan cepet stuck~~
Hmm, so far sih, gue cukup merekomendasikan film ini, krn...
karena karakter dr tokoh seorang Matsui-san.
Menurutku, dia manusia normal yg mau ga mau harus berada diantara
orang2 ajaib. Sbrnya Batsui-san itu normal, cuman mgkn
krn doski cukup tertutup sm kehidupan dia sblum ke desa ini,
ya bisa dikatakan ga normal juga.
Ternyata Kenichi Endo jg lagi ada maen dorama lain,
tp aku ga ngikutin. Tapi kayaknya beliau bukan aktor utama sih..
Kamis, 11 Juni 2015
Berpikir 01
Hal yang paling saya benci didunia ini adalah saya sendiri.
Ada beberapa hal dimana saya tidak bisa mengontrol otak saya sendiri.
Ketika saya tidak lebih kuat dari itu, maka yang akan terlihat jelas adalah perubahan mood saya.
Saya sudah sering membuat orang salah paham kepada saya.
Seolah saya melupakan mereka, dan paling parah seperti meremehkan mereka.
Terkadang yang saya butuhkan waktu untuk menyingkir.
Dan saya tidak bisa memberi jadwal yang pasti kapan saya seperti itu.
Yang lebih menyebalkan jika mereka bertanya 'mengapa'.
Jawaban logis apa yang mereka harapkan dari saya, ketika saya sendiri
tidak punya jawaban untuk itu.
Saya hanya butuh waktu untuk melarikan diri dari mereka.
Dan lari diri salah satu sisi hidup saya.
Lari sebagai pecundang dan bersembunyi sebagai pecundang juga.
Ada beberapa hal dimana saya tidak bisa mengontrol otak saya sendiri.
Ketika saya tidak lebih kuat dari itu, maka yang akan terlihat jelas adalah perubahan mood saya.
Saya sudah sering membuat orang salah paham kepada saya.
Seolah saya melupakan mereka, dan paling parah seperti meremehkan mereka.
Terkadang yang saya butuhkan waktu untuk menyingkir.
Dan saya tidak bisa memberi jadwal yang pasti kapan saya seperti itu.
Yang lebih menyebalkan jika mereka bertanya 'mengapa'.
Jawaban logis apa yang mereka harapkan dari saya, ketika saya sendiri
tidak punya jawaban untuk itu.
Saya hanya butuh waktu untuk melarikan diri dari mereka.
Dan lari diri salah satu sisi hidup saya.
Lari sebagai pecundang dan bersembunyi sebagai pecundang juga.
Juuuuuuurasic World.......is that awesome?
Sedikit menggunakan uang lebih buat nonton Jurassic World versi upgrade, ntah 3D ato IMAX sekalian, sangat disarankan sekali.
Tapi sekedar yang 3D itu sudah sangat memuaskan sekali.
Wise words : film yang bakal menayangkan banyak 'action scenes' , tonjok2an, barang2 terbang, barang2 terlempar, adegan jatuh, terpelanting, penghancuran area skala besar, pokoknya yang pasti bakal banyak efek, worthed to watch it in cinema with spesific screen than on small screen a.k.a hasil donlotan ato beli CD.
8.2 from 10.0 for plot story.
7.4 from 10.0 if I may compare it to the last sequel.
8.4 from 10.0 for 'thrilled' and 'hectic' score.
8.3 from 10.0 for Isla Nubar's env and its technologies.
6.9 from 10.0 for that 'it dino'. It just..oh-ok-then. She got so much 'incredibleness' as human-created matter, dan malah itu yang membuat gue ga nyaman. Bahkan fisik reptor2 peliharaan si Owen lebih keliatan 'dinosaurus' ketimbang yang 'it dino' ini.
7.8 from 10.0 for Chris Pratt dengan kemeja dan rompi hitam. AHAHAHHAHAHA
P.S : Trio itu gada disini.
P.P.S : Gue iri pengen kesana juga. Gue sangat iri dengan semua fasilitas disana.
P.P.P.S : Yang ngikutin Jurassic dari jaman jebot, pasti bisa ngerasain beda appearance dinosaurus waktu jaman Jurassic Park sama yang versi baru ini.
P.P.P.P.S : Gue punya feeling masih bakal ada sekuel, selagi itu telor2 genetik masih ada...dan selagi ilmuwan2 macem Dr.Henry masih idup...dan rasa gue, keuangan Dr. Hammond masih banyak buat ngelanjutin proyek taman ini, daaaaaaan..TRex masih hidup dan Delta ato Blue ya yg masih hidup gue masih bingung ngebedain..
P.P.P.P.P.S : Salah satu alasan yang bikin gue pengen nonton film ini adalah karena ada aktor Bollywood, Irrfan Khan. Aktor yang maenin tokoh Masrani itu yang maen di film Billu Barber.
Tapi sekedar yang 3D itu sudah sangat memuaskan sekali.
Wise words : film yang bakal menayangkan banyak 'action scenes' , tonjok2an, barang2 terbang, barang2 terlempar, adegan jatuh, terpelanting, penghancuran area skala besar, pokoknya yang pasti bakal banyak efek, worthed to watch it in cinema with spesific screen than on small screen a.k.a hasil donlotan ato beli CD.
8.2 from 10.0 for plot story.
7.4 from 10.0 if I may compare it to the last sequel.
8.4 from 10.0 for 'thrilled' and 'hectic' score.
8.3 from 10.0 for Isla Nubar's env and its technologies.
6.9 from 10.0 for that 'it dino'. It just..oh-ok-then. She got so much 'incredibleness' as human-created matter, dan malah itu yang membuat gue ga nyaman. Bahkan fisik reptor2 peliharaan si Owen lebih keliatan 'dinosaurus' ketimbang yang 'it dino' ini.
7.8 from 10.0 for Chris Pratt dengan kemeja dan rompi hitam. AHAHAHHAHAHA
P.S : Trio itu gada disini.
P.P.S : Gue iri pengen kesana juga. Gue sangat iri dengan semua fasilitas disana.
P.P.P.S : Yang ngikutin Jurassic dari jaman jebot, pasti bisa ngerasain beda appearance dinosaurus waktu jaman Jurassic Park sama yang versi baru ini.
P.P.P.P.S : Gue punya feeling masih bakal ada sekuel, selagi itu telor2 genetik masih ada...dan selagi ilmuwan2 macem Dr.Henry masih idup...dan rasa gue, keuangan Dr. Hammond masih banyak buat ngelanjutin proyek taman ini, daaaaaaan..TRex masih hidup dan Delta ato Blue ya yg masih hidup gue masih bingung ngebedain..
P.P.P.P.P.S : Salah satu alasan yang bikin gue pengen nonton film ini adalah karena ada aktor Bollywood, Irrfan Khan. Aktor yang maenin tokoh Masrani itu yang maen di film Billu Barber.
Selasa, 09 Juni 2015
Pertama kali nonton Blitz di Miko Mall + Review : SAN ANDREAS (2015)
Hi blog.
Salam kece.
Daku habis nonton film San Andreas.
Iyaaaah, telat. Banget.
Udah ada semingguan aku baru nonton film Om Dwayne Johnson(?) ini.
Padahal baru kemarin ngeliat mantan sportsman WWF ini di Fast Furious 7.
Soooooooooo...
Hahhaha, aku nekat nonton film ini.
Berawal dari rasa penasaranku terhadap gimana si Blitzmegaplex di
Miko Mall. Iya, Miko Mall yang di daerah Kopo itu.
Weeeleeeh, perjuangan banget kesana.
Perjuangan karena aku (dengan super polosnya) naik angkot yang rute lama
bukan rute yang lumayan cepet.
Kalo dari lokasiku(Bojongsoang), seharusnya..SEHARUSNYA..rute lumayan
cepetnya sih naek LeuwiPanjang yang 05 yang biasa ngetem di perempatan
Soekarno Hatta setelah turun dari angkot ijo Kalapa-Kordon.
Sedangkan yang aku pilih tadi, abis turun dari angkot Kalapa-Kordon,
aku masuk ke pasar, terus naik angkot abu2 Cijerah.
Ihhh kan salah banget kan yaaa...huhuhu
Udah ga nyampe langsung tujuan, lama pula~~
Jadi kalo rute lumayannya itu abis dari naek angkot 05 Lw.Panjang,
terusin naek angkot Soreang yang ijo (aku lupa nomer rutenya). Nah, udah
tuh, bakal lewat didepan Miko Mall. Kan tinggal turun.
Yahh resiko sih, paling ngetemnya angkot Lw.Pjg dan Soreang emang
lumayan sering kebangetan, tapi pinter2 aja sih nyari angkot yg penuh.
Kalo ga, yaaa...naek kendaran pribadi. Nailed it!
Intinya sih sama, bakal berakhir dengan naek angkot ijo Soreang itu juga.
Tapi yg aku sesali sih, durasi perjalanan dgn angkot Cijerah itu jauh.
Hmm, tapi masih belum se-menyebalkan naek angkot Sukajadi mau ke PVJ
ato naek angkot Kalapa-Aceh (yg didepan Univ.Langlangbuana itu) buat
ke arah Cicaheum. Cobain deh durasinya...hahahha
Tapi gapapa, namanya juga sambil mempelajari arah angkot :D
Hmm, tuh kan lupa mau ngomongin film San Andreas....
Yang diomongin malah rute angkot...
Tapi wajarlah ya, itu baru pertama kali aku ke Miko Mall. Selama ini
aku tak pernah tau Kopo punya mall juga hehehe. Peace, Kopo residents :)
Aku milih nonton San Andreas yang 3D.
Njiiiir, disini murah bana....cuman 25K. Selasa film regular kena 15K.
Kalo yg PVJ 3D hari Selasa sih kena 35K. Ga tau kalo Senin, Rabu, Kamis.
Kalo Jumat, hmmm...seinget aku sih PVJ 3D Jumat kena 50K.
Aku pernah nyicip buat nonton Mad Max Fury Road soalnya.
Yahh, pokoknya...masih belum pada hapal kisaran harga sama diskon2nya
gitu...nanti deh aku tulis di review yang berbeda.
Yahh, akhir2 ini emang aku lagi suka banget nontonin film.
Ini sebagai pelarian aku dari depresiku, blog :(
Sebenarnya ini bisa jadi membahayakan, karena salah satu tindakan
pemborosan, padahal aku sama sekali bukan penikmat film bioskop.
Tapi mungkin ini pelarian dari episode 'up' ku.
Jadi, kembali ke San Andreas.
Aku boleh kasih rating 6.8 bintang dari total 10 bintang untuk film ini.
Why?
Why?
Padahal dengan tega hati, aku cuman ngasih 5.7 bintang buat film
Mad Max kemarin. Tenang aja blog, skor terendah dipegang sama film
Insidious 3 dengan 4.3 bintang tapi akan sangat tak adil jika aku
membandingkan 2 film yang genrenya totally opposite gitu.
Tapi disini aku juga ga akan membandingkan film San Andreas dengan
Mad Max- mana yg lebih seru, lebih keren.
Ga akan!
Sebagai kritikus, itu ga pantas dilakukan.
Lagipula, film SA dan MM itu genrenya juga sebenarnya beda, cumaaan
ya gimana ya, film SA lebih terlihat 'konkret' menurutku.
Adegan dimulai dengan seorang perempuan yang sedang mengendarai mobil
kemudian mendapat kecelakaan. Kecelakaan ini cukup parah diakibatkan
dari runtuhnya salah satu sisi tebing dari jalanannya ini.
Njiir nonton deh yang versi 3D, ato 4Dnya deh, beuuh asik! Serius,
kalo film yang pasti bakal banyak nayangin adegan 'action' kayak gini,
yang jatohlah, terpelantinglah, barang2 dilemparlah,
adegan berantem sadislah, coba yang versi upgrade aja, pasti ga nyesel~~
Jadi, balik lagi ke film. Nah si cewe ini udah keplanting hebat lah,
maksud loh, jatuh di tebing itu ga spektakular??
Nah disinilah perkenalan pertama kita ke aktor utama, si Om Dwayne ini.
Dia berperan sebagai salah satu anggota tim SAR di area San Fransisco.
Kebetulan beliau itu boss-nya gitu di tim itu.
Beliau diceritakan udah terkenal banget karena dedikasinya dalam bidang
penyelamatan gitu2 deh. Tepuk tangaaaaaaaaaaaan!!!
Ahh, spoiler deh aku hahahah
So, inti filmnya itu gini, jadi daerah San Fransisco ini akan mengalami
gempa hebat. Gempanya itu kecil2an, sampe akhirnya jadi luar biasa gede.
Masalahneeeee, itu gempa sebenarnya after-effect.
*Yaaah, kalo aku ga salah ngikutin alurnya filmnya ya~~
After effect ini berasal dari gempa2 kecil di Los Angeles, hasil
pemeriksaan para ilmuwan yang ditampilkan di film ini.
Tolong, sambil dibuka peta Amerikanya, biar ga bingung :)
Para ilmuwan udh sering bilang, akan ada kemungkinan, suatu saat, pasti
akan ada suatu saat, LA bakal kena gempa.
Mereka mencari semua kemungkinan formula untuk memprediksi gerakan2
tektonik di SF, mengecek semua getaran2 yg bisa diperiksa melalui dom air,
hanya supaya mereka bisa memprediksi KAPAN dan SEBERAPA BESAR.
Memang, takdir siapa yang tahu.
Tuhan memang datang seperti pencuri malam.
Walopun kecelakaan alam bisa diperiksa melalui gerakan2, sinyal2 di alat2
digital yg manusia buat, tapi yaaa..takdir memang siapa yang tahu.
Jadi akhirnya, sepanjang film ini bener2 ditampilin banget gimana
luluh lantaknya area San Fransisco. Perlahan tapi pasti.
Yah, sebenarnya, kurang lebih feel-nya sama kayak pas lagi nonton film
yg butuh CG utk tema2 kayak gini. Film 2012, Doom's Day, yang gitu2 deh.
Tadinya pengen nyebutin World War Z, tapi agak ga sinkron juga, soale
itu soal virus sih bukan natural disaster.
So, yang buat aku ngerasa asik sama film ini, yaaa efek 3Dnya.
Sebenarnya sih efek 3D yaaa emang gini, kerasa gitu bedanya pas pake
kacamata dengan ga pake kacamata.
Ntah aku yang norak ato ga ya, aku ngetes FF 7 yg 3D, ga kerasa banget
3Dnya. Suer, itu Blitz PVJ loh. Ampe sempet kecewa, sampai akhirnya
pas nonton Mad Max (masih yg 3D) hmm, aku akhirnya bisa ngambil
kesimpulan penting. Mungkin beda2 tiap pengolah grafik 3D di tiap film.
Siapa tau tim FF ga terlalu handal bikin efek 3Dnya serasa beneran 3D,
sehingga aku merasa ga beda pake kacamata ato ga pake.
Efek 3D di film Mad Max cukup terasa menurutku. Padahal dibilang
action...yaaah ga nampilin action banget kalo dibandingin sama FF7.
Daku sedih :(
Spoiler, film ini akan berakhir bahagia.
Hmm, maksudnya semua pemeran utamanya selamat gitu..
Dari segi efek 'kehancuran', okelah. Layaknya emang kota yg lagi luluh
lantak gimana sih, parah kan ya.
Aku cuman penasaran pas adegan tsunaminya. Kru film ini
ga mungkin nyiapin air seberapa ribu galon kan ya..pasti pake CG.
Bener2 deh, ngeliat CG orang tenggelam itu emang wow banget.
Plot sih biasa, dibilang 'menjual' banget ya enggak, tapi cukup
worthed ditonton. Sensasi nonton film dengan tema 'KEHANCURAN KOTA'
a.k.a Disaster Movie kayak gini PASTI AKAN SELALU MENEGANGKAN.
Ato yang menampilkan sisi heroic dan empati gitu deh.
Di film2 kayak gini, bakal ada tangisan masyarakat. Selalu ada adegan
tindakan hero yang mengorbankan nyawanya. Selalu ada adegan heroic, selalu.
Dan pelajaran, dengarlah ilmuwan2 yg cerdas yang memperjuangkan risetnya
untuk kehidupan masyarakat yg lebih baik.
Daaaaan, semua adegan heroic, siapa yang tidak merinding?
Jadi ya, untuk film San Andreas ini aku kasih 6.8 itu karena genre,
CG, aktingnya Dwayne (emang selalu deh topcer)
dan...hmmm, akting yang jadi Blake, anak
perempuan Dwayne disini itu juga lumayan. Walau ada beberapa adegan
yg akting pemeran Blake ini kayak sedang menerawang kemana-mana. Ga fokus.
P.S : Aku baru tahu kacamatanya 3D di Blitz Miko Mall ini berbeda dgn
Blitz yg di PVJ. Awalnya sih ga nyaman banget. Longgar, janggal. Tapi
terbayarlah efek 3Dnya (y)
Salam kece.
Daku habis nonton film San Andreas.
Iyaaaah, telat. Banget.
Udah ada semingguan aku baru nonton film Om Dwayne Johnson(?) ini.
Padahal baru kemarin ngeliat mantan sportsman WWF ini di Fast Furious 7.
Soooooooooo...
Hahhaha, aku nekat nonton film ini.
Berawal dari rasa penasaranku terhadap gimana si Blitzmegaplex di
Miko Mall. Iya, Miko Mall yang di daerah Kopo itu.
Weeeleeeh, perjuangan banget kesana.
Perjuangan karena aku (dengan super polosnya) naik angkot yang rute lama
bukan rute yang lumayan cepet.
Kalo dari lokasiku(Bojongsoang), seharusnya..SEHARUSNYA..rute lumayan
cepetnya sih naek LeuwiPanjang yang 05 yang biasa ngetem di perempatan
Soekarno Hatta setelah turun dari angkot ijo Kalapa-Kordon.
Sedangkan yang aku pilih tadi, abis turun dari angkot Kalapa-Kordon,
aku masuk ke pasar, terus naik angkot abu2 Cijerah.
Ihhh kan salah banget kan yaaa...huhuhu
Udah ga nyampe langsung tujuan, lama pula~~
Jadi kalo rute lumayannya itu abis dari naek angkot 05 Lw.Panjang,
terusin naek angkot Soreang yang ijo (aku lupa nomer rutenya). Nah, udah
tuh, bakal lewat didepan Miko Mall. Kan tinggal turun.
Yahh resiko sih, paling ngetemnya angkot Lw.Pjg dan Soreang emang
lumayan sering kebangetan, tapi pinter2 aja sih nyari angkot yg penuh.
Kalo ga, yaaa...naek kendaran pribadi. Nailed it!
Intinya sih sama, bakal berakhir dengan naek angkot ijo Soreang itu juga.
Tapi yg aku sesali sih, durasi perjalanan dgn angkot Cijerah itu jauh.
Hmm, tapi masih belum se-menyebalkan naek angkot Sukajadi mau ke PVJ
ato naek angkot Kalapa-Aceh (yg didepan Univ.Langlangbuana itu) buat
ke arah Cicaheum. Cobain deh durasinya...hahahha
Tapi gapapa, namanya juga sambil mempelajari arah angkot :D
Hmm, tuh kan lupa mau ngomongin film San Andreas....
Yang diomongin malah rute angkot...
Tapi wajarlah ya, itu baru pertama kali aku ke Miko Mall. Selama ini
aku tak pernah tau Kopo punya mall juga hehehe. Peace, Kopo residents :)
Aku milih nonton San Andreas yang 3D.
Njiiiir, disini murah bana....cuman 25K. Selasa film regular kena 15K.
Kalo yg PVJ 3D hari Selasa sih kena 35K. Ga tau kalo Senin, Rabu, Kamis.
Kalo Jumat, hmmm...seinget aku sih PVJ 3D Jumat kena 50K.
Aku pernah nyicip buat nonton Mad Max Fury Road soalnya.
Yahh, pokoknya...masih belum pada hapal kisaran harga sama diskon2nya
gitu...nanti deh aku tulis di review yang berbeda.
Yahh, akhir2 ini emang aku lagi suka banget nontonin film.
Ini sebagai pelarian aku dari depresiku, blog :(
Sebenarnya ini bisa jadi membahayakan, karena salah satu tindakan
pemborosan, padahal aku sama sekali bukan penikmat film bioskop.
Tapi mungkin ini pelarian dari episode 'up' ku.
Jadi, kembali ke San Andreas.
Aku boleh kasih rating 6.8 bintang dari total 10 bintang untuk film ini.
Why?
Why?
Padahal dengan tega hati, aku cuman ngasih 5.7 bintang buat film
Mad Max kemarin. Tenang aja blog, skor terendah dipegang sama film
Insidious 3 dengan 4.3 bintang tapi akan sangat tak adil jika aku
membandingkan 2 film yang genrenya totally opposite gitu.
Tapi disini aku juga ga akan membandingkan film San Andreas dengan
Mad Max- mana yg lebih seru, lebih keren.
Ga akan!
Sebagai kritikus, itu ga pantas dilakukan.
Lagipula, film SA dan MM itu genrenya juga sebenarnya beda, cumaaan
ya gimana ya, film SA lebih terlihat 'konkret' menurutku.
Adegan dimulai dengan seorang perempuan yang sedang mengendarai mobil
kemudian mendapat kecelakaan. Kecelakaan ini cukup parah diakibatkan
dari runtuhnya salah satu sisi tebing dari jalanannya ini.
Njiir nonton deh yang versi 3D, ato 4Dnya deh, beuuh asik! Serius,
kalo film yang pasti bakal banyak nayangin adegan 'action' kayak gini,
yang jatohlah, terpelantinglah, barang2 dilemparlah,
adegan berantem sadislah, coba yang versi upgrade aja, pasti ga nyesel~~
Jadi, balik lagi ke film. Nah si cewe ini udah keplanting hebat lah,
maksud loh, jatuh di tebing itu ga spektakular??
Nah disinilah perkenalan pertama kita ke aktor utama, si Om Dwayne ini.
Dia berperan sebagai salah satu anggota tim SAR di area San Fransisco.
Kebetulan beliau itu boss-nya gitu di tim itu.
Beliau diceritakan udah terkenal banget karena dedikasinya dalam bidang
penyelamatan gitu2 deh. Tepuk tangaaaaaaaaaaaan!!!
Ahh, spoiler deh aku hahahah
So, inti filmnya itu gini, jadi daerah San Fransisco ini akan mengalami
gempa hebat. Gempanya itu kecil2an, sampe akhirnya jadi luar biasa gede.
Masalahneeeee, itu gempa sebenarnya after-effect.
*Yaaah, kalo aku ga salah ngikutin alurnya filmnya ya~~
After effect ini berasal dari gempa2 kecil di Los Angeles, hasil
pemeriksaan para ilmuwan yang ditampilkan di film ini.
Tolong, sambil dibuka peta Amerikanya, biar ga bingung :)
Para ilmuwan udh sering bilang, akan ada kemungkinan, suatu saat, pasti
akan ada suatu saat, LA bakal kena gempa.
Mereka mencari semua kemungkinan formula untuk memprediksi gerakan2
tektonik di SF, mengecek semua getaran2 yg bisa diperiksa melalui dom air,
hanya supaya mereka bisa memprediksi KAPAN dan SEBERAPA BESAR.
Memang, takdir siapa yang tahu.
Tuhan memang datang seperti pencuri malam.
Walopun kecelakaan alam bisa diperiksa melalui gerakan2, sinyal2 di alat2
digital yg manusia buat, tapi yaaa..takdir memang siapa yang tahu.
Jadi akhirnya, sepanjang film ini bener2 ditampilin banget gimana
luluh lantaknya area San Fransisco. Perlahan tapi pasti.
Yah, sebenarnya, kurang lebih feel-nya sama kayak pas lagi nonton film
yg butuh CG utk tema2 kayak gini. Film 2012, Doom's Day, yang gitu2 deh.
Tadinya pengen nyebutin World War Z, tapi agak ga sinkron juga, soale
itu soal virus sih bukan natural disaster.
So, yang buat aku ngerasa asik sama film ini, yaaa efek 3Dnya.
Sebenarnya sih efek 3D yaaa emang gini, kerasa gitu bedanya pas pake
kacamata dengan ga pake kacamata.
Ntah aku yang norak ato ga ya, aku ngetes FF 7 yg 3D, ga kerasa banget
3Dnya. Suer, itu Blitz PVJ loh. Ampe sempet kecewa, sampai akhirnya
pas nonton Mad Max (masih yg 3D) hmm, aku akhirnya bisa ngambil
kesimpulan penting. Mungkin beda2 tiap pengolah grafik 3D di tiap film.
Siapa tau tim FF ga terlalu handal bikin efek 3Dnya serasa beneran 3D,
sehingga aku merasa ga beda pake kacamata ato ga pake.
Efek 3D di film Mad Max cukup terasa menurutku. Padahal dibilang
action...yaaah ga nampilin action banget kalo dibandingin sama FF7.
Daku sedih :(
Spoiler, film ini akan berakhir bahagia.
Hmm, maksudnya semua pemeran utamanya selamat gitu..
Dari segi efek 'kehancuran', okelah. Layaknya emang kota yg lagi luluh
lantak gimana sih, parah kan ya.
Aku cuman penasaran pas adegan tsunaminya. Kru film ini
ga mungkin nyiapin air seberapa ribu galon kan ya..pasti pake CG.
Bener2 deh, ngeliat CG orang tenggelam itu emang wow banget.
Plot sih biasa, dibilang 'menjual' banget ya enggak, tapi cukup
worthed ditonton. Sensasi nonton film dengan tema 'KEHANCURAN KOTA'
a.k.a Disaster Movie kayak gini PASTI AKAN SELALU MENEGANGKAN.
Ato yang menampilkan sisi heroic dan empati gitu deh.
Di film2 kayak gini, bakal ada tangisan masyarakat. Selalu ada adegan
tindakan hero yang mengorbankan nyawanya. Selalu ada adegan heroic, selalu.
Dan pelajaran, dengarlah ilmuwan2 yg cerdas yang memperjuangkan risetnya
untuk kehidupan masyarakat yg lebih baik.
Daaaaan, semua adegan heroic, siapa yang tidak merinding?
Jadi ya, untuk film San Andreas ini aku kasih 6.8 itu karena genre,
CG, aktingnya Dwayne (emang selalu deh topcer)
dan...hmmm, akting yang jadi Blake, anak
perempuan Dwayne disini itu juga lumayan. Walau ada beberapa adegan
yg akting pemeran Blake ini kayak sedang menerawang kemana-mana. Ga fokus.
P.S : Aku baru tahu kacamatanya 3D di Blitz Miko Mall ini berbeda dgn
Blitz yg di PVJ. Awalnya sih ga nyaman banget. Longgar, janggal. Tapi
terbayarlah efek 3Dnya (y)
FU! BEN! NA! BEN! RI! YA!!
Hi blog.
Hei, aku mau tulis review sebuah dorama Jepang yang sedang aku ikuti.
Judulnya 'Incovenient Handymen', atau kalau di judul aslinya 不便-な-便利屋
Itu dibaca Fuben-na-Benriya.
Sebelumnya, mungkin aku jelasin detail luarnya dulu.
Jadi dorama ini (sedang) ditayangkan di TV Tokyo, tiap hari Jumat,
jam....jamnya lupa hehe
Pemerannya ada aktor kawakan Kenichi Endo yang jadi Umemoto Soichi a.k.a
Batsu-san ,
aktor kece Suzuki Kosoke yang jadi Matsui Hideo,
dan si 'Sekime-kun' Okada Masaki yang jadi Takeyama Jun.
Mereka bertiga itu yaaaa yang punya profesi 'handymen' itu sendiri.
Inti dorama ini, Okada Masaki itu terdampar di suatu desa pelosok di Hokkaido,
dan Kenichi Endo ngaku2 beliau adalah bapaknya Jun. Tujuan dorama sih MUNGKIN
melakukan 'pembuktian' dari ucapan Kenichi Endo tsb, yaaa tapi namanya sinetron
kan pasti diselipkan kejadian2 lain...
Sampe tanggal tulisan ini aku posting, episode dorama ini sudah sampe 9
episode, dan baru 8 episode saja yang sudah di-subtitle bahasa Inggris.
Terima kasih sekali kepada tim dari d-addict.com yang mau ngetranslate dorama ini.
Thank you @Mochi :)
Siapapun engkau, bagaimanapun sosokmu, dirimu sangat-sangat-sangat membantu
sekali.
Melakukan alihbahasa adalah salah satu hal yang paling aku hormati
didunia ini (y)
Jadi aslinya dorama ini udah selesai shooting (yoailah, sekarang udh masuk
summer, sdgkn lokasi shooting tempat bersalju, tak mungkin lah yaaaa..)
Back! Back!
Jadi..sebenarnya, saya ga terlalu ngikutin drama Korea ato dorama Jepang
lagi. Drama/dorama yg lagi trend sekalipun, aku bisa aja ga tertarik
buat nonton.
Tau dorama ini pun sebenarnya kebetulan.
Pas ngecek di list, ternyata ada Okada Masaki lagi maen dorama baru.
Aku penasaran sama akting terbarunya Okada Masaki, so that's why aku
coba nonton dorama ini.
Sebagai penyuka Okada Masaki, aku lebih suka aktingnya sebagai aktor dalam film,
bukan aktor dalam dorama.
Karena...karena...hmm karena aktingnya cenderung membosankan jika diikuti
terlalu lama, HAHAHAHAHAHHAHAHAHAH, maaf ya Masaki-kun~
Tapi eh tapi, aku jadi ngikutin dorama ini karena aktingnya aktor Kenichi yg
kocak tp tetep misterius.
Kayak biasa.
Daaaaan, seengaknya ada satu aktor yg aku tau. Yang jadi pemilik bar itu, Taro Momono, diperankan oleh Yoji Tanaka.
Dorama ini sebenarnya, ga bagus2 banget.
Gimana ya, jalan ceritanya itu membuat aku sendiri harus nonton berulang kali karena ingin menemukan sisi
lucunya dari dorama ini.
Adegan2 lucu dari dorama ini ga 'meledak' kayak yang aku perkirakan.
Tapi lebih ke tindakan2 kecil dari adegan2 kecil.
Dan dorama ini juga menyisipkan 'kemisteriusan', sehingga memang mau ga mau,
biar ngeh, aku harus nonton tiap episodenya lebih dari sekali.
Sebenarnya semua kemungkinan solusi/jawaban dr 'kemisteriusan' setiap episode
dorama ini sudah bisa aku gambarkan, tapi trkdg, yang bikin bingung itu yaaa
kesimpulan yang dibikin si Jun alias skripnya si Okada Masaki di dorama ini.
Imajinasinya dianggap ketinggian- bahkan sampe si Matsui-san pernah bilang di
episode 8 mikir mungkin si Jun ini punya delusional disorder- sebenarnya
'akan dianggap sah-sah saja' kalo cara ngomongnya itu ga lebay.
Tapi di dorama ini si Okada Masaki emang harus lebay gitu.
Geleng-geleng aku setiap ngeliat dia udah mulai akting lebay ketika
membuat kesimpulan sendiri dari kejadian2 yang terjadi didesa mereka.
Rating tiap episode: ( dari skala 10)
EPISODE 1: 4 STAR
Ini cerita kenapa si Jun bisa terdampar di desa pelosok di Hokkaido ini.
Terdampar, diaku-akuin anak sama orang asing, berada di bar dengan orang2
berpakaian aneh bin ga jelas, diajak mabuk2an, bangun2 pake kostum kelinci,
dipekerjakan jadi 'outsourching' tanpa alasan jelas, dibayar 500 yen pula...
wadoooh! Mana aslinya, doski juga ada masalah sama sutradara yang mau ngebikin
film dari bukunya si Jun. Suerlah, kasian juga sih~~
Kalo segi menilai kisahnya Jun sih emang miris (tujuan kemana, nyampenya
kemana, nasibnya juga ngenes) , tapi dari segi jalan cerita, aku masih belum dapet
feel dari episode ini.
Adegan lucunya terkesan maksa.
Nampilin area bersaljunya juga terlalu keseringan, menurutku....
Tapi udah keliatan sih ajaibnya karakternya Jun disini~
EPISODE 2: 2 STARS
Seperti yang aku bilang, Jun ini memang ajaib orangnya .
Ajaib imajinasinya.
Terlihat diawal episode,doski ditampilkan ngeluh.
Ngeluh salju, ngeluh karena musti ngebawa jalan2
anjing konsumer mereka, bawel karena ga ditolongin secara sigap oleh
Matsui-san dan Batsu-san. Highlight di episode ini adalah adegan
'super duper high-imagination'nya si Jun level pertama.
Level pertama aja menurutku ini udah wow banget, karena sampe2 berinteraksi
dengan 911 disana. Susah kaaaan jadinya..Mana Batsu-san juga bermasalah
gara2 terobsesi pengen pake kostum Power Ranger merah.
Highlight kedua adalah gadis penjual korek api. Kompleks..pleks..hehe
tapi jadinya lucu hehehe, lanjutnya ke episode 5 nih
EPISODE 3: 7 STARS
Episode ini juga menurutku lucu banget. Jun dengan imajinasinya, mikir kalo
Momo-san, si pemilih bar itu naksir dia. Kepedean banget nih :D
Kacau! Dia juga mikir Matsui-san dan Momo-san adalah pasangan gay.
Sebenarnya sih, aku cukup terganggu dengan lebaynya Okada Masaki disini.
Tapi disini sih, udah ga kedengeran lagi ngeluhnya si Jun disuruh ikutan
bersihin salju, walopun tetep kerjanya masih setengah hati. Tapi tetep aja
masih suka ngeluh, komentar, suka bawel, ahh rese'nya persis aku kayaknya
hahaha Disini Jun masih tetep kekeuh bilang Batsu-san bukan bapak kandungnya.
Hmm, satu yang bikin aku penasaran, ada adegan dimana Batsu-san nampar si
Jun gara2 si Jun mengkonfrontasi profesi pembersih salju didepan Matsui-san
dan Batsu-san. Tapi kameranya nyorot gundam yang ada di belakang Jun (yang
deket jendela), itu pasti ada sesuatu tuh...
Sejauh ini, aku malah berpikir ini semua mimpi belaka Jun.
Disini kasian juga pas tau kisah hidupnya si Matsui-san.
Adegan lucu ada adegan mabuknya si Jun gara2 teh olong-nya dicampur bir
sama Batsu-san. Highlightnya yaaa pas Jun minta ditemenin oleh Batsu-san
untuk mengkonfrontasi Momo-san yang dianggap Jun naksir dia.
Jun ngaku2 ganteng! Hahahhaa..dihinalah sama si Batsu-san..
Dan lagi-lagi, imajinasi tingkat lebay si Jun inilah pembuat masalahnya..
Episode ini recomm abis. Lucu banget liat muka lebaynya Jun jadi muka panik
pas tau semua imajinasi dia hanyalah imajinasi semata doang.
Seneng banget, aku ngeliat si Jun dipukul sama Batsu-san, siapa suruh
imajinasinya gitu?? Untung ga jadi fitnah..
Serius kasian liat Momo-san digituin~
EPISODE 4: 6 STARS
Setelah ngeliat ending dari episode ini, aku baru ngeh bahwa semua keajaiban
yg terjadi pada Jun pas doski bangun pagi sebenarnya bisa jadi tindakan dari
doski yang hangover. Ini cerita tentang 'Yuki'.
Sepanjang aku liat, disini banyak kesamaan2 tindakan Matsui dengan Jun shg
aku jadi (naaah...aku jadi mirip Jun berimajinasi gini~~) mikir, jangan2
Jun itu sebenarnya anaknya Matsui-san hahahhahah
Di episode ini, ada moral value. Serius, di episode inilah yang menurutku
keren gitu, ada maknanya..ga kayak episode2 sebelumnya..
Last thing, hahahah aku seneng banget ngeliat Jun 'dibully' kayak gitu hahaa
Ehhh, stop sini dulu yoooh
Sesok tak lanjutkan kabeh buat episode 5 ampe 9.
P.S : Aku nulis review ini untuk kepuasan pribadi lohhh ya~~
Hei, aku mau tulis review sebuah dorama Jepang yang sedang aku ikuti.
Judulnya 'Incovenient Handymen', atau kalau di judul aslinya 不便-な-便利屋
Itu dibaca Fuben-na-Benriya.
Sebelumnya, mungkin aku jelasin detail luarnya dulu.
Jadi dorama ini (sedang) ditayangkan di TV Tokyo, tiap hari Jumat,
jam....jamnya lupa hehe
Pemerannya ada aktor kawakan Kenichi Endo yang jadi Umemoto Soichi a.k.a
Batsu-san ,
aktor kece Suzuki Kosoke yang jadi Matsui Hideo,
dan si 'Sekime-kun' Okada Masaki yang jadi Takeyama Jun.
Mereka bertiga itu yaaaa yang punya profesi 'handymen' itu sendiri.
Inti dorama ini, Okada Masaki itu terdampar di suatu desa pelosok di Hokkaido,
dan Kenichi Endo ngaku2 beliau adalah bapaknya Jun. Tujuan dorama sih MUNGKIN
melakukan 'pembuktian' dari ucapan Kenichi Endo tsb, yaaa tapi namanya sinetron
kan pasti diselipkan kejadian2 lain...
Sampe tanggal tulisan ini aku posting, episode dorama ini sudah sampe 9
episode, dan baru 8 episode saja yang sudah di-subtitle bahasa Inggris.
Terima kasih sekali kepada tim dari d-addict.com yang mau ngetranslate dorama ini.
Thank you @Mochi :)
Siapapun engkau, bagaimanapun sosokmu, dirimu sangat-sangat-sangat membantu
sekali.
Melakukan alihbahasa adalah salah satu hal yang paling aku hormati
didunia ini (y)
Jadi aslinya dorama ini udah selesai shooting (yoailah, sekarang udh masuk
summer, sdgkn lokasi shooting tempat bersalju, tak mungkin lah yaaaa..)
Back! Back!
Jadi..sebenarnya, saya ga terlalu ngikutin drama Korea ato dorama Jepang
lagi. Drama/dorama yg lagi trend sekalipun, aku bisa aja ga tertarik
buat nonton.
Tau dorama ini pun sebenarnya kebetulan.
Pas ngecek di list, ternyata ada Okada Masaki lagi maen dorama baru.
Aku penasaran sama akting terbarunya Okada Masaki, so that's why aku
coba nonton dorama ini.
Sebagai penyuka Okada Masaki, aku lebih suka aktingnya sebagai aktor dalam film,
bukan aktor dalam dorama.
Karena...karena...hmm karena aktingnya cenderung membosankan jika diikuti
terlalu lama, HAHAHAHAHAHHAHAHAHAH, maaf ya Masaki-kun~
Tapi eh tapi, aku jadi ngikutin dorama ini karena aktingnya aktor Kenichi yg
kocak tp tetep misterius.
Kayak biasa.
Daaaaan, seengaknya ada satu aktor yg aku tau. Yang jadi pemilik bar itu, Taro Momono, diperankan oleh Yoji Tanaka.
Dorama ini sebenarnya, ga bagus2 banget.
Gimana ya, jalan ceritanya itu membuat aku sendiri harus nonton berulang kali karena ingin menemukan sisi
lucunya dari dorama ini.
Adegan2 lucu dari dorama ini ga 'meledak' kayak yang aku perkirakan.
Tapi lebih ke tindakan2 kecil dari adegan2 kecil.
Dan dorama ini juga menyisipkan 'kemisteriusan', sehingga memang mau ga mau,
biar ngeh, aku harus nonton tiap episodenya lebih dari sekali.
Sebenarnya semua kemungkinan solusi/jawaban dr 'kemisteriusan' setiap episode
dorama ini sudah bisa aku gambarkan, tapi trkdg, yang bikin bingung itu yaaa
kesimpulan yang dibikin si Jun alias skripnya si Okada Masaki di dorama ini.
Imajinasinya dianggap ketinggian- bahkan sampe si Matsui-san pernah bilang di
episode 8 mikir mungkin si Jun ini punya delusional disorder- sebenarnya
'akan dianggap sah-sah saja' kalo cara ngomongnya itu ga lebay.
Tapi di dorama ini si Okada Masaki emang harus lebay gitu.
Geleng-geleng aku setiap ngeliat dia udah mulai akting lebay ketika
membuat kesimpulan sendiri dari kejadian2 yang terjadi didesa mereka.
Rating tiap episode: ( dari skala 10)
EPISODE 1: 4 STAR
Ini cerita kenapa si Jun bisa terdampar di desa pelosok di Hokkaido ini.
Terdampar, diaku-akuin anak sama orang asing, berada di bar dengan orang2
berpakaian aneh bin ga jelas, diajak mabuk2an, bangun2 pake kostum kelinci,
dipekerjakan jadi 'outsourching' tanpa alasan jelas, dibayar 500 yen pula...
wadoooh! Mana aslinya, doski juga ada masalah sama sutradara yang mau ngebikin
film dari bukunya si Jun. Suerlah, kasian juga sih~~
Kalo segi menilai kisahnya Jun sih emang miris (tujuan kemana, nyampenya
kemana, nasibnya juga ngenes) , tapi dari segi jalan cerita, aku masih belum dapet
feel dari episode ini.
Adegan lucunya terkesan maksa.
Nampilin area bersaljunya juga terlalu keseringan, menurutku....
Tapi udah keliatan sih ajaibnya karakternya Jun disini~
EPISODE 2: 2 STARS
Seperti yang aku bilang, Jun ini memang ajaib orangnya .
Ajaib imajinasinya.
Terlihat diawal episode,doski ditampilkan ngeluh.
Ngeluh salju, ngeluh karena musti ngebawa jalan2
anjing konsumer mereka, bawel karena ga ditolongin secara sigap oleh
Matsui-san dan Batsu-san. Highlight di episode ini adalah adegan
'super duper high-imagination'nya si Jun level pertama.
Level pertama aja menurutku ini udah wow banget, karena sampe2 berinteraksi
dengan 911 disana. Susah kaaaan jadinya..Mana Batsu-san juga bermasalah
gara2 terobsesi pengen pake kostum Power Ranger merah.
Highlight kedua adalah gadis penjual korek api. Kompleks..pleks..hehe
tapi jadinya lucu hehehe, lanjutnya ke episode 5 nih
EPISODE 3: 7 STARS
Episode ini juga menurutku lucu banget. Jun dengan imajinasinya, mikir kalo
Momo-san, si pemilih bar itu naksir dia. Kepedean banget nih :D
Kacau! Dia juga mikir Matsui-san dan Momo-san adalah pasangan gay.
Sebenarnya sih, aku cukup terganggu dengan lebaynya Okada Masaki disini.
Tapi disini sih, udah ga kedengeran lagi ngeluhnya si Jun disuruh ikutan
bersihin salju, walopun tetep kerjanya masih setengah hati. Tapi tetep aja
masih suka ngeluh, komentar, suka bawel, ahh rese'nya persis aku kayaknya
hahaha Disini Jun masih tetep kekeuh bilang Batsu-san bukan bapak kandungnya.
Hmm, satu yang bikin aku penasaran, ada adegan dimana Batsu-san nampar si
Jun gara2 si Jun mengkonfrontasi profesi pembersih salju didepan Matsui-san
dan Batsu-san. Tapi kameranya nyorot gundam yang ada di belakang Jun (yang
deket jendela), itu pasti ada sesuatu tuh...
Sejauh ini, aku malah berpikir ini semua mimpi belaka Jun.
Disini kasian juga pas tau kisah hidupnya si Matsui-san.
Adegan lucu ada adegan mabuknya si Jun gara2 teh olong-nya dicampur bir
sama Batsu-san. Highlightnya yaaa pas Jun minta ditemenin oleh Batsu-san
untuk mengkonfrontasi Momo-san yang dianggap Jun naksir dia.
Jun ngaku2 ganteng! Hahahhaa..dihinalah sama si Batsu-san..
Dan lagi-lagi, imajinasi tingkat lebay si Jun inilah pembuat masalahnya..
Episode ini recomm abis. Lucu banget liat muka lebaynya Jun jadi muka panik
pas tau semua imajinasi dia hanyalah imajinasi semata doang.
Seneng banget, aku ngeliat si Jun dipukul sama Batsu-san, siapa suruh
imajinasinya gitu?? Untung ga jadi fitnah..
Serius kasian liat Momo-san digituin~
EPISODE 4: 6 STARS
Setelah ngeliat ending dari episode ini, aku baru ngeh bahwa semua keajaiban
yg terjadi pada Jun pas doski bangun pagi sebenarnya bisa jadi tindakan dari
doski yang hangover. Ini cerita tentang 'Yuki'.
Sepanjang aku liat, disini banyak kesamaan2 tindakan Matsui dengan Jun shg
aku jadi (naaah...aku jadi mirip Jun berimajinasi gini~~) mikir, jangan2
Jun itu sebenarnya anaknya Matsui-san hahahhahah
Di episode ini, ada moral value. Serius, di episode inilah yang menurutku
keren gitu, ada maknanya..ga kayak episode2 sebelumnya..
Last thing, hahahah aku seneng banget ngeliat Jun 'dibully' kayak gitu hahaa
Ehhh, stop sini dulu yoooh
Sesok tak lanjutkan kabeh buat episode 5 ampe 9.
P.S : Aku nulis review ini untuk kepuasan pribadi lohhh ya~~
Senin, 08 Juni 2015
Something is Fckn Wrong with My Brain Setting.
Hai blog.
Aku membutuhkanmu.
Baiklah, aku ingin memberitahu sesuatu.
Aku ga bisa ngoding.
Orang-orang di planet saturnus pun tau hal ini.
Blog, lo tau..kenapa gue bisa masuk, memilih masuk, memilih bertahan, memilih memaksakan ketololan-
Ok gue ceritain dari awal. Sangat awal.
Jangankan bermimpi, atau berimajinasi sekalipun, bahkan mengenal istilah 'pemograman komputer' pun aku buta dan tuli. BUTA dan TULI. Sangat buta dan sangat tuli.
Aku mengenal apa itu komputer, bagaimana itu komputer, dari game.
Sebagai manusia dengan sistem kerja otak yang mengandalkan visual dan listening, game adalah hal pertama yang membuat aku jatuh cinta dengan komputer. Aku bisa bahagia. Aku merasa keren karena bermain game. Hingga tercetus pemikiran 'AKU MAU BIKIN GAME' dan 'GIMANA SIH BIKIN GAME ITU?'
But! Ini hanya pemikiran, bukan cita-cita.
Sepanjang gue hidup, ga pernah terlintas dipikiran gue untuk jadi programmer komputer.
Gue hanyalah penikmat game semata.
Gue hanya konsumer komputer semata.
Gue ga pernah kepikiran dan ga pernah penasaran gimana cara kerja komputer itu.
Sebagai manusia dengan prinsip OUTPUT LEARNER, gue harus melihat dulu hasil sesuatu dari suatu percobaan, supaya aku bisa mencobanya.
Aku harus melihat,
baru aku terpesona,
baru aku bisa menanyakan apakah otakku bisa melakukan hal itu,
jika bisa, aku akan mengumpulkan kepercayaan diriku supaya 'aku-aku' yang lain terinspirasi juga dan mau membantuku,
setelah mereka terinspirasi, baru aku merasa butuh untuk menguasai informasi itu,
baru informasi itu aku ijinkan untuk disimpan ke otakku.
Setelah semua informasi masuk dan tersimpan di otakku, aku pastikan kepadamu, aku bahkan bisa melakukan lebih baik dari siapapun.
Dari kecil, tidak ada seorangpun yang memuji keberhasilanku terhadap sesuatu. Tidak ada yang memberiku support sebelum melakukan sesuatu. Dan tidak ada pujian jika aku bisa melakukan sesuatu.
Ego, yang membuatku- membuat aku yang buta dan tuli ngoding ini, memilih untuk masuk dan bertahan di jurusan pemogram seperti ini.
Kau tau kan, blog, kakakku berada di jurusan Kedokteran. Aku senang dia masuk karena aku tau dia memang ingin masuk ke jurusan tersebut dan dia memang mampu.
Tapi sebagai orang yang terlahir dengan settingan otak seperti saya ini, saya merasa sangat 'bangsat' terlahir dengan posisi sebagai adiknya.
"Adik harus bisa sesukses atau lebih sukses dari kakaknya."
"Anak harus bisa serata atau harusnya, lebih tinggi dari orangtuanya."
Hidup dibawah bayang2 'mimpi orang tua' itu saja sudah memberatkan hati, sekarang nasibku makin apes dengan hidup dibawah bayang2 kakak seorang dokter.
Aku tak bodoh, blog. Seribu persen aku yakinkan padamu, aku tidak bodoh. Hanya yang sering membuatku terlihat bodoh dan ikutan berpikir bahwa aku bodoh adalah 'kakakku'.
Karakterku dan karakternya berbeda.
Aku tomboy, dia sangat feminim.
Aku lebih suka main game, dia lebih suka membantu membersihkan rumah.
Aku lebih suka menggambar dan mewarnai, dia lebih suka mengerjakan hitung-hitungan.
Aku lebih suka berdiam di beranda samping kelas, dia lebih suka berkumpul dengan teman-temannya di ruangan OSIS.
Aku lebih duduk diperpus baca buku ensiklopedi, dia lebih suka membuat kelompok belajar.
Aku sangat tidak agamis, dan dia sangat sangat sangat agamis.
Aku suka musik rock/metal, dia suka musik pop.
Aku suka baca komik, dia suka baca Alkitab.
Aku tidak populer- KARENA MEMANG MEMILIH UNTUK TIDAK INGIN JADI POPULER, sedangkan dia memang/sangat populer sebagai student model, langganan beasiswa, langganan jadi pemandu upacara, blabla.
Aku hanya..... carefree.
Aku disetting beda dengannya. Beda karakter, beda nasib. Beda semua.
AKU....juga bisa mengerjakan soal matematika, sama seperti yg dia kerjakan.
AKU...juga cakap berbahasa Inggris, sama seperti dia.
AKU...juga jadi anggota upacara, tapi aku memilih untuk tidak jadi pembawa bendera seperti dia, tapi aku memilih dengan kebisaanku, jadi dirigen.
AKU sebenarnya tak suka makan sayur, tapi hidup dengan mendengar bahwa mama begitu memujanya hanya karena dia suka makan sayur, akupun merasa 'Aku harus bisa juga makan sayur'. Konyol bukan settingan otakku? Konyol! Konyol!! Ini adalah salah satu dari sekian juta alasan aku membenci Mamaku.
Buku apa yang dia baca, juga aku baca. Tapi aku yakinkan, dia tidak membaca buku apa yang sudah aku baca.
Hei Manusia-Manusia, jangan bandingkan kami karena saya ini sedang tidak menawarkan barang/jasa apapun sehingga saya bisa diperbandingkan dengan sesuatu!!
Kau pikir aku tak tau itu? Aku sangat tau! Tapi kalau aku merasa sedang tidak ingin ikut kompetisi, apa kau berhak memasukkan aku secara sewenang-wenang, dalam list peserta? Aku tau kompetisi-kompetisi apa saja yang sudah pasti aku tak bisa, maka jangan masukkan aku. Aku tau kompetisi-kompetisi apa yang membutuhkan keahlianku, maka aku sendiri yang menawarkan diri.
Jelas aku akan kalah.
Jelas aku merasa terhina jika kalah.
HANYA....jangan bandingkan aku dengan yang lain.
AKU HANYA MEMBENCI berada dibawah bayang2nya.
Sepanjang kehidupan bersekolah, TERUS DIBANDINGKAN DENGAN DIA.
Bersekolah ditempat yang sama dengannya sangat menjengkelkan.
OMONGAN GURU.
OMONGAN KELUARGA BESAR.
JANGAN GOSIPKAN AKU DIBELAKANGKU. AKU SAKIT HATI.
Itu melelahkan, masbro, mbakbro.
Kak Grace begini, Kak Grace begitu.
Kak Grace udah gini, udah gitu.
Kok kamu gini, kok kamu gitu.
Temenmu mana, Cha?
Kok ga ikutan kayak kakakmu, Cha?
Kalo aku sedang up dengan teman-temanku, pasti ada saja guru yang langsung membandingkan dengan kakakku yang tidak banyak berulah. Padahal dosaku hanya melawak didepan orang-orang yang menerimaku, memberikan hiburan didepan orang-orang menerimaku sebagai tanda terima kasih mereka mau menerimaku, dan sekali lagi perbandingan ini yang kuterima.
Satu lagi, orang-orang Batak itu berisik. Berisik. Berisik. Berisik. Berisik. Dan super duper tukang ngurusin urusan orang. Itu sangat sangat sangat menjengkelkan.
Tau bagaimana rasanya hidup bersama dengan mindset komunitas Batak dimana 'Dua profesi yang paling dibanggakan oleh orang Batak adalah anaknya bisa jadi dokter atau polisi. Kalo ga bisa keduanya, berarti mantunya yang dokter ato polisi."
INI KAMPRET.
Ini mindset kampret.
Itu yang membuat aku benci dengan dua profesi ini.
Aku serius. Aku benci dengan dua profesi ini, sampai sekarang.
Aku tidak pernah bercita-cita jadi dokter atau jadi polisi.
Tidak pernah dan memang tidak mau.
Karena egolah, yang membuat aku berpikir aku harus mencari sesuatu yang lain- sesuatu yang lebih keren, dari jurusan Kedokteran, yang membuat supaya aku bisa memiliki posisi di mata kedua orangtuaku.
Aku seperti merasa punya beban menggantikan Abangku.
Lapisan-lapisan ego sudah membungkus otakku. Mereka seperti tato, dan akhirnya ku tato.
Otak saya buat ngoding emang disetting super super lambat dan cepat panas pula.
Miris sekali.
Aku membutuhkanmu.
Baiklah, aku ingin memberitahu sesuatu.
Aku ga bisa ngoding.
Orang-orang di planet saturnus pun tau hal ini.
Kenapa?
Kenapa, nyet?
Ngapain lo masuk di jurusan pemograman komputer kalo ga bisa ngoding?
Blog, lo tau..kenapa gue bisa masuk, memilih masuk, memilih bertahan, memilih memaksakan ketololan-
Ga. Gue ga tau.
Ah nyet! Lupa lagi lo!
Yahh, lo kagak pernah cerita. Mana bisa gue tau isi otak lo, Nyet..
Ok gue ceritain dari awal. Sangat awal.
Jangankan bermimpi, atau berimajinasi sekalipun, bahkan mengenal istilah 'pemograman komputer' pun aku buta dan tuli. BUTA dan TULI. Sangat buta dan sangat tuli.
Aku mengenal apa itu komputer, bagaimana itu komputer, dari game.
Sebagai manusia dengan sistem kerja otak yang mengandalkan visual dan listening, game adalah hal pertama yang membuat aku jatuh cinta dengan komputer. Aku bisa bahagia. Aku merasa keren karena bermain game. Hingga tercetus pemikiran 'AKU MAU BIKIN GAME' dan 'GIMANA SIH BIKIN GAME ITU?'
But! Ini hanya pemikiran, bukan cita-cita.
Sepanjang gue hidup, ga pernah terlintas dipikiran gue untuk jadi programmer komputer.
Gue hanyalah penikmat game semata.
Gue hanya konsumer komputer semata.
Gue ga pernah kepikiran dan ga pernah penasaran gimana cara kerja komputer itu.
Sebagai manusia dengan prinsip OUTPUT LEARNER, gue harus melihat dulu hasil sesuatu dari suatu percobaan, supaya aku bisa mencobanya.
Aku harus melihat,
baru aku terpesona,
baru aku bisa menanyakan apakah otakku bisa melakukan hal itu,
jika bisa, aku akan mengumpulkan kepercayaan diriku supaya 'aku-aku' yang lain terinspirasi juga dan mau membantuku,
setelah mereka terinspirasi, baru aku merasa butuh untuk menguasai informasi itu,
baru informasi itu aku ijinkan untuk disimpan ke otakku.
Setelah semua informasi masuk dan tersimpan di otakku, aku pastikan kepadamu, aku bahkan bisa melakukan lebih baik dari siapapun.
Terus, hubungan sama ngoding itu?Aku menerima ngoding, bukan karena aku terpesona, TAPI KARENA EGO.
Dari kecil, tidak ada seorangpun yang memuji keberhasilanku terhadap sesuatu. Tidak ada yang memberiku support sebelum melakukan sesuatu. Dan tidak ada pujian jika aku bisa melakukan sesuatu.
Ego, yang membuatku- membuat aku yang buta dan tuli ngoding ini, memilih untuk masuk dan bertahan di jurusan pemogram seperti ini.
Kau tau kan, blog, kakakku berada di jurusan Kedokteran. Aku senang dia masuk karena aku tau dia memang ingin masuk ke jurusan tersebut dan dia memang mampu.
Tapi sebagai orang yang terlahir dengan settingan otak seperti saya ini, saya merasa sangat 'bangsat' terlahir dengan posisi sebagai adiknya.
"Adik harus bisa sesukses atau lebih sukses dari kakaknya."
"Anak harus bisa serata atau harusnya, lebih tinggi dari orangtuanya."
Hidup dibawah bayang2 'mimpi orang tua' itu saja sudah memberatkan hati, sekarang nasibku makin apes dengan hidup dibawah bayang2 kakak seorang dokter.
Aku tak bodoh, blog. Seribu persen aku yakinkan padamu, aku tidak bodoh. Hanya yang sering membuatku terlihat bodoh dan ikutan berpikir bahwa aku bodoh adalah 'kakakku'.
Karakterku dan karakternya berbeda.
Aku tomboy, dia sangat feminim.
Aku lebih suka main game, dia lebih suka membantu membersihkan rumah.
Aku lebih suka menggambar dan mewarnai, dia lebih suka mengerjakan hitung-hitungan.
Aku lebih suka berdiam di beranda samping kelas, dia lebih suka berkumpul dengan teman-temannya di ruangan OSIS.
Aku lebih duduk diperpus baca buku ensiklopedi, dia lebih suka membuat kelompok belajar.
Aku sangat tidak agamis, dan dia sangat sangat sangat agamis.
Aku suka musik rock/metal, dia suka musik pop.
Aku suka baca komik, dia suka baca Alkitab.
Aku tidak populer- KARENA MEMANG MEMILIH UNTUK TIDAK INGIN JADI POPULER, sedangkan dia memang/sangat populer sebagai student model, langganan beasiswa, langganan jadi pemandu upacara, blabla.
Aku hanya..... carefree.
Aku disetting beda dengannya. Beda karakter, beda nasib. Beda semua.
AKU....juga bisa mengerjakan soal matematika, sama seperti yg dia kerjakan.
AKU...juga cakap berbahasa Inggris, sama seperti dia.
AKU...juga jadi anggota upacara, tapi aku memilih untuk tidak jadi pembawa bendera seperti dia, tapi aku memilih dengan kebisaanku, jadi dirigen.
AKU sebenarnya tak suka makan sayur, tapi hidup dengan mendengar bahwa mama begitu memujanya hanya karena dia suka makan sayur, akupun merasa 'Aku harus bisa juga makan sayur'. Konyol bukan settingan otakku? Konyol! Konyol!! Ini adalah salah satu dari sekian juta alasan aku membenci Mamaku.
Buku apa yang dia baca, juga aku baca. Tapi aku yakinkan, dia tidak membaca buku apa yang sudah aku baca.
Hei Manusia-Manusia, jangan bandingkan kami karena saya ini sedang tidak menawarkan barang/jasa apapun sehingga saya bisa diperbandingkan dengan sesuatu!!
Hidup itu perbandingan, Cha. Hidup itu kompetisi!
Kau pikir aku tak tau itu? Aku sangat tau! Tapi kalau aku merasa sedang tidak ingin ikut kompetisi, apa kau berhak memasukkan aku secara sewenang-wenang, dalam list peserta? Aku tau kompetisi-kompetisi apa saja yang sudah pasti aku tak bisa, maka jangan masukkan aku. Aku tau kompetisi-kompetisi apa yang membutuhkan keahlianku, maka aku sendiri yang menawarkan diri.
Jelas aku akan kalah.
Jelas aku merasa terhina jika kalah.
HANYA....jangan bandingkan aku dengan yang lain.
AKU HANYA MEMBENCI berada dibawah bayang2nya.
Sepanjang kehidupan bersekolah, TERUS DIBANDINGKAN DENGAN DIA.
Bersekolah ditempat yang sama dengannya sangat menjengkelkan.
OMONGAN GURU.
OMONGAN KELUARGA BESAR.
JANGAN GOSIPKAN AKU DIBELAKANGKU. AKU SAKIT HATI.
Itu melelahkan, masbro, mbakbro.
Kak Grace begini, Kak Grace begitu.
Kak Grace udah gini, udah gitu.
Kok kamu gini, kok kamu gitu.
Temenmu mana, Cha?
Kok ga ikutan kayak kakakmu, Cha?
Kalo aku sedang up dengan teman-temanku, pasti ada saja guru yang langsung membandingkan dengan kakakku yang tidak banyak berulah. Padahal dosaku hanya melawak didepan orang-orang yang menerimaku, memberikan hiburan didepan orang-orang menerimaku sebagai tanda terima kasih mereka mau menerimaku, dan sekali lagi perbandingan ini yang kuterima.
Satu lagi, orang-orang Batak itu berisik. Berisik. Berisik. Berisik. Berisik. Dan super duper tukang ngurusin urusan orang. Itu sangat sangat sangat menjengkelkan.
Tau bagaimana rasanya hidup bersama dengan mindset komunitas Batak dimana 'Dua profesi yang paling dibanggakan oleh orang Batak adalah anaknya bisa jadi dokter atau polisi. Kalo ga bisa keduanya, berarti mantunya yang dokter ato polisi."
INI KAMPRET.
Ini mindset kampret.
Itu yang membuat aku benci dengan dua profesi ini.
Aku serius. Aku benci dengan dua profesi ini, sampai sekarang.
Aku tidak pernah bercita-cita jadi dokter atau jadi polisi.
Tidak pernah dan memang tidak mau.
Karena egolah, yang membuat aku berpikir aku harus mencari sesuatu yang lain- sesuatu yang lebih keren, dari jurusan Kedokteran, yang membuat supaya aku bisa memiliki posisi di mata kedua orangtuaku.
Aku seperti merasa punya beban menggantikan Abangku.
Lapisan-lapisan ego sudah membungkus otakku. Mereka seperti tato, dan akhirnya ku tato.
Otak saya buat ngoding emang disetting super super lambat dan cepat panas pula.
Miris sekali.
Langganan:
Postingan (Atom)