Minggu, 14 Juni 2015

Berpikir 02

Terkadang yang ngemalesin dari orang itu adalah basa-basi.
Berbasa-basi.
Tapi tidak bisa disalahkan juga. Beberapa hal ngemalesin harus dimaklumi di bumi ini.

Setiap orang punya cara unik tersendiri ketika berbasa-basi.
Namun yang harus diperhatikan dari kegiatan berbasa-basi adalah TUJUANNYA.
Kemudian harus diperhatikan, KARAKTER TARGET yang Anda ajak berbasa-basi itu bagaimana.

Berbasa-basi itu lumrah kok.
Maklum.
Semua manusia memakluminya.
Sayapun pernah berbasa-basi, dan harus bisa berbasa-basi jika memang dibutuhkan.
Sudah banyak korban berbasa-basi saya.
Dan banyak juga yang mungkin terluka dan sakit karena itu.
Namun, jika tujuannya untuk MEMINTA TOLONG orang, harus dan sangat harus dimaklumi.
Saya akui saya sering berlindung di balik tameng 'MINTA TOLONG' ke orang karena disuruh orang tua saya, yang pada akhirnya itu membuat saya kehilangan rasa percaya diri saya.
Sikap saya ini adalah sikap yang buruk yang tidak pantas dicontoh.




Namun, seiring berjalannya waktu, karena kekurangan saya itu, ada after-effect ke saya.
Saya jadi mampu membedakan 'wajah' orang ketika menyampaikan kalimat basa-basi.
Sebagai orang yang ga punya kemampuan kayak saya, ya saya tolong kalo emang mood saya lagi normal.
Ketika itu adlh sesuatu yg masih bisa saya kerjakan.


Tidak ada yg salah dengan berbasa-basi ketika meminta tolong ke orang.

Tapi, jangan sampai Anda berbasa-basi dengan menggunakan kebohongan.
Apalagi terhadap orang yang punya tingkat inteligensi dari Anda.
Baca : Tingkat Inteligensi.
Menipu orang yang umurnya lebih tua, jika mampu, ya silahkan ditanggung resikonya.
Tapi jika targetnya 'menipu' orang yang tingkat inteligensinya lebih tinggi, ya harus
lebih subtle biar ga dihina.

Ya kembali lagi, semua tindakan manusia2 itu harus bisa saling mentolerir.
Berbohong dan berbasa-basi itu ya silahkan, asal liat sikon.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar