Senin, 27 Januari 2014

Menulis...(38)

Ahh blog, aku ingin menulis lagi.
Aku merasa tidak terganggu beberapa hari, lebih tepatnya aku cenderung sangat malas dan benar-benar menjadi pemalas. Aku membiarkan diriku nyaman di kondisi seperti ini. Yah aku belum berani untuk memaksa diriku sendiri.

Blog, aku ingin kau tahu mengapa aku menyukai hal-hal ini.
Kau tau kenapa aku suka orang menggambar, aku suka desain, aku suka foto, aku suka karena aku bisa. Aku merasa aku punya kemampuan menganalisis keindahan yang sama seperti mereka, namun aku terlalu takut untuk tidak punya uang. Aku tidak takut orang menggunakan gambarku, hasil karyaku, keindahanku, aku hanya butuh mereka mengiyakan kemampuanku, meyakini kemampuanku, dan I'll give my best for them.
But sometimes, they don't understand, and only pressure I've got.

Dan, aku hanya menyukai melihat langit malam hingga tertidur. Kau mengerti kan betapa sejak kecil aku senang sendirian di teras rumah, sendirian menatap langit dan berharap tertidur. Satu harapku, tidak digigit nyamuk dan tidak turun hujan. Merasakan itu, membuatku nyaman. Aku ingin menghampiri mereka dengan cara menjadi astronot. Bagaimana rasanya tertidur akan segera terganti dengan bagaimana rasanya melayang. Bagaimana rasanya menyentuh benda-benda yang hanya bisa aku pandang di malam hari. Bagaimana rasanya terbang, melayang, tak tersentuh. Ahh kau tau, aku merasa sangat keren hanya dengan membayangkannya saja. Aku tau aku juga tak cukup pintar untuk menjadi anggota NASA, tapi kau tau kan, aku ingin menjadi astronot karena aku merasa aku akan sangat sangat keren jika bersama orang-orang yang keren juga.

Ilmu komputasi ini membuatku sedikit berpikir ulang bahwa hidupku memang harusnya sejalan dengan STEM. Tapi aku menemukan TED, dan sebenarnya hatiku terbagi dua. Kau tau, aku akan selalu ga mampu dipaksa menyukai sesuatu yang aku tidak tau, tidak aku kenal, dan tidak sering aku lihat.

Menulis...(37)

Hi blog, lama tidak bertemu.
Ahh sebenarnya aku tidak terlalu sibuk, hanya aku akui, akhir2 ini aku belum punya masalah yang bisa kuceritakan padamu.
I just tried to be normal, yeaaah it sounds bullshit but at least, i try dude :)

Ahh kau ingat kapan aku memeriksa diriku tahun lalu? Sekitar September-November tahun lalu, moodku benar-benar tidak bagus, dan disitulah masa depresi saya jauh luar biasa ketimbang bulan2 yang lain.

Kau mengerti kan blog, betapa sulit untuk berpisah dari bipolar ini. Kau tau, aku sebenarnya tidak bangga terhadapnya tapi aku harus belajar hidup dengannya. Aku nyaman dengan aku punya mood seperti ini, sehingga aku tidak perlu menyalahkan 'aku' bahwa aku adalah orang yang rendah diri, tidak baik, dan tidak mempunyai apa-apa yang bisa melindungiku.

Kau mengerti kan betapa aku tidak bisa menempatkan dimana id, ego, dan superego. Terkadang aku sedikit kabur mengenal mereka. Kau tau, aku terlalu disugesti. Sebagai orang yang bergolongan darah B, aku selalu mengiyakan apa yang ditulis orang tentang kepribadian bergolongan darah ini. Yeah, I'm so proud of it. Mungkin karena masa kecilku, aku sendiri sering dipermainkan dengan inisial ini.

Blog, kau mengerti kan betapa aku ingin seperti bapakku. Tapi aku tidak memungkiri aku senang membaca, tapi lebih lagi, aku lebih tertarik pada gambar. Kau tau kan kesukaanku, melihat jejeran buku2 import di toko buku. Buku2 itu seakan memaksaku menjadi diriku yang lama, diriku yang sengaja jarang kutunjukkan. Aku hanya penikmat keindahan, ini adalah bagaimana caraku menangani betapa bodohnya aku tidak menerima kesukaan itu.
Blog, sampaikan terima kasih kepada kedua orangtuaku. Tolong jangan buat mereka khawatir bahwa aku telat lulus di bangku perkuliahanku. Aku tau aku salah menempatkan egoku empat tahun yang lalu. Dan jelaslah itu kesalahan paling fatal.

Selasa, 07 Januari 2014

Senin, 06 Januari 2014

Berpikir...(29)

Hai blog, lama ga bertemu. Sepertinya memang aku sombong jika aku sedang bahagia dan hanya mendatangimu ketika aku sedih.

Blog..kapan ya aku terakhir kesini? Aku merasa kebahagiaanku yang kemarin sudah begitu lama terjadi, dan cukup lama, dan aku baru ingin kesini..sekarang.
Maafkan aku.

Blog, i feel so depressed, again.
Tadi aku lagi maen ke kostnya mbak Ifa bareng mbak Icha Bali jg. Mungkin dari sini penyebab awalnya.
Mamaku menelepon menanyakan bagaimana skripsiku.
Yes, I hate hearing it. So much. Bukannya aku ga senang mereka menanyakan bagaimana perkuliahanku, tapi aku menyalahkan pribadiku yang buruk, pemikiranku yang buruk jika mereka sudah berbuat demikian. Terkadang aku capek dan sakit hati jika mereka hanya mengulang dan menyarankan hal yang menurutku AKU KURANG DI DALAMNYA. I have my own pride.
Mama masih nanya-nanya lagi kapan aku lulus, berapa mata kuliah lagi yang musti diambil, coba tanya-tanya ke orang-ke temanmu buat TA itu, ajak makan bareng kalo perlu buat minta belajar....AKU UDAH NGELAKUIN ITU DENGAN CARAKU!! Dan ketika aku udah agak sedikit malas menanggapinya, mereka langsung bilang, ya udah itulah ya, kaunya yang kuliah, kaulah yang tau bagaimana yang mau kau kerjakan..dan blahblahblah

Terkadang aku ingin sekali membenci keluargaku sendiri. Kau tau kan itu blog. Betapa banyak hal bisa buat aku kecewa, dan begitu banyak hal yang bisa aku benci.
Maksudnya, sekarang aku sedang proses. Sedang. Aku juga akan menghadapi seminar proposal. Aku takut, dan sekarang aku jadi tambah takut kalo emosiku kambuh dan merusak minatku akan semua hal yang kurancang baik.

Tapi tadi aku mendengar cerita bahwa Yoona SNSD tidak mempunyai seorang Ibu, lebih tepatnya dia dibuang Ibunya. Ahh aku merasa lebih beruntung karena tidak dibuang Ibuku, tapi kembali lagi...ahh aku tak tau mana yang lebih membuatku nyaman.

Dan tadi pas ngobrol aku keceplosan bilang bahwa aku tidak terlalu akrab dengan keluargaku. Bisa kukatakan iya. Keakraban selama ini, bukan keakraban yang kubayangkan dengan indah. Ngobrol okelah, oke. Tapi mungkin karena aku selalu mengingat apa yang orang katakan padaku, itulah mengapa aku jadi lebih sering membenci orang disekitarku, lebih suka menjadi pesimis, dan lebih sering pula aku tidak menyukai hidupku.

Tau kan cerita bagaimana aku tidak menyukai keluargaku...ahhh kemaren kakakku meneleponku. Dia kembali bertanya soal nilaiku. Aku sensitif jika ditanya soal nilai dan IPK karena aku tidak sebaik itu, orang IPKku cuman dua koma. Dia bertanya apakah masih ada nilai D, kubilang ada..ada dua matakuliah ku di semester 2 yang dapet nilai D dan jelas itu tidak bisa diulang karena itu nilai TPB. Aku menangkap penyesalan dari intonasinya, tapi aku juga tidak bisa berbuat apa2.

Ahhh aku harusnya sudah tau, depresi ini akan datang lagi. Akhir-akhir ini aku mendengar lagu clubbing untuk membuat aku bahagia.

Ya kembali lagi aku harus bilang aku ga akrab dengan keluargaku. Jika harus dibilang, kamu kan dimanja waktu kecil, aku lebih memilih tidak dimanja dengan makanan ( MAKANAN YA, ORANGTUA GUE BUKAN KATEGORI YANG RAJIN BELI MAINAN) , yaa akhirnya aku tumbuh menjadi anak yang gendut karena gue selalu lari ke makanan. Tapi gue lebih memilih untuk tidak rajin membeli makanan, jika orangtuaku berhenti melakukan perbandingan untuk anak2nya.

Dengan cerita Mama dan Bapak bahwa waktu mengandung abangku, Bapakku pernah membonceng Mama dan membuatnya jatuh, itu selalu terngiang di otakku. Dan apa yang kamu pikirkan tentang kondisi abangku, benarnya adanya...iya tidak parah, dia tidak cacat fisik tapi dia sedikit memiliki kekurangan. Setiap mengingat itu, selalu aku ingin melindunginya. Melindunginya dari ucapan orang2 jahat, melindunginya dari keluarga besarku yang tidak tau diri, melindunginya dari perbandingan2, melindunginya berarti melindungi keluargaku. Melindungi keluargaku berarti melindungi harga diri keluargaku. Harga diri keluargaku adalah harga matiku.

Terus bagaimana jika aku cuman beripeka dua koma gini? Tapi ketakutan dan kekhawatiran itulah yang tumbuh dan besar bersamaku.

Dulunya aku iri, kemudian iri ini tumbuh menjadi muak melihat orang-orang yang lebih beruntung dari aku. Iya aku iri. Sangat iri. Mereka pandai berpura, mereka kampret, dan mereka yang sebenarnya lebih bodoh dari saya, pintar memaafkan kecantikan mereka untuk menjadi baik dihadapan orang. Ya kasihani saya ini.
Ahhh depresi ini..
Blog, akhir2 ini keluargaku jarang menelepon. Kau tau, aku takut keluargaku sebenarnya nun jauh disana, sudah jatuh miskin, tidak punya uang, tapi mereka masih sempat mengirimkan uang bulananku untukku yang masih kuliah ini.

Blog, saya selalu punya alibi kenapa saya harusnya mati saja. Pertama, saya ga perlu ngerjain skripsi kampret yang dosennya selalu minta perfectness itu. Aku capek. Dia terkadang menyebalkan. Kedua, aku ga perlu merepotkan keluargaku, minta ini itu, dan aku juga perlu kecewa karena ini itu. Aku ga perlu diperbandingkan oleh keluargaku juga, dan ga perlu juga aku berpura untuk memahami hati mereka. Berpura menyukai apapun yang mereka kasih kepadaku. Ketiga, aku ga perlu berpura baik di hadapan Tuhan. Jika aku ingin marah, aku hanya ingin marah,dan Tuhan harus tau kenapa aku hanya bisa memarahi hal yang sama lagi.

Aku merasa bodoh, blog. Bisa selamatkan aku lagi?

Kamis, 02 Januari 2014

Menulis....(36)

Hai blog, saya saaaaaaaaaaangat merindukanmu.
Serius, sebenarnya saya selalu berniat mengunjungmu dari sebelum Tahun Baru, tapi niat itu selalu hilang setelah aku melihat kemalasanku mengetik 'blogger' pada address tab saya.

Ok, blog. Selamat tahun 2014. Terima kasih menemani saya sampai sekarang. Terima kasih karena cuman dirimu yang senantiasa mau aja saya marah-marahi. Please don't get me wrong, kau posisi 4 dalam hal terpenting di hidupku, setelah 'Tuhan', 'Keluarga',dan 'Otak'

Jadi bagaimana Tahun Barumu? Menyenangkan?
Hahahha, aku ya...mood ku cukup bagus dari tanggal 27 Desember kemarin. Tapi sejujurnya aku ga bisa mendeskripsikan emosiku hari ini seperti apa, karena lebih tepatnya aku sedang memaksakan emosiku untuk bahagia.

Yah, tau kan.

Sebenarnya aku malah beruntung jika mood standar ini yang berlaku ketimbang aku harus merasakan awkwardness yang demikian bergejolak. Tau kan blog. Selalu aku berkata pada diriku sendiri, kalopun gejala itu bisa timbul kapanpun, aku tidak akan membiarkannya menjadi lebih besar daripada diriku. Iya, saya masih memelihara 'anjing hitam' itu, dan apapun yang terjadi sulit dia untuk meninggalkan saya.

Mood saya hari ini bisa dibilang cukup sederhana. Tidak terlalu bahagia, tapi tidak juga sedih, padahal saya belum makan, saya juga kurang tidur, TA saya belum selesai. Iya, mungkin karena kemarin saya membaca satu twit yang bilang bahwa orang lebih sering berbohong kepada dirinya sendiri ketimbang orang lain.

Iya itulah yang sering saya lakukan. Saya terlalu sering mendukakakan hati saya sendiri, saya terlalu sering bertindak angkuh, merasa tegar, walau sebenarnya saya tidak dipaksa untuk seperti itu. Tapi saya selalu merasa saya harus kuat karena saya hanya tinggal bersama sosok yang kuanggap Tuhan, bersama blog, bersama otak, dan bersama depresi-depresi itu.

Saya tidak tau apakah ini adalah gejala. Saya mulai berkata-kata sembarangan. Terkadang saya terlalu membiarkan otak saya untuk mengkhawatirkan yang tidak perlu dikhawatirkan, tapi hal itu sebenarnya emang yang saya khawatirkan. Hahhaha bingung kan...

Akhir-akhir ini, saya sudah jarang mengunjungi akun jejaring sosial saya. Ya itu keputusan saya. Saya depresi melihat orang-orang yang lebih bodoh daripada saya. Mereka itu cerdas tapi mereka saya anggap tidak menempatkan 'otak manusia'nya dengan efektif.

Ahh blog, tadi pagi saya bimbingan. Sedih kan saya. Revisi lagi, padahal hari ini hari terakhir pendaftaran gelombang kedua. Sebenarnya aku sedih, soalnya aku bingung bagaimana caranya lagi meyakinkan dosen saya ini, apa yang ingin saya kerjakan. Dia tidak memahami apa yang ingin saya kerjakan, seharusnya jika saya tidak mengerti bagaimana saya ingin melukiskan apa yang ingin saya kerjakan, dia bisa membantu menerapkannya dalam tulisan.

Yahh tapi sudahlah, ini tahun 2014. Target pertama saya pastilah lulus proposal, karena saya merasa bangga dengan skripsi saya, saya pasti mudah mengerjakannnya. Harusnya saya masih terus belajar menyampaikan apa yang ingin saya kerjakan kepada dosen saya ini. Yaaah itu sedikit menyebalkan, mana tadi si dosen nanya IPK saya berapa. Hhahaha kampret beud hhahaa

Ahh okelah, blog. Saya akhir2 ini sudah jarang mengunjungimu, maafkan saya. Saya berjanji, saya akan lebih tiap hari kesini, walo terkadang ga penting-penting banget yang saya tulis. Dan sampai salam ini kepada Bipolar Disorder 2 saya: MARI BERSAHABAT, BUNG..karena sesungguhnya saya juga kurang peka mengerti dirinya.