Kamis, 02 Januari 2014

Menulis....(36)

Hai blog, saya saaaaaaaaaaangat merindukanmu.
Serius, sebenarnya saya selalu berniat mengunjungmu dari sebelum Tahun Baru, tapi niat itu selalu hilang setelah aku melihat kemalasanku mengetik 'blogger' pada address tab saya.

Ok, blog. Selamat tahun 2014. Terima kasih menemani saya sampai sekarang. Terima kasih karena cuman dirimu yang senantiasa mau aja saya marah-marahi. Please don't get me wrong, kau posisi 4 dalam hal terpenting di hidupku, setelah 'Tuhan', 'Keluarga',dan 'Otak'

Jadi bagaimana Tahun Barumu? Menyenangkan?
Hahahha, aku ya...mood ku cukup bagus dari tanggal 27 Desember kemarin. Tapi sejujurnya aku ga bisa mendeskripsikan emosiku hari ini seperti apa, karena lebih tepatnya aku sedang memaksakan emosiku untuk bahagia.

Yah, tau kan.

Sebenarnya aku malah beruntung jika mood standar ini yang berlaku ketimbang aku harus merasakan awkwardness yang demikian bergejolak. Tau kan blog. Selalu aku berkata pada diriku sendiri, kalopun gejala itu bisa timbul kapanpun, aku tidak akan membiarkannya menjadi lebih besar daripada diriku. Iya, saya masih memelihara 'anjing hitam' itu, dan apapun yang terjadi sulit dia untuk meninggalkan saya.

Mood saya hari ini bisa dibilang cukup sederhana. Tidak terlalu bahagia, tapi tidak juga sedih, padahal saya belum makan, saya juga kurang tidur, TA saya belum selesai. Iya, mungkin karena kemarin saya membaca satu twit yang bilang bahwa orang lebih sering berbohong kepada dirinya sendiri ketimbang orang lain.

Iya itulah yang sering saya lakukan. Saya terlalu sering mendukakakan hati saya sendiri, saya terlalu sering bertindak angkuh, merasa tegar, walau sebenarnya saya tidak dipaksa untuk seperti itu. Tapi saya selalu merasa saya harus kuat karena saya hanya tinggal bersama sosok yang kuanggap Tuhan, bersama blog, bersama otak, dan bersama depresi-depresi itu.

Saya tidak tau apakah ini adalah gejala. Saya mulai berkata-kata sembarangan. Terkadang saya terlalu membiarkan otak saya untuk mengkhawatirkan yang tidak perlu dikhawatirkan, tapi hal itu sebenarnya emang yang saya khawatirkan. Hahhaha bingung kan...

Akhir-akhir ini, saya sudah jarang mengunjungi akun jejaring sosial saya. Ya itu keputusan saya. Saya depresi melihat orang-orang yang lebih bodoh daripada saya. Mereka itu cerdas tapi mereka saya anggap tidak menempatkan 'otak manusia'nya dengan efektif.

Ahh blog, tadi pagi saya bimbingan. Sedih kan saya. Revisi lagi, padahal hari ini hari terakhir pendaftaran gelombang kedua. Sebenarnya aku sedih, soalnya aku bingung bagaimana caranya lagi meyakinkan dosen saya ini, apa yang ingin saya kerjakan. Dia tidak memahami apa yang ingin saya kerjakan, seharusnya jika saya tidak mengerti bagaimana saya ingin melukiskan apa yang ingin saya kerjakan, dia bisa membantu menerapkannya dalam tulisan.

Yahh tapi sudahlah, ini tahun 2014. Target pertama saya pastilah lulus proposal, karena saya merasa bangga dengan skripsi saya, saya pasti mudah mengerjakannnya. Harusnya saya masih terus belajar menyampaikan apa yang ingin saya kerjakan kepada dosen saya ini. Yaaah itu sedikit menyebalkan, mana tadi si dosen nanya IPK saya berapa. Hhahaha kampret beud hhahaa

Ahh okelah, blog. Saya akhir2 ini sudah jarang mengunjungimu, maafkan saya. Saya berjanji, saya akan lebih tiap hari kesini, walo terkadang ga penting-penting banget yang saya tulis. Dan sampai salam ini kepada Bipolar Disorder 2 saya: MARI BERSAHABAT, BUNG..karena sesungguhnya saya juga kurang peka mengerti dirinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar