Hi blog, aku datang kembali untuk berbagi satu informasi penting untukmu.
Berhubung kemarin aku sudah berhasil menginstall Lubuntu di laptop yang lama, aku menemui kendala yaitu kursor yang suka ilang-ilangan ketika laptopku lock-screen.
Tips yang kudapat di internet, banyak solusi cara mengatasinya seperti :
1. tekan CTRL + ALT + F1 dilanjutkan CTRL + ALT + F7
Ctrl + Alt + F1 akan menampilkan terminal ukuran layar (tty) , awalnya aku juga terkejut tiba-tiba layar laptopku jadi black screen begitu hehehe, tapi bakal balik lagi ke layar dekstop setelah menekan Ctrl + Alt + F7
Cara ini memang berhasil di Lubuntu 16.04.01 32 bit yang kuinstal tapi diakui tidak efisien karena kalo freeze lagi (lock-screen) yah aku harus melakukan cara itu kembali. Tapi berhubung, ada kemungkinan laptopku mau 'dibajak' orang2 yang bisa aja kampret, gapapa deh, light-lockernya tetep dinyalain. Biarin deh capek, yang penting ga sembarang orang bisa ngejailin laptopku, biar panik mereka pas masukkin pass eh kursornya malah ga ada hahahah
2. Ada juga yang nyaranin
gsettings set org.gnome.settings-daemon.plugins.cursor active false
Aku sih yakin tiap settingan Linux itu beda-beda-tipis jadi triknya beda-beda. Bahkan trik tiap laptop juga beda. Tapi berhubung cara ini yang ngelaporin emang pake Ub.Gnome, yah just in case sih...
3. Matiin Light-Locker
sudo apt-get remove lightlocker
sudo apt-get install xscreensaver
Berhubung ini tadi udah sempet gue sebut di poin no.1, yap, gue mengira mungkin salah satu masalahnya dari Light-locker. Defaultnya emang 'enable' jadi solusinya disable. Tapi kocaknya, kalo LL mau gue remove melalui terminal, resultnya bakal bilang bahwa paket lightlocker tidak bisa dialokasikan. Nah itu dia yang masih gue pelajarin lagi.....LL bisa di-disable via GUInya tapi ga mau diterminal, apakah gue salah pengertian? Mungkin...dan masih jadi misteri untuk dipelajari
update : gue kocak, gue salah ngetik perintah di terminal selama ini, gue bikinnya 'lightlocker' bukan 'light-locker', pantes ga jadi....setelah gue berhasil, LL beneran ga tersedia lagi di preferensi, tapi gue kok jadi kangen yaaaaaa... jadi pengen gue install lagi
4. Lightdm
sudo service lightdm restart atau sudo apt-get install gdm
Ada komen yang ngasih solusi seperti ini, but in my case, ini ga ngefek sama sekali. Mungkin karena tiap laptop dan tiap varian Ubuntu beda-beda jadi yang ini ga bekerja di laptopku. Yang 'lightdm restart' ngefeknya cuman ngerestart, sedangkan 'install gdm' seperti biasa hasilnya unable to locate package, ketika pas diganti jadi lightdm, katanya udah keinstal yang terbaru.
Yah itulah intinya, perintah yang ini ga ngefek sama sekali untuk menampilkan kursor.
Ok, itu aja sih yang baru aku tau, cmiiw
Tips poin 1 ngefek di laptop, hbu?
Jumat, 23 September 2016
Rabu, 21 September 2016
Sejarah Linux
dikutip dari : linuxkita(dot)net
Setelah saya membaca sejarah Linux dari web linuxkita, ternyata kece juga ya Linux. Semoga beneran setelah 'tergigit' Linux, rasa ngefans saya terhadap Linux membuat saya tergerak dan bertahap perlahan mencintai dunia komputerisasi kembali.
Jadi begini, setiap perangkat pintar membutuhkan modul inti untuk OSnya. Modul inti di sebuah OS inilah yang dinamakan 'kernel'. Kernel itu penting banget dan kerjaannya kece banget karena sebagai penghubung antara hardware dengan software juga aplikasi2 lain didalamnya. Kernel juga berguna sebagai pengelola sumber daya komputer/perangkat tersebut.
Berdasarkan tingkat pekerjaan, kernel ada dua macam : STOCK dan CUSTOM
1. Stock kernel = disesuaikan dan diperuntukkan untuk tingkat prosesor dan RAM Smartphone
2. Custom kernel = disesuaikan untuk pekerjaan yang lebih tinggi dari yang bisa dikerjakan prosesor dan RAM Smartphone
Jika pernah dengar istilah distribusi Linux, atau distro Linux itu intinya untuk menjelaskan varian turunan-turunan Linux. Anaknya Linux banyak banget ternyata, dan punya 'jualannya' masing-masing.
Distro Linux sendiri merupakan gabungan software yang membnetuk sebuah OS independen dengan basis kernel Linux.
Sejarah Linux itu bermula dari GNU loh, tapi GNU dan Linux adalah dua hal terpisah.
GNU adalah akronim dari GNU Not Unix, dimana tujuannya membuat OS seperti UNIX tapi sifatnya gratis dan kodingannya terbuka (bisa dioprek). GNU adalah OS independen yang dikembangkan oleh Richard Stallman dengan nama GNU Project.
Pssst, btw UNIX itu dibuat dan dikembangkan oleh Ken Thompson dan Dennis Ritchie loh, itu yang bikin bahasa C, makanya UNIX itu basisnya bahasa C.
GNU sendiri sdh punya kernel namanya 'Hurd' tapi proyek tidak dikembangkan lebih lanjut sehingga matilah GNU tanpa ada kernel yang bisa beroperasi didalamnya.
Nah pas tahun 1991, Linus Torvalds bereksperimen dengan mengopreks Minix dan berhasil membuat kernel yang menjadi cikal bakal kernel, kalo ga salah sih namanya masih Version 0.01. Maklum anak mahasiswa, belum punya duit buat beli hak paten.
Setelah Linux fix dikembangkan, diperbaiki maka dimasukkanlah Linux sebagai kernel pelengkap untuk GNU sehingga GNU dapat berjalan sempurna sebagai OS yg independen. Istilah OSnya itu GNU/Linux.
BTW, CMIIW ya dalam penulisan ini.
Keren banget ya.
Besok2 aku mau tulis lagi tentang varian distro Linux, lumayan buat mengulang ilmu lama
Setelah saya membaca sejarah Linux dari web linuxkita, ternyata kece juga ya Linux. Semoga beneran setelah 'tergigit' Linux, rasa ngefans saya terhadap Linux membuat saya tergerak dan bertahap perlahan mencintai dunia komputerisasi kembali.
Jadi begini, setiap perangkat pintar membutuhkan modul inti untuk OSnya. Modul inti di sebuah OS inilah yang dinamakan 'kernel'. Kernel itu penting banget dan kerjaannya kece banget karena sebagai penghubung antara hardware dengan software juga aplikasi2 lain didalamnya. Kernel juga berguna sebagai pengelola sumber daya komputer/perangkat tersebut.
Berdasarkan tingkat pekerjaan, kernel ada dua macam : STOCK dan CUSTOM
1. Stock kernel = disesuaikan dan diperuntukkan untuk tingkat prosesor dan RAM Smartphone
2. Custom kernel = disesuaikan untuk pekerjaan yang lebih tinggi dari yang bisa dikerjakan prosesor dan RAM Smartphone
Jika pernah dengar istilah distribusi Linux, atau distro Linux itu intinya untuk menjelaskan varian turunan-turunan Linux. Anaknya Linux banyak banget ternyata, dan punya 'jualannya' masing-masing.
Distro Linux sendiri merupakan gabungan software yang membnetuk sebuah OS independen dengan basis kernel Linux.
Sejarah Linux itu bermula dari GNU loh, tapi GNU dan Linux adalah dua hal terpisah.
GNU adalah akronim dari GNU Not Unix, dimana tujuannya membuat OS seperti UNIX tapi sifatnya gratis dan kodingannya terbuka (bisa dioprek). GNU adalah OS independen yang dikembangkan oleh Richard Stallman dengan nama GNU Project.
Pssst, btw UNIX itu dibuat dan dikembangkan oleh Ken Thompson dan Dennis Ritchie loh, itu yang bikin bahasa C, makanya UNIX itu basisnya bahasa C.
GNU sendiri sdh punya kernel namanya 'Hurd' tapi proyek tidak dikembangkan lebih lanjut sehingga matilah GNU tanpa ada kernel yang bisa beroperasi didalamnya.
Nah pas tahun 1991, Linus Torvalds bereksperimen dengan mengopreks Minix dan berhasil membuat kernel yang menjadi cikal bakal kernel, kalo ga salah sih namanya masih Version 0.01. Maklum anak mahasiswa, belum punya duit buat beli hak paten.
Setelah Linux fix dikembangkan, diperbaiki maka dimasukkanlah Linux sebagai kernel pelengkap untuk GNU sehingga GNU dapat berjalan sempurna sebagai OS yg independen. Istilah OSnya itu GNU/Linux.
BTW, CMIIW ya dalam penulisan ini.
Keren banget ya.
Besok2 aku mau tulis lagi tentang varian distro Linux, lumayan buat mengulang ilmu lama
Langganan:
Postingan (Atom)