Selamat pagi, blog...aku datang lagi...
Blog, kau tau badanku akhir2 ini tidak nyaman sekali. Bukannya berpikiran jahat, setelah aku menginap di kamarnya mbak Icha Bali, tubuhku jadi gatal2 sekali. Dan sekarang buktinya, banyak bentol2 merah dan bekas2 gatal yang sudah kugaruk, tapi gatal tetap tidak mau berhenti. Bahkan di kegiatanku disiang hari, aku seperti orang gila menggaruk2 sendiri. Dan malam haripun, tidurku terganggu. Aku merasa mereka berjalan ditubuhku.
Daaaan, the worst part, gue ngerasa gue jadi sensitif sama yang namanya kutu, serangga, semut dan rasa dingin. Padahal gue lagi diet, dan jadi makin banyak 'hal yang harus kuhindari' di antrian list...aku merasa kehilangan tubuhku yang cantik dulu. Dan sekarang tambah lagi bebanku untuk menghilangkan bekas koreng ini, ahhhhh... Kalau kau melihat tubuhku sekarang, pasti lo berniat ngatain bekas lukanya...
Ok blog, kau tau aku lucid dream lagi. Ahh tapi aku ga tau ini bisa dikategorikan lucid deam atau tidak. Ini dia, salah satu alasan lain aku mengujungimu.
Hmm, semalam aku tidak bisa tidur dengan nyaman karena badanku yang *njing* gatal luar biasa ini. Serius, aku udah matiin lampu dari jam 22.10 dan gelisah sampai akhirnya aku ngecek lagi jam di hapeku jam 23.xx , ga terlalu ingatku. Cara simpelku untuk tertidur adalah do lucid. Sekalian berimajinasi dan mengingat kembali hal2 indah yang belum tentu bisa aku dapatkan.
I dont know why, tapi gue malah mimpi GDragon. Dia selebritis Korea, i know him, dan silahkan gugling kalo penasaran ama mukanya. Ini serius, dan ini bener2 bingung.
Beberapa hari ini aku tidak mencari tahu tentang Gdragon. Aku hanya melihat wajah GDragon sekilas di meme generator. Hhahha, jangan marahin gue.
Jadi mimpinya gini...dalam mimpiku, ku pacaran dengan GDragon. Hayoloh, mimpi doang loh yaaa, aku juga ga berharap mimpi begitu yaaaa...ntar ada fansnya GDragon mampir ke blog ini, mati pula nanti aku dibuat.
Kenapa aku bilang, aku ga yakin itu lagi lucid dream ato enggak, soalya aku sadar bener: 1) aku adalah aku sendiri, 2)aku ngerasa aku mendapatkan semuanya dengan sadar di semua kejadian itu , 3)mimpi ini berlanjut
Jadi mimpi pertama, ada suatu adegan, dimana aku lagi berada disuatu keramaian, ntah itu dimana, terus ada cowok dengan jaket kulit hitam, naek motor yang biasa balap2an itu, dia mengendarainya dgn ugal2an, sampai akhirnya di berada disebelahku dan mencengkram tanganku. Aku yakiiiiiiiin itu wajahnya GDragon, dengan rambut blondenya. Di saat itu, aku mengenali dia sebagai GDragon, tapi aku tidak mengenali dia sebagai seseorang yang kukenal. Serius! Dalam mimpi itu, aku tidak kenal siapa dia, hanya tau dia seorang artis, just it.
Wajahnya sangat dekat sekali dengan wajahku, ketika dia memegang tanganku. Ntah aku ga begitu ingat dia ngomong apa, yang jelas tiba2 aku sudah berboncengan di motor itu dengannya, dan kami pergi. Sepanjang perjalanan, aku ingat aku cuman mengomel karena dia mengendarai motor itu dengan sangat kencang. Dan dalam mimpi itupun, sedang hujan. Hujan kepret2, aku sebut. Kenapa hujan kepret2? Ntah itu yang muncul diotakku ketika menuliskan keadaan hujan waktu itu. Lucunya gini, tadi aku melihat dia menggunakan jaket kulit berwarna hitam, tapi ntah mengapa, dia sudah memakai hoodie berwarna abu2. Sepanjang perjalanan, aku ingat sekali, aku memeluk pinggangnya karena aku sangat takut sekali jatuh. Serius, sebenarnya, aku ga bisa bawa motor ngebut2 dan ga bisa juga jadi penumpang di kendaraan motor yang ngebut. Tapi kalo ada temanku yang bawa motor ngebut, aku ga mungkin memegang pinggang mereka, jadi aku diam mematung dan berusaha seimbang saja. Tapi tetep ngomel2 hahaha. Itu kehidupan asliku. Di dalam mimpiku, aku tidak tau berkendara kemana, aku ga ngerti. Yang kuingat, hanya lapangan yang luas, dan aku ingat, kami masuk ke suatu lorong, dan dia sempat berkata satu hal. Seharusnya dia berbicara bahasa korea kan, tapi seingatku dia berbicara bahasa Inggris, intinya dia bilang untuk terus berpegangan erat ke pinggangnya supaya ga jatuh.
Aku ingat mimpi itu pas aku pindah tidur ke lantai. Aku menyadari hal itu dengan pasti karena aku terbangun karena terganggu dengan gatal yang ada di badanku ini. Terus karena nyaman tidur di lantai, aku menghidupkan lampu kamarku dengan harapan aku bisa melihat itu kalo beneran ada serangga yang menggigiti kulitku. Dan rupanya selagi tidur di atas kasur, aku tetap masih tidak merasa nyaman. Aku tidak berusaha mimpi yang tidur, malah aku tidak berusaha untuk tidur- saking tidak nyamannnya, tapi aku malah berakhir dengan melanjutkan mimpi yang tadi. Kenapa kubilang 'lanjut'? Aku ketemu lagi dengan Gdragon ini dan pejalan2 kaki yang sama di mimpi yang pertama.
Aku ga ingat begitu jelas, apa inti mimpi kedua ini. Hanya yang kuingat, sepertinya ini mimpi aku dan orang2 ini sedang mengikuti camping. Ada suatu adegan kami berada disebuah ruangan indoor dan juga outdoor. Kau tau blog, tiba2 aku mendapat ide bahwa tema camping yang dimimpi ku ini adalah 'Pirates', ohh so weird. Aku ga begitu ingat. Pokoknya sampai ada satu adegan dimana aku dan orang2 ini bermain lempar2an sesuatu. Dari situ, aku langsung berpikiran, aku adalah pacarnya GDragon. Aku melihat Gdragon menghampiriku sambil berkata sesuatu apa, terus aku tertawa karenanya. Hhahha mimpi aneh kan, abis itu aku ga tau lanjutnya. Hhahhaha, ga ngerti ah bingung aku. Udah 2x loh mimpi Gdragon, padahal ngefans juga enggak..
Minggu, 23 Februari 2014
Senin, 17 Februari 2014
Menulis...(42)
Hi blog, ahhh aku lupa mengucapkan 'Selamat Hari Kasih Sayang' kepadamu.
Sesungguhnya, yaaah aku benar2 sayang padamu, tapi aku sering melupakan...bahkan kalimat ini, ahhh untung aku mengingatnya untuk melanjutkannya kembali..
Blog, i had a weird dream few days ago. Really. It sucked.
Ini mimpi pas hari, hari...sekitar 4 hari yang lalu. Aku bermimpi, it's complicated, i'm afraid it waste much time to write, tapi di akhir mimpi- aku menyebutnya di 'akhir mimpi' karena aku ingat sebelum aku terbangun, hal terakhir yang kuingat adalah kejadian ini- i set my brain on fire.
Jika dibahasa Indonesia-kan, aku membakar otakku sendiri. Dan otak seorang anak kecil, yang didalam mimpiku, aku mengartikan anak kecil ini sebagai adikku, maybe. Idgaf. Aku memang selalu bermasalah dengan mimpi. Aku sering mendapat mimpi aneh ketika aku kecil, daaaaaaan sampai sekarang. Tapi kalo dipikir2, aku bermimpi buruk when i'm in much depressed. Yah, kau sudah tau kan, manic depressionku masih sering kambuh. I just try to ignore my black dog, live happily, think nothing, and set myself to be 'ahh-udahlah-aku-memang-ga-lebih-beruntung-dari-elo' mind state, being foolish is better decision for better emotion.
Ahh aku rasa pantas aku tidak bisa sembuh karena aku sebenarnya aku terkukung dengan masa kecil dan mimpi2 kecilku, sounds silly? Blame my fate. Hhhah
No, i had thought about it before. Sebenarnya, manic ini bermula dari rasa takur ditolak, rasa perbandingan, yang dicampur dengan anxiety disorder, as I'm aging, it gets worse. Ahh aku ingin kembali ke masa kecilku, dimana aku adalah yang terbaik, dan aku terbaik, everybody loves me, 'till I get discriminated by my own people.
Okay, back to the fckn dream. Di mimpiku, aku ingat sekali, aku mengeluarkan sesuatu dari sesuatu yang otakku menerjemahkannya sebagai lemari. Lemari itu terbuat dari kayu, dan aku berada di suatu ruangan yang lagi2 otakku menerjemahkannya sebagai suatu ruangan bergaya Jepang. I got it because the door form. Aku mengambil sesuatu dari lemari itu, tapi ntah mengapa scene itu berganti dengan aku mengambil sesuatu dari dalam kepalaku, dan tiba2 ntah mengapa yang ada ditanganku saat itu adalah sesuatu yang otakku menerjemahkannya sebagai otak. Iya, otak. Bahkan pemikiran real-ku saat itu, dengan sangat sadar didalam mimpiku itu, aku melihat ada sebuah otak ditanganku. Ntah tangan yang sebelah mana, aku tak begitu ingat. Itu otak. Dan yang kuingat adalah sebuah scene, dimana aku dan seorang asing yang kuanggap adik dalam mimpiku ini, kami sudah tidak berada dalam ruangan itu. Sepertinya sih di luar ruangan, karena aku hanya melihat bebas, tak ada sesuatu seperti dinding, hanya warna sephia, aku tak paham betul. Dan itulah, kemudian yang aku lihat aku membakar otak itu- otak yang kukira otakku itu. Didalam mimpiku, aku membakar 2 buah otak, jadi kuartikan aku juga membakar otak 'adik'ku itu. Tapi ntah mengapa, muncul suatu gambar dimana otak itu bentuknya tidak seperti otak, tapi seperti motherboard. Tau motherboard kan? Hardware komputer itu...yah aku ingat jelas, bentuknya tiba2 seperti itu, dan mataku, didalam mimpiku itu- melihat motherboard itu dalam keadaan terbakar, dan aku terbangun.
Yah, itu saja yang kuingat dengan jelas, sampai saat ini. Pastilah aku merasa takut, dan aku langsung menelepon bapak dan kakakku yang dokter itu. Mereka bilang, mungkin karena aku tidur pas maghrib dan tidak berdoa dulu, ahh aku tidak ingat kata2 mereka apa waktu itu. Sebenarnya aku mulai terbiasa dengan mimpi buruk. Aku cukup sering bermimpi buruk. Dulu waktu Pipin, teman kostanku yang dulu kamarnya pas depan kamarku, aku selalu bercerita ke dia tentang mimpi burukku. Dulu kamarnya dibawah, waktu mbak anggrek dan mia sudah lulus, tinggal kami berdua yang menghuni koridor lantai 1. Aku selalu cerita ke dia semua mimpi burukku, dan itu tidak kulakukan lagi karena aku takut dia menjauhiku karena dikira gila. Sekarangpun kalopun ada penghuni di lantai 1 kostanku, aku jarang bercakap dengan mereka, karena aku takut semua karakterku mempengaruhi mereka. Ketika aku nyaman dengan seseorang, I'll act foolish. Dan ketika aku tidak ingin ngobrol dengan seseorang, atau bahkan orang, jangan harap percakapan akan terjadi. Bukan marah, aku hanya tidak ingin bercakap2. Aku tidak tau, aku tidak bisa tahan pada banyak orang. Aku hanya konsentrasi pada maksimal 4 orang teman saja. I just hate crowds. Sebenarnya iyaaa mungkin, aku benci orang2. I just feel they are weirdo, and they're not on my level. We're not similar. Dan anxiety, makes me worse.
Ahh blog, this is why i called it 'fckn' dream, I had dreamt it when I was a young girl. Awwwwt-some, ahhaa. Beneran, aku familiar dengan mimpi ini, dan itu yang membuatku takut. Mimpi buruk, ah biasa buatku. Tapi kalo terulang, aku bertanya2 untuk itu. Apakah kita bisa mendapat mimpi yang sama?
Aku benar2 tidak tenang setelah itu, bahkan setelah aku menelepon keluargaku. Apa mungkin karena Tuhan mengijinkan Iblis untuk mencobai aku lagi karena aku half-caste? I have 'self's whom stand up for praising tiga Masters: Christianity, Hylic, and my own brain.
Blog, tadi aku sempat mampir ke SEO untuk mencari makna mimpi sepertiku. Ga ada hasil, ahhaha. Kebanyakan berujung mistis. Hhahah terus bawa2 ayat kitabiah tertentu. Why people? Why? Kenapa gada yang ngejelasin sesuatu yang berbau science?!
Terus aku mampir ke artikel yang menceritakan tentang Lucid Dream. Lucid dream? Gue sering melakukan lucid dream. Hahahha, congrate me! Aku ga bangga bisa ngelakuin lucid dream, aku sering ngelakuinnya waktu aku SD. Ahh SD, iya SD kayaknya, tapi aku ga tau itu istilahnya lucid dream waktu itu. I just love to imagine something cool. Aku sering mengatur lucid dreamku sendiri ketika aku sedang ingin berimajinasi, ahh you know my life is sucked, so I thanked my precious brain for keepin it me as blossom. Orang ingin banget nyobain lucid dream dan menceritakannya ke publik. Ahh menurutku itu memalukan. Lucid dream itu bukan sesuatu untuk dipamerin padahal.
Blog, kau mau kuceritakan sesuatu yang lain lagi? Ahh aku banyak ngomong sekali hari ini. Dan kembali berleha-leha tidak mengerjakan skripsi. Fucked me :D
Aku pernah mimpi bahwa tetanggaku punya patung lilin. Aku ingat sekali, waktu itu tertidur di pelukan Mamaku. Serius. Sebenarnya aku ga terlalu suka berlama-lama kontak fisik dengan orang karena itu membuatku gerah, ga bisa bergerak, berkeringat, aku hanya tak suka. Bahkan jika aku memeluk Mamaku, aku hanya melakukannya sebentar, karena aku langsung merasa gerah. Ketika aku memegang tanggan orang, tanganku juga langsung keringatan. Aku juga tidak terlalu suka seseorang memegang tanganku, menggandengkan tangannya ke tanganku, atau melakukan kontak fisik denganku. I will tell you something about someone I know, about her fucked attitude after I finished this paragraph.
Jadi aku pernah mimpi juga, tetanggaku punya patung lilin. Ntah kenapa aku mimpi ini, akupun bingung. Jadi aku punya tetangga, yah satu kompleklah bisa dikatakan. Rumahnya sebenarnya cukup jauh dari rumahku kenyataannya, tapi didalaam mimpiku, jarak rumahku ke rumahnya sama seperti pada dunia nyata. Dalam mimpiku, aku berjalan ntah tau arah, tapi aku seakan punya tujuan dan aku punya keinginan mengunjungi rumah tetanggaku ini. Dalam mimpiku ini, tidak digambarkan aku berjalan masuk kerumahnya, tapi malahan aku sudah berada di dalam rumahnya. Rumahnya gelap, tak ada lampu, tapi aku hanya melihat sesuatu yang otakku menganggapnya sebagai televisi, dan itu menyala. Menyala, dan aku ga tau apa yang ditayangkan di tv itu, dan hanya sekedar menyala saja dalam mimpiku itu. Didalam mimpiku, aku adalah aku sendiri, dan aku sedang bermain dengan 2 orang anak kecil, yang aku ga tau itu siapa.Lucunya gini, dalam kehidupan sebenarnya, aku mengenal wajah tetanggaku ini. Wajah mereka aku kenal sekali, karena rumah mereka ini punya warung, dan aku sering disuruh membeli sesuatu dari mereka. Tapi wajah mereka, unrecognize. Yang otakku tau saat itu, oke...rumah ini..rumah tetanggaku...namanya Uwak Azam. Aku ga tau siapa pemilik aslinya, yang aku tau itu hanya 'Oh warungnya Uwak Azam...'. Oke, aku lanjut lagi..hahha, sempat ngilang aku tadi.
Jadi di mimpiku ini , aku diajak masuk ke suatu ruangan yang isinya manekin yang terbuat dari lilin. Ntah kenapa otakku menerjemahkannya sebagai lilin, mungkin karena waktu di dalam mimpi itu, mataku dan tanganku, melihat dan merasakan...
ahhh tadinya aku ingin melanjutkan cerita ini blog, tapi aku ketika aku bermain ke youtube, dan aku menemukan video ravi zacharias. Aku hanya ingin menjadi kristen yang seimbang. I do my best to become like Jesus, berkelakuan selayaknya mencerminkan Kristus, tapi tetap berpikiran manusia. I try.
Sesungguhnya, yaaah aku benar2 sayang padamu, tapi aku sering melupakan...bahkan kalimat ini, ahhh untung aku mengingatnya untuk melanjutkannya kembali..
Blog, i had a weird dream few days ago. Really. It sucked.
Ini mimpi pas hari, hari...sekitar 4 hari yang lalu. Aku bermimpi, it's complicated, i'm afraid it waste much time to write, tapi di akhir mimpi- aku menyebutnya di 'akhir mimpi' karena aku ingat sebelum aku terbangun, hal terakhir yang kuingat adalah kejadian ini- i set my brain on fire.
Jika dibahasa Indonesia-kan, aku membakar otakku sendiri. Dan otak seorang anak kecil, yang didalam mimpiku, aku mengartikan anak kecil ini sebagai adikku, maybe. Idgaf. Aku memang selalu bermasalah dengan mimpi. Aku sering mendapat mimpi aneh ketika aku kecil, daaaaaaan sampai sekarang. Tapi kalo dipikir2, aku bermimpi buruk when i'm in much depressed. Yah, kau sudah tau kan, manic depressionku masih sering kambuh. I just try to ignore my black dog, live happily, think nothing, and set myself to be 'ahh-udahlah-aku-memang-ga-lebih-beruntung-dari-elo' mind state, being foolish is better decision for better emotion.
Ahh aku rasa pantas aku tidak bisa sembuh karena aku sebenarnya aku terkukung dengan masa kecil dan mimpi2 kecilku, sounds silly? Blame my fate. Hhhah
No, i had thought about it before. Sebenarnya, manic ini bermula dari rasa takur ditolak, rasa perbandingan, yang dicampur dengan anxiety disorder, as I'm aging, it gets worse. Ahh aku ingin kembali ke masa kecilku, dimana aku adalah yang terbaik, dan aku terbaik, everybody loves me, 'till I get discriminated by my own people.
Okay, back to the fckn dream. Di mimpiku, aku ingat sekali, aku mengeluarkan sesuatu dari sesuatu yang otakku menerjemahkannya sebagai lemari. Lemari itu terbuat dari kayu, dan aku berada di suatu ruangan yang lagi2 otakku menerjemahkannya sebagai suatu ruangan bergaya Jepang. I got it because the door form. Aku mengambil sesuatu dari lemari itu, tapi ntah mengapa scene itu berganti dengan aku mengambil sesuatu dari dalam kepalaku, dan tiba2 ntah mengapa yang ada ditanganku saat itu adalah sesuatu yang otakku menerjemahkannya sebagai otak. Iya, otak. Bahkan pemikiran real-ku saat itu, dengan sangat sadar didalam mimpiku itu, aku melihat ada sebuah otak ditanganku. Ntah tangan yang sebelah mana, aku tak begitu ingat. Itu otak. Dan yang kuingat adalah sebuah scene, dimana aku dan seorang asing yang kuanggap adik dalam mimpiku ini, kami sudah tidak berada dalam ruangan itu. Sepertinya sih di luar ruangan, karena aku hanya melihat bebas, tak ada sesuatu seperti dinding, hanya warna sephia, aku tak paham betul. Dan itulah, kemudian yang aku lihat aku membakar otak itu- otak yang kukira otakku itu. Didalam mimpiku, aku membakar 2 buah otak, jadi kuartikan aku juga membakar otak 'adik'ku itu. Tapi ntah mengapa, muncul suatu gambar dimana otak itu bentuknya tidak seperti otak, tapi seperti motherboard. Tau motherboard kan? Hardware komputer itu...yah aku ingat jelas, bentuknya tiba2 seperti itu, dan mataku, didalam mimpiku itu- melihat motherboard itu dalam keadaan terbakar, dan aku terbangun.
Yah, itu saja yang kuingat dengan jelas, sampai saat ini. Pastilah aku merasa takut, dan aku langsung menelepon bapak dan kakakku yang dokter itu. Mereka bilang, mungkin karena aku tidur pas maghrib dan tidak berdoa dulu, ahh aku tidak ingat kata2 mereka apa waktu itu. Sebenarnya aku mulai terbiasa dengan mimpi buruk. Aku cukup sering bermimpi buruk. Dulu waktu Pipin, teman kostanku yang dulu kamarnya pas depan kamarku, aku selalu bercerita ke dia tentang mimpi burukku. Dulu kamarnya dibawah, waktu mbak anggrek dan mia sudah lulus, tinggal kami berdua yang menghuni koridor lantai 1. Aku selalu cerita ke dia semua mimpi burukku, dan itu tidak kulakukan lagi karena aku takut dia menjauhiku karena dikira gila. Sekarangpun kalopun ada penghuni di lantai 1 kostanku, aku jarang bercakap dengan mereka, karena aku takut semua karakterku mempengaruhi mereka. Ketika aku nyaman dengan seseorang, I'll act foolish. Dan ketika aku tidak ingin ngobrol dengan seseorang, atau bahkan orang, jangan harap percakapan akan terjadi. Bukan marah, aku hanya tidak ingin bercakap2. Aku tidak tau, aku tidak bisa tahan pada banyak orang. Aku hanya konsentrasi pada maksimal 4 orang teman saja. I just hate crowds. Sebenarnya iyaaa mungkin, aku benci orang2. I just feel they are weirdo, and they're not on my level. We're not similar. Dan anxiety, makes me worse.
Ahh blog, this is why i called it 'fckn' dream, I had dreamt it when I was a young girl. Awwwwt-some, ahhaa. Beneran, aku familiar dengan mimpi ini, dan itu yang membuatku takut. Mimpi buruk, ah biasa buatku. Tapi kalo terulang, aku bertanya2 untuk itu. Apakah kita bisa mendapat mimpi yang sama?
Aku benar2 tidak tenang setelah itu, bahkan setelah aku menelepon keluargaku. Apa mungkin karena Tuhan mengijinkan Iblis untuk mencobai aku lagi karena aku half-caste? I have 'self's whom stand up for praising tiga Masters: Christianity, Hylic, and my own brain.
Blog, tadi aku sempat mampir ke SEO untuk mencari makna mimpi sepertiku. Ga ada hasil, ahhaha. Kebanyakan berujung mistis. Hhahah terus bawa2 ayat kitabiah tertentu. Why people? Why? Kenapa gada yang ngejelasin sesuatu yang berbau science?!
Terus aku mampir ke artikel yang menceritakan tentang Lucid Dream. Lucid dream? Gue sering melakukan lucid dream. Hahahha, congrate me! Aku ga bangga bisa ngelakuin lucid dream, aku sering ngelakuinnya waktu aku SD. Ahh SD, iya SD kayaknya, tapi aku ga tau itu istilahnya lucid dream waktu itu. I just love to imagine something cool. Aku sering mengatur lucid dreamku sendiri ketika aku sedang ingin berimajinasi, ahh you know my life is sucked, so I thanked my precious brain for keepin it me as blossom. Orang ingin banget nyobain lucid dream dan menceritakannya ke publik. Ahh menurutku itu memalukan. Lucid dream itu bukan sesuatu untuk dipamerin padahal.
Blog, kau mau kuceritakan sesuatu yang lain lagi? Ahh aku banyak ngomong sekali hari ini. Dan kembali berleha-leha tidak mengerjakan skripsi. Fucked me :D
Aku pernah mimpi bahwa tetanggaku punya patung lilin. Aku ingat sekali, waktu itu tertidur di pelukan Mamaku. Serius. Sebenarnya aku ga terlalu suka berlama-lama kontak fisik dengan orang karena itu membuatku gerah, ga bisa bergerak, berkeringat, aku hanya tak suka. Bahkan jika aku memeluk Mamaku, aku hanya melakukannya sebentar, karena aku langsung merasa gerah. Ketika aku memegang tanggan orang, tanganku juga langsung keringatan. Aku juga tidak terlalu suka seseorang memegang tanganku, menggandengkan tangannya ke tanganku, atau melakukan kontak fisik denganku. I will tell you something about someone I know, about her fucked attitude after I finished this paragraph.
Jadi aku pernah mimpi juga, tetanggaku punya patung lilin. Ntah kenapa aku mimpi ini, akupun bingung. Jadi aku punya tetangga, yah satu kompleklah bisa dikatakan. Rumahnya sebenarnya cukup jauh dari rumahku kenyataannya, tapi didalaam mimpiku, jarak rumahku ke rumahnya sama seperti pada dunia nyata. Dalam mimpiku, aku berjalan ntah tau arah, tapi aku seakan punya tujuan dan aku punya keinginan mengunjungi rumah tetanggaku ini. Dalam mimpiku ini, tidak digambarkan aku berjalan masuk kerumahnya, tapi malahan aku sudah berada di dalam rumahnya. Rumahnya gelap, tak ada lampu, tapi aku hanya melihat sesuatu yang otakku menganggapnya sebagai televisi, dan itu menyala. Menyala, dan aku ga tau apa yang ditayangkan di tv itu, dan hanya sekedar menyala saja dalam mimpiku itu. Didalam mimpiku, aku adalah aku sendiri, dan aku sedang bermain dengan 2 orang anak kecil, yang aku ga tau itu siapa.Lucunya gini, dalam kehidupan sebenarnya, aku mengenal wajah tetanggaku ini. Wajah mereka aku kenal sekali, karena rumah mereka ini punya warung, dan aku sering disuruh membeli sesuatu dari mereka. Tapi wajah mereka, unrecognize. Yang otakku tau saat itu, oke...rumah ini..rumah tetanggaku...namanya Uwak Azam. Aku ga tau siapa pemilik aslinya, yang aku tau itu hanya 'Oh warungnya Uwak Azam...'. Oke, aku lanjut lagi..hahha, sempat ngilang aku tadi.
Jadi di mimpiku ini , aku diajak masuk ke suatu ruangan yang isinya manekin yang terbuat dari lilin. Ntah kenapa otakku menerjemahkannya sebagai lilin, mungkin karena waktu di dalam mimpi itu, mataku dan tanganku, melihat dan merasakan...
ahhh tadinya aku ingin melanjutkan cerita ini blog, tapi aku ketika aku bermain ke youtube, dan aku menemukan video ravi zacharias. Aku hanya ingin menjadi kristen yang seimbang. I do my best to become like Jesus, berkelakuan selayaknya mencerminkan Kristus, tapi tetap berpikiran manusia. I try.
Rabu, 12 Februari 2014
Menulis...(41)
Seeeeeeeeeeeelamat pagi, blog.
Ahhh aku terima kasih sudah bangun lebih dulu daripada aku hahaha
Blog, aku merasa jahat sekali akhir2 ini. Aku tidak mengerjakan TA-ku padahal ada kesempatan TA1 dan TA2 (seharusnya) bisa kukerjakan didalam semester yang sama.
I have to start it. Kamus belom dibenerin, codingan Twitternya juga belom kesentuh lagi, useless. I have to meet my lecturer to fix it up. Seengaknya di PRS gue benar2 tulisan TA2 sudah ada disitu. Ngoding sih gampang, mulainya itu emang yang males. Bad me :(
Ahhh aku terima kasih sudah bangun lebih dulu daripada aku hahaha
Blog, aku merasa jahat sekali akhir2 ini. Aku tidak mengerjakan TA-ku padahal ada kesempatan TA1 dan TA2 (seharusnya) bisa kukerjakan didalam semester yang sama.
I have to start it. Kamus belom dibenerin, codingan Twitternya juga belom kesentuh lagi, useless. I have to meet my lecturer to fix it up. Seengaknya di PRS gue benar2 tulisan TA2 sudah ada disitu. Ngoding sih gampang, mulainya itu emang yang males. Bad me :(
Selasa, 11 Februari 2014
Berpikir...(30)
Hai blog, aku mengunjungimu karena ada sesuatu yang mengganjal pikiranku.
Kau tahu kan aku senang sekali mengunjungi 2 tumblr ini: ugly-girl-problem dan kpsurgery.\
Dari kecil aku selalu berpikir bahwa aku jelek, yah jelek. Gendut, jelek, dan berjerawat. Nobody likes me, and no body wants to like me.
Hurtful.
Aku selalu berpikir jika aku punya wajah yang bagus, dan orang yang berwajah bagus dan cantik haruslah cantik berfoto. Aku tidak suka berfoto, dan aku hanya ingin berfoto jika aku sedang ingin berfoto, dan kalopun aku berfoto bersama kerabat/teman/orang2 tertentu, wajahku tidaklah photogenic dibandingkan mereka, but the best thing from my mindset: i dont give a damn fuck for it.
Iya aku berpikir, ahhh aku tidak cantik setiap melihat wajahku di beberapa gambar, but then i think, every girl is beautiful with their own mindset.
Mungkin aku berpikir terlalu feminist sejak aku menemukan situs thegrandnarrative yang jelas2 deskripsi situsnya 'korean feminism'.
Ntah aku selalu berpikir, menjadi perempuan KEREN tidak selalu identik dengan fisik, dengan visual. Fisik dan visual yang bagus adalah bonus.
Blog, aku sedang mendengarkan lagu dari band favoritku jaman SMP. They're everlasting green for me: My Chemical Romance. Aku mendapat kekuatan tersendiri dengan mendengarkan lagu mereka, ahhhh tidak cuma lagu mereka. Aku juga senang mendengarkan lagu2 dari Tokyo Jihen karena aku rasa kedua band mempunyai pesan positif untuk perkembangan otakku. Hahahaha, sounds weird rite?
Oke, kita kembali lagi perihal menjadi jelek.
Aku bisa bilang aku tidaklah jelek, dan setiap kali aku berkaca aku juga tidak jelek2 amat. Every girls is beautiful. Why I said that? Karena terkadang orang yang (kupandang2, kulihat2, kukira2, dan memang kurasa) jelek mereka lebih PD daripada aku. Mereka bisa menggunakan make-up dengan baik-- luar biasa baik, menggunakan teknik pencahayaan foto yang baik-- luar biasa baik, menggunakan software mengedit foto dengan handal-- luar biasa handal, daaaaaaaaaaan semua yang mereka kerahkan hanya untuk sebuah gambar, they gave much effort. Aku harus menghargai usaha mereka. Ada pula yang memang menurutku cantik, tapi mereka tetap membutuhkan make-up dan software. Ada yang tidak tau diri wajahnya tidak cantik, ahh wajar mereka butuh make-up dan software.
Mungkin ketika aku bercerita ini blog, kau berpikir aku iri dan cemburu terhadap mereka. Kau boleh berpikiran seperti itu, dan aku tidak berusaha untuk membuatmu untuk tidak berpikiran seperti itu karena kau punya hak untuk memiliki pemikiran seperti itu. Ahhh tadinya aku berpikir yang sama, "Ahhh mungkin aku iri terhadap mereka.." , tadi! Tadinya aku berpikir gitu, tapi ke-tadi-tadi-an itu sudah menjadi rasa muak. Muak coy!
Aku hanya melihat foto2 mereka di timeline jejaring sosialku, dan rasa muak itu memuncak begitu saja. Mungkin karena aku memiliki mindset, if you're pretty because of make-up or software, you arent in my level.
Aku tidak cantik, tapi aku selalu menanamkan pikiran: "Aku perempuan keren, tangguh dan mandiri. Aku cantik, dan luar biasa cerdas. Aku harus berdiri sendiri terlebih dulu, membuat orang tahu bahwa aku bisa berdiri sendiri. Dan soal cinta, aku bisa mendapatkan cinta siapapun"
Ahh mungkin ini kalimat sombong, tapi aku harus menjadi sombong untuk menguatkan diriku. Menguatkan pikiran bawah sadarku sendiri.
Kau tau kan blog, aku selalu takut bahwa manic depressionku kambuh. I tried to control it. Control my emotion. Aku selalu merasa--- ahh aku bodoh, ipeka ku ga tiga, ahh aku ga punya pasangan, ahh aku belum punya pekerjaan, ahhh kenapa aku selalu dibandingkan dengan kakakku....and then i feel full. Aku memutuskan untuk tidak bersahabat dengan otakku, I will not let a bunch of foolish to insult me. Hhahahaha
Aku jauh lebih cerdas dari mereka, hanya karena keegoisanku yang pengen jadi anak rantau and choose any major so I could boasting my 'cool-ness' , hanya merusak diriku sendiri. Aku memutuskan bersahabat dengan otakku, dengan tubuhku, dengan imanku, dengan caraku sendiri. Bahkan aku ga membiarkan ucapan2 keluargaku atau mungkin Tuhan untuk menjadikan aku yang-katanya-baik. Aku memilih untuk menjadi baik dengan caraku sendiri. I just let my family and God to tell what they want, but no to insult me to become what they wanted me to. Ahhh bad english hahhaha
Dan hmmm, tumblr kpsurgery. Aku ingin operasi, otakku. So I become smarter, smarteeeeeeeeeeeeeer than anyone. Crazy talk. Serius, aku senang mengunjungi tumblr itu bukan karena aku ingin menjadi mereka- melakukan operasi. Aku bangga dengan fisikku, walau jelas tidak lebih cantik dari mereka yang operasi, ahh tapi tidak ada yang salah dengan fisikku. Aku ga jelek2 amat, hehehe. Semua bagian tubuh bekerja dengan normal. Walaupun aku gendut, hehehe, but God create me perfect. Menurutku, perfectness itu ga cuman perihal GUI. Karena GUI yang cantik pastilah karena API yang dikerjakan dengan cantik pula.
Aku selalu berkaca setiap melihat tumblr kpsurgery. Kenapa orang korea (yang melakukan operasi) butuh banget ingin menjadi westerness tapi dengan identikal asia? Itu maruk namanya. Maruk. Kenapa mereka ingin sekali punya wajah yang full of aegyo, punya tampang cute tapi bisa menampilkan sexiness sekalian? Itu maruk. We're imperfect, tapi apapun yang mereka lakukan, aku hargai semua usaha mereka.
I love myself, that's why I respect every mindsets.
Mereka ingin double eyelid, aku punya. Mereka ingin punya mata besar, hmmm sepertinya mataku bisa dibilang average. Wajahku tidak kotak(tidak aneh) seperti mereka, bibirku juga menarik, aku rasa orang Indonesia jauuuuuuuh lebih baik dari wajah orang Korea. Don't blame me. Bukan karena aku membela identitasku, tapi yang punya mata juga pasti berpikiran begitu. Aku hanya takut, orang yang cantik karena 'pisau', 'suntik', aaah bagaimana wajah mereka ketika tua? Untuk senantiasa cantik, mereka juga harus senantiasa bermain dengan pisau, dengan suntik, dan semua alat2 itu. Itu melelahkan, menurutku.
No pain, no beauty. Ahh okay, aku juga pernah berjuang menjadi cantik dengan diet. I did it. But I dont give a fuck when I want to eat something. Pas aku cerita sama Mamakku bahwa berat badanku naik 4 kilo, she srarted to nag. Hate it to hear. Tapi menjadi cantik memang menyenangkan, dan menjadi kurus adalah salah satu parameter 'orang cantik'. Aku ingin diet bukan karena aku ingin cantik, tapi lebih karena supaya aku bisa memakai baju apapun, sehingga aku bisa terlihat tambah cantik. She really fffffffffffreak out when I told her that I'm gaining weight. Hhahaha, oh my Mom. Mungkin dia ingin menjaga rasa sakit hatiku terhadap salah satu kerabatku yang pernah menghinaku. I just want to tell that actually I'm prettier, smarter but not luckier than her daughters. Dia punya anak perempuan, sudah punya pacar, tapi mereka cantik karena make-up dan software. God, please forgive me when I sarcasm. Terkadang tanteku ini harus tau diri bahwa dia hanya diberikan keberuntungan anak2 yang punya badan kurus, bukan badan langsing. Bisa pake baju2 yang ukurannya kecil, tapi wajah mereka tidak cantik. Menjadi cantik harus punya bakat cantik. Aku dan sodaraku terlahir cantik. Aku harus bilang orangtuaku punya gen yang bagus sehingga untuk segi tampang dan penampilan, kami tidaklah jelek. Sorry to say Tante.
Ahh I let people admire me because I'm smart, because i have good brain, not because of appearance.
Kau tahu kan aku senang sekali mengunjungi 2 tumblr ini: ugly-girl-problem dan kpsurgery.\
Dari kecil aku selalu berpikir bahwa aku jelek, yah jelek. Gendut, jelek, dan berjerawat. Nobody likes me, and no body wants to like me.
Hurtful.
Aku selalu berpikir jika aku punya wajah yang bagus, dan orang yang berwajah bagus dan cantik haruslah cantik berfoto. Aku tidak suka berfoto, dan aku hanya ingin berfoto jika aku sedang ingin berfoto, dan kalopun aku berfoto bersama kerabat/teman/orang2 tertentu, wajahku tidaklah photogenic dibandingkan mereka, but the best thing from my mindset: i dont give a damn fuck for it.
Iya aku berpikir, ahhh aku tidak cantik setiap melihat wajahku di beberapa gambar, but then i think, every girl is beautiful with their own mindset.
Mungkin aku berpikir terlalu feminist sejak aku menemukan situs thegrandnarrative yang jelas2 deskripsi situsnya 'korean feminism'.
Ntah aku selalu berpikir, menjadi perempuan KEREN tidak selalu identik dengan fisik, dengan visual. Fisik dan visual yang bagus adalah bonus.
Blog, aku sedang mendengarkan lagu dari band favoritku jaman SMP. They're everlasting green for me: My Chemical Romance. Aku mendapat kekuatan tersendiri dengan mendengarkan lagu mereka, ahhhh tidak cuma lagu mereka. Aku juga senang mendengarkan lagu2 dari Tokyo Jihen karena aku rasa kedua band mempunyai pesan positif untuk perkembangan otakku. Hahahaha, sounds weird rite?
Oke, kita kembali lagi perihal menjadi jelek.
Aku bisa bilang aku tidaklah jelek, dan setiap kali aku berkaca aku juga tidak jelek2 amat. Every girls is beautiful. Why I said that? Karena terkadang orang yang (kupandang2, kulihat2, kukira2, dan memang kurasa) jelek mereka lebih PD daripada aku. Mereka bisa menggunakan make-up dengan baik-- luar biasa baik, menggunakan teknik pencahayaan foto yang baik-- luar biasa baik, menggunakan software mengedit foto dengan handal-- luar biasa handal, daaaaaaaaaaan semua yang mereka kerahkan hanya untuk sebuah gambar, they gave much effort. Aku harus menghargai usaha mereka. Ada pula yang memang menurutku cantik, tapi mereka tetap membutuhkan make-up dan software. Ada yang tidak tau diri wajahnya tidak cantik, ahh wajar mereka butuh make-up dan software.
Mungkin ketika aku bercerita ini blog, kau berpikir aku iri dan cemburu terhadap mereka. Kau boleh berpikiran seperti itu, dan aku tidak berusaha untuk membuatmu untuk tidak berpikiran seperti itu karena kau punya hak untuk memiliki pemikiran seperti itu. Ahhh tadinya aku berpikir yang sama, "Ahhh mungkin aku iri terhadap mereka.." , tadi! Tadinya aku berpikir gitu, tapi ke-tadi-tadi-an itu sudah menjadi rasa muak. Muak coy!
Aku hanya melihat foto2 mereka di timeline jejaring sosialku, dan rasa muak itu memuncak begitu saja. Mungkin karena aku memiliki mindset, if you're pretty because of make-up or software, you arent in my level.
Aku tidak cantik, tapi aku selalu menanamkan pikiran: "Aku perempuan keren, tangguh dan mandiri. Aku cantik, dan luar biasa cerdas. Aku harus berdiri sendiri terlebih dulu, membuat orang tahu bahwa aku bisa berdiri sendiri. Dan soal cinta, aku bisa mendapatkan cinta siapapun"
Ahh mungkin ini kalimat sombong, tapi aku harus menjadi sombong untuk menguatkan diriku. Menguatkan pikiran bawah sadarku sendiri.
Kau tau kan blog, aku selalu takut bahwa manic depressionku kambuh. I tried to control it. Control my emotion. Aku selalu merasa--- ahh aku bodoh, ipeka ku ga tiga, ahh aku ga punya pasangan, ahh aku belum punya pekerjaan, ahhh kenapa aku selalu dibandingkan dengan kakakku....and then i feel full. Aku memutuskan untuk tidak bersahabat dengan otakku, I will not let a bunch of foolish to insult me. Hhahahaha
Aku jauh lebih cerdas dari mereka, hanya karena keegoisanku yang pengen jadi anak rantau and choose any major so I could boasting my 'cool-ness' , hanya merusak diriku sendiri. Aku memutuskan bersahabat dengan otakku, dengan tubuhku, dengan imanku, dengan caraku sendiri. Bahkan aku ga membiarkan ucapan2 keluargaku atau mungkin Tuhan untuk menjadikan aku yang-katanya-baik. Aku memilih untuk menjadi baik dengan caraku sendiri. I just let my family and God to tell what they want, but no to insult me to become what they wanted me to. Ahhh bad english hahhaha
Dan hmmm, tumblr kpsurgery. Aku ingin operasi, otakku. So I become smarter, smarteeeeeeeeeeeeeer than anyone. Crazy talk. Serius, aku senang mengunjungi tumblr itu bukan karena aku ingin menjadi mereka- melakukan operasi. Aku bangga dengan fisikku, walau jelas tidak lebih cantik dari mereka yang operasi, ahh tapi tidak ada yang salah dengan fisikku. Aku ga jelek2 amat, hehehe. Semua bagian tubuh bekerja dengan normal. Walaupun aku gendut, hehehe, but God create me perfect. Menurutku, perfectness itu ga cuman perihal GUI. Karena GUI yang cantik pastilah karena API yang dikerjakan dengan cantik pula.
Aku selalu berkaca setiap melihat tumblr kpsurgery. Kenapa orang korea (yang melakukan operasi) butuh banget ingin menjadi westerness tapi dengan identikal asia? Itu maruk namanya. Maruk. Kenapa mereka ingin sekali punya wajah yang full of aegyo, punya tampang cute tapi bisa menampilkan sexiness sekalian? Itu maruk. We're imperfect, tapi apapun yang mereka lakukan, aku hargai semua usaha mereka.
I love myself, that's why I respect every mindsets.
Mereka ingin double eyelid, aku punya. Mereka ingin punya mata besar, hmmm sepertinya mataku bisa dibilang average. Wajahku tidak kotak(tidak aneh) seperti mereka, bibirku juga menarik, aku rasa orang Indonesia jauuuuuuuh lebih baik dari wajah orang Korea. Don't blame me. Bukan karena aku membela identitasku, tapi yang punya mata juga pasti berpikiran begitu. Aku hanya takut, orang yang cantik karena 'pisau', 'suntik', aaah bagaimana wajah mereka ketika tua? Untuk senantiasa cantik, mereka juga harus senantiasa bermain dengan pisau, dengan suntik, dan semua alat2 itu. Itu melelahkan, menurutku.
No pain, no beauty. Ahh okay, aku juga pernah berjuang menjadi cantik dengan diet. I did it. But I dont give a fuck when I want to eat something. Pas aku cerita sama Mamakku bahwa berat badanku naik 4 kilo, she srarted to nag. Hate it to hear. Tapi menjadi cantik memang menyenangkan, dan menjadi kurus adalah salah satu parameter 'orang cantik'. Aku ingin diet bukan karena aku ingin cantik, tapi lebih karena supaya aku bisa memakai baju apapun, sehingga aku bisa terlihat tambah cantik. She really fffffffffffreak out when I told her that I'm gaining weight. Hhahaha, oh my Mom. Mungkin dia ingin menjaga rasa sakit hatiku terhadap salah satu kerabatku yang pernah menghinaku. I just want to tell that actually I'm prettier, smarter but not luckier than her daughters. Dia punya anak perempuan, sudah punya pacar, tapi mereka cantik karena make-up dan software. God, please forgive me when I sarcasm. Terkadang tanteku ini harus tau diri bahwa dia hanya diberikan keberuntungan anak2 yang punya badan kurus, bukan badan langsing. Bisa pake baju2 yang ukurannya kecil, tapi wajah mereka tidak cantik. Menjadi cantik harus punya bakat cantik. Aku dan sodaraku terlahir cantik. Aku harus bilang orangtuaku punya gen yang bagus sehingga untuk segi tampang dan penampilan, kami tidaklah jelek. Sorry to say Tante.
Ahh I let people admire me because I'm smart, because i have good brain, not because of appearance.
Minggu, 09 Februari 2014
Menulis...(40)
Yuhhuuuuu blog, aku datang lagi.
If you see my face right now, you can detect my fake acting. I want to be happy, but I just feel normal.
Hhahahha, sorry dude. Aku tetap membutuhkanmu kok..
Ahhh salahkan ini playlist. Ketika aku menulis ini, aku sambil mendengar lagu SNSD.
Sebelum aku kesini aku mampir ke yutub dulu, dan melihat tutorial masakan korea. Tadi nama masakannya 'jjajangmyeon' atau black sauce noodles. Kalau dipikir2 bisa sih dimasak dengan ala Indonesia. Cuman butuh mie telor, daging sapi/daging babi, dan saus hitamnya bisa dibuat dari kacang merah rebus yang dicampur ke kecap. Hahahha mungkin mirip..
Blog, beberapa hari ini kau pasti menemukan aku sombong sekali. Maaf untuk itu, lagi2 aku harus bilang belum ada kesedihan yang ingin aku bagi. Aku masih merasa kesedihan dan kemarahan seperti biasa, hanya aku tak ingin membaginya kepadamu.
Blog, abang kandungku akan menikah. Aku tentu bahagia mendengarnya.
Satu2nya yang ingin tahu orangtuaku bahagia, dan ahhh blog aku memikirkan hal yang jahat lagi. Terkadang aku bingung kenapa orang harus menikah karena faktor umur. Itu tidak adil rasanya memaksakan hati dan cita-cita yang masih bisa kita capai. Bukan aku tak ingin menikah, aku pasti menikah tapi itu nanti. Aku sedang ingin menikmati S2ku, menikmati belajar, aku masih ingin mengumpulkan niatanku menjadi anggota yang baik di forum NASA, dan yah aku masih punya mimpi. Dan berkeluarga, akan jauh sekali dari itu.
Aku masih pengen nyari duit, dan aku masih ingin orangtuaku menikmati apa semua yang bisa aku berikan kepada mereka.
Maybe you got me like a feminist-hardcore, but I'm not. Aku hanya ingin perempuan merdeka mengejar cita2nya, dan bukan sekedar barang yang akan dijual jika mencapai umur tertentu. Dan mungkin aku juga tidak ingin menikah dengan orang batak. I aint hate them, I just want to be normal. Hidup di lingkaran yang itu2 saja bisa membuatku sedih.
If you see my face right now, you can detect my fake acting. I want to be happy, but I just feel normal.
Hhahahha, sorry dude. Aku tetap membutuhkanmu kok..
Ahhh salahkan ini playlist. Ketika aku menulis ini, aku sambil mendengar lagu SNSD.
Sebelum aku kesini aku mampir ke yutub dulu, dan melihat tutorial masakan korea. Tadi nama masakannya 'jjajangmyeon' atau black sauce noodles. Kalau dipikir2 bisa sih dimasak dengan ala Indonesia. Cuman butuh mie telor, daging sapi/daging babi, dan saus hitamnya bisa dibuat dari kacang merah rebus yang dicampur ke kecap. Hahahha mungkin mirip..
Blog, beberapa hari ini kau pasti menemukan aku sombong sekali. Maaf untuk itu, lagi2 aku harus bilang belum ada kesedihan yang ingin aku bagi. Aku masih merasa kesedihan dan kemarahan seperti biasa, hanya aku tak ingin membaginya kepadamu.
Blog, abang kandungku akan menikah. Aku tentu bahagia mendengarnya.
Satu2nya yang ingin tahu orangtuaku bahagia, dan ahhh blog aku memikirkan hal yang jahat lagi. Terkadang aku bingung kenapa orang harus menikah karena faktor umur. Itu tidak adil rasanya memaksakan hati dan cita-cita yang masih bisa kita capai. Bukan aku tak ingin menikah, aku pasti menikah tapi itu nanti. Aku sedang ingin menikmati S2ku, menikmati belajar, aku masih ingin mengumpulkan niatanku menjadi anggota yang baik di forum NASA, dan yah aku masih punya mimpi. Dan berkeluarga, akan jauh sekali dari itu.
Aku masih pengen nyari duit, dan aku masih ingin orangtuaku menikmati apa semua yang bisa aku berikan kepada mereka.
Maybe you got me like a feminist-hardcore, but I'm not. Aku hanya ingin perempuan merdeka mengejar cita2nya, dan bukan sekedar barang yang akan dijual jika mencapai umur tertentu. Dan mungkin aku juga tidak ingin menikah dengan orang batak. I aint hate them, I just want to be normal. Hidup di lingkaran yang itu2 saja bisa membuatku sedih.
Menulis...(39)
Hi blog, really nice to meet you.
Blame me, gue emang rada sombong ke elo, but please don't get me wrong, it doesnt mean i do not give any respect, tapi memang akhir2 ini aku tidak punya kesedihan yang bisa kubagi denganmu.
Mungkin karena aku ingin melatih depresiku dengan caraku sendiri, tanpa merepotkan apapun yang ada di luar tubuhku, termasuk lo dan Tuhan. Aku ingin menempatkan kalian sebagai opsi terakhir jika aku ingin meledak. Hhahha, meledak...kata yang bagus sepertinya..
Aku hanya ingin berhenti menangis didepanmu, aku juga ingin berhenti memarahi Tuhan, berhenti memporsir diriku seperti keinginan keluargaku, berhenti merasa kecewa karena lingkungan, berhenti berduka karena nasibku, karena aku jenuh. Lebih baik aku selalu mengaku kalau aku tidak lebih baik dari orang-orang yang aku cemburui itu, aku hanya tidak ingin bermusuhan lagi dengan otakku.
Aku tau otak setiap manusia itu cerdas, dan so do I. Aku tidak kekurangan satu apapun. Aku merasa IQ dan SQ ku memiliki persahabatan yang luar biasa baik. Aku hanya ingin seimbang.
Ahhh blog, kau tau sebelum kesini aku maen dulu di celestia dan stellarium. Aku tau, mimpiku yang ingin menjadi astronot itu akan jauh dari kata 'sangat jauh', yah kasarnya, itu tidak mungkin terjadi. Belajar memang butuh waktu, dan terkadang hidup harus berorientasi pada uang, sehingga mungkin untuk belajar lagi menjadi astrnonot membutuhkan uang yang tidak sedikit.
Tapi biarlah, aku tetap mencintai dunia astronomi. Bahkan sekedar melihat mereka melalui aplikasi yang luar biasa ini, waaaaw sepertinya saya ingin bekerja bersama mereka membuat aplikasi astronomi yang lebih-lebih-lebih-keren-lagi hahhaha...waduh aku jadi ingin menangis..
Blame me, gue emang rada sombong ke elo, but please don't get me wrong, it doesnt mean i do not give any respect, tapi memang akhir2 ini aku tidak punya kesedihan yang bisa kubagi denganmu.
Mungkin karena aku ingin melatih depresiku dengan caraku sendiri, tanpa merepotkan apapun yang ada di luar tubuhku, termasuk lo dan Tuhan. Aku ingin menempatkan kalian sebagai opsi terakhir jika aku ingin meledak. Hhahha, meledak...kata yang bagus sepertinya..
Aku hanya ingin berhenti menangis didepanmu, aku juga ingin berhenti memarahi Tuhan, berhenti memporsir diriku seperti keinginan keluargaku, berhenti merasa kecewa karena lingkungan, berhenti berduka karena nasibku, karena aku jenuh. Lebih baik aku selalu mengaku kalau aku tidak lebih baik dari orang-orang yang aku cemburui itu, aku hanya tidak ingin bermusuhan lagi dengan otakku.
Aku tau otak setiap manusia itu cerdas, dan so do I. Aku tidak kekurangan satu apapun. Aku merasa IQ dan SQ ku memiliki persahabatan yang luar biasa baik. Aku hanya ingin seimbang.
Ahhh blog, kau tau sebelum kesini aku maen dulu di celestia dan stellarium. Aku tau, mimpiku yang ingin menjadi astronot itu akan jauh dari kata 'sangat jauh', yah kasarnya, itu tidak mungkin terjadi. Belajar memang butuh waktu, dan terkadang hidup harus berorientasi pada uang, sehingga mungkin untuk belajar lagi menjadi astrnonot membutuhkan uang yang tidak sedikit.
Tapi biarlah, aku tetap mencintai dunia astronomi. Bahkan sekedar melihat mereka melalui aplikasi yang luar biasa ini, waaaaw sepertinya saya ingin bekerja bersama mereka membuat aplikasi astronomi yang lebih-lebih-lebih-keren-lagi hahhaha...waduh aku jadi ingin menangis..
Langganan:
Postingan (Atom)