Selasa, 11 Februari 2014

Berpikir...(30)

Hai blog, aku mengunjungimu karena ada sesuatu yang mengganjal pikiranku.
Kau tahu kan aku senang sekali mengunjungi 2 tumblr ini: ugly-girl-problem dan kpsurgery.\
Dari kecil aku selalu berpikir bahwa aku jelek, yah jelek. Gendut, jelek, dan berjerawat. Nobody likes me, and no body wants to like me.
Hurtful.
 Aku selalu berpikir jika aku punya wajah yang bagus, dan orang yang berwajah bagus dan cantik haruslah cantik berfoto. Aku tidak suka berfoto, dan aku hanya ingin berfoto jika aku sedang ingin berfoto, dan kalopun aku berfoto bersama kerabat/teman/orang2 tertentu, wajahku tidaklah photogenic dibandingkan mereka, but the best thing from my mindset: i dont give a damn fuck for it.

Iya aku berpikir, ahhh aku tidak cantik setiap melihat wajahku di beberapa gambar, but then i think, every girl is beautiful with their own mindset.
Mungkin aku berpikir terlalu feminist sejak aku menemukan situs thegrandnarrative yang jelas2 deskripsi situsnya 'korean feminism'.
Ntah aku selalu berpikir, menjadi perempuan KEREN tidak selalu identik dengan fisik, dengan visual. Fisik dan visual yang bagus adalah bonus.
Blog, aku sedang mendengarkan lagu dari band favoritku jaman SMP. They're everlasting green for me: My Chemical Romance. Aku mendapat kekuatan tersendiri dengan mendengarkan lagu mereka, ahhhh tidak cuma lagu mereka. Aku juga senang mendengarkan lagu2 dari Tokyo Jihen karena aku rasa kedua band mempunyai pesan positif untuk perkembangan otakku. Hahahaha, sounds weird rite?

Oke, kita kembali lagi perihal menjadi jelek.
Aku bisa bilang aku tidaklah jelek, dan setiap kali aku berkaca aku juga tidak jelek2 amat. Every girls is beautiful. Why I said that? Karena terkadang orang yang (kupandang2, kulihat2, kukira2, dan memang kurasa) jelek mereka lebih PD daripada aku. Mereka bisa menggunakan make-up dengan baik-- luar biasa baik, menggunakan teknik pencahayaan foto yang baik-- luar biasa baik, menggunakan software mengedit foto dengan handal-- luar biasa handal, daaaaaaaaaaan semua yang mereka kerahkan hanya untuk sebuah gambar, they gave much effort. Aku harus menghargai usaha mereka. Ada pula yang memang menurutku cantik, tapi mereka tetap membutuhkan make-up dan software. Ada yang tidak tau diri wajahnya tidak cantik, ahh wajar mereka butuh make-up dan software.
Mungkin ketika aku bercerita ini blog, kau berpikir aku iri dan cemburu terhadap mereka. Kau boleh berpikiran seperti itu, dan aku tidak berusaha untuk membuatmu untuk tidak berpikiran seperti itu karena kau punya hak untuk memiliki pemikiran seperti itu. Ahhh tadinya aku berpikir yang sama, "Ahhh mungkin aku iri terhadap mereka.." , tadi! Tadinya aku berpikir gitu, tapi ke-tadi-tadi-an itu sudah menjadi rasa muak. Muak coy!
Aku hanya melihat foto2 mereka di timeline jejaring sosialku, dan rasa muak itu memuncak begitu saja. Mungkin karena aku memiliki mindset, if you're pretty because of make-up or software, you arent in my level.


Aku tidak cantik, tapi aku selalu menanamkan pikiran: "Aku perempuan keren, tangguh dan mandiri. Aku cantik, dan luar biasa cerdas. Aku harus berdiri sendiri terlebih dulu, membuat orang tahu bahwa aku bisa berdiri sendiri. Dan soal cinta, aku bisa mendapatkan cinta siapapun"
Ahh mungkin ini kalimat sombong, tapi aku harus menjadi sombong untuk menguatkan diriku. Menguatkan pikiran bawah sadarku sendiri.

Kau tau kan blog, aku selalu takut bahwa manic depressionku kambuh. I tried to control it. Control my emotion. Aku selalu merasa--- ahh aku bodoh, ipeka ku ga tiga, ahh aku ga punya pasangan, ahh aku belum punya pekerjaan, ahhh kenapa aku selalu dibandingkan dengan kakakku....and then i feel full. Aku memutuskan untuk tidak bersahabat dengan otakku, I will not let a bunch of foolish to insult me. Hhahahaha
Aku jauh lebih cerdas dari mereka, hanya karena keegoisanku yang pengen jadi anak rantau and choose any major so I could boasting my 'cool-ness' , hanya merusak diriku sendiri. Aku memutuskan bersahabat dengan otakku, dengan tubuhku, dengan imanku, dengan caraku sendiri. Bahkan aku ga membiarkan ucapan2 keluargaku atau mungkin Tuhan untuk menjadikan aku yang-katanya-baik. Aku memilih untuk menjadi baik dengan caraku sendiri. I just let my family and God to tell what they want, but no to insult me to become what they wanted me to. Ahhh bad english hahhaha

Dan hmmm, tumblr kpsurgery. Aku ingin operasi, otakku. So I become smarter, smarteeeeeeeeeeeeeer than anyone. Crazy talk. Serius, aku senang mengunjungi tumblr itu bukan karena aku ingin menjadi mereka- melakukan operasi. Aku bangga dengan fisikku, walau jelas tidak lebih cantik dari mereka yang operasi, ahh tapi tidak ada yang salah dengan fisikku. Aku ga jelek2 amat, hehehe. Semua bagian tubuh bekerja dengan normal. Walaupun aku gendut, hehehe, but God create me perfect. Menurutku, perfectness itu ga cuman perihal GUI. Karena GUI yang cantik pastilah karena API yang dikerjakan dengan cantik pula.

Aku selalu berkaca setiap melihat tumblr kpsurgery. Kenapa orang korea (yang melakukan operasi) butuh banget ingin menjadi westerness tapi dengan identikal asia? Itu maruk namanya. Maruk. Kenapa mereka ingin sekali punya wajah yang full of aegyo, punya tampang cute tapi bisa menampilkan sexiness sekalian? Itu maruk. We're imperfect, tapi apapun yang mereka lakukan, aku hargai semua usaha mereka.
I love myself, that's why I respect every mindsets.

Mereka ingin double eyelid, aku punya. Mereka ingin punya mata besar, hmmm sepertinya mataku bisa dibilang average. Wajahku tidak kotak(tidak aneh) seperti mereka, bibirku juga menarik, aku rasa orang Indonesia jauuuuuuuh lebih baik dari wajah orang Korea. Don't blame me. Bukan karena aku membela identitasku, tapi yang punya mata juga pasti berpikiran begitu. Aku hanya takut, orang yang cantik karena 'pisau', 'suntik', aaah bagaimana wajah mereka ketika tua? Untuk senantiasa cantik, mereka juga harus senantiasa bermain dengan pisau, dengan suntik, dan semua alat2 itu. Itu melelahkan, menurutku.
No pain, no beauty. Ahh okay, aku juga pernah berjuang menjadi cantik dengan diet. I did it. But I dont give a fuck when I want to eat something. Pas aku cerita sama Mamakku bahwa berat badanku naik 4 kilo, she srarted to nag. Hate it to hear. Tapi menjadi cantik memang menyenangkan, dan menjadi kurus adalah salah satu parameter 'orang cantik'. Aku ingin diet bukan karena aku ingin cantik, tapi lebih karena supaya aku bisa memakai baju apapun, sehingga aku bisa terlihat tambah cantik. She really fffffffffffreak out when I told her that I'm gaining weight. Hhahaha, oh my Mom. Mungkin dia ingin menjaga rasa sakit hatiku terhadap salah satu kerabatku yang pernah menghinaku. I just want to tell that actually I'm prettier, smarter but not luckier than her daughters. Dia punya anak perempuan, sudah punya pacar, tapi mereka cantik karena make-up dan software. God, please forgive me when I sarcasm. Terkadang tanteku ini harus tau diri bahwa dia hanya diberikan keberuntungan anak2 yang punya badan kurus, bukan badan langsing. Bisa pake baju2 yang ukurannya kecil, tapi wajah mereka tidak cantik. Menjadi cantik harus punya bakat cantik. Aku dan sodaraku terlahir cantik. Aku harus bilang orangtuaku punya gen yang bagus sehingga untuk segi tampang dan penampilan, kami tidaklah jelek. Sorry to say Tante.

Ahh I let people admire me because I'm smart, because i have good brain, not because of appearance.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar