Jumat, 31 Mei 2013

Berpikir....(12)

Tak terasa sudah di akhir bulan Mei saja.
Bulan ini terasa luar biasa-biasa saja, bahkan dibandingkan bulan kemarin. Terlihat tulisan saya di bulan ini lebih banyak dari kemarin.

Ok. Tadi saya mendapat postingan dan melihat beberapa postingan yang berbeda mengenai sesuatu hal.
Yang saya ingin bicarakan disini itu, hmm, perihal kompetisi.
Bisa diartikan kompetisi itu baik. Perlombaan itu baik untuk menciptakan semangat mengerjakan sesuatu.

Tapi tidak menurut saya.
Saya lebih suka semua kita lakukan ketika kita memang punya hati, punya minat, punya kemampuan, dan punya keinginan untuk melakukan kegiatan tersebut.
Kenapa kita tidak membuat suatu penelitian, penemuan, karena kita punya ide dan kesempatan, dan tidak semata-mata karena kompetisi?

Kompetisi itu butuh waktu, butuh deadline.  Dan terkadang, deadline itu tidak selalu diartikan dan digunakan dengan baik.

Kenapa kita melakukannya dengan tenang? Dengan nyaman? Asal tujuan kita baik, targetting kita baik, demi kepentingan bersama-atau bisa karena kita ingin.

Tulisan ini terlalu menggebu-gebu untuk menggambarkan bahwa saya tidak menyukai sesuatu yang nantinya akan dibandingkan dengan orang lain.

Berjuang untuk sesuatu yang lebih baik, tidak harus selalu membutuhkan pengakuan. Namun, jika kita dalam tim, haruslah semua anggota BERTANYA apakah ada andil yang mampu dia kerjakan. Sekecil apapun itu.


Kemudian saya juga agak sedikit tidak nyaman jika ada kompetisi yang membutuhkan 'like', 'share' atau bentuk dukungan lainnya seperti itu. Jika ada beberapa teman saya yang meminta saya untuk memberikan dukungan seperti itu, saya selalu akan memeriksa hasil yang telah dibuatnya. Jika itu menarik hati saya, dan saya mengerti apa tujuannya, dan bagus, saya akan dengan senang hati memberikan dukungan. Tapi jika tidak, saya akan anggap angin lalu dan mengatakan 'kebohongan putih'.

Yah kebohongan putih.

Satu hal, kenapa harus memberikan dukungan dengan cara seperti itu?

Pertama, itu merepotkan. Harus login dengan akun ini, akun itu, demi sebuah ranking. Bahkan idola saya saja, jika saya sedang tidak ingin melakukannya, saya tidak akan melakukannya.
Kenapa tidak memberikan dukungan dengan cukup mengetahui apa yang sudah dilakukannya? Itu sudah cukup baik, ketimbang nantinya mendapat spam dari sana-sini.

Kedua, saya menaruh emosi dalam melobby. Saya adalah kategori orang yang mudah patah hati- terutama untuk sesuatu yang jelas-jelas saya kerjakan tapi dikatakan saya tidak paham atau tidak mengerjakan hal tersebut-  saya akan sangat tersinggung sekali.
Ketika saya ditolak, saya akan benar-benar merasa tersingkir, dan ohhh...sepertinya saya memang tidak pantas berkolaborasi disini. Itu akan membuat saya berpikir 10 kali untuk merendah, untuk melakukan hal yang sama lagi. Tapi saya itu mampu membuat conversation dengan publik, asal topiknya tidak bersifat persuasif.

 

Kamis, 30 Mei 2013

Menulis...(13)

Mood saya sudah mulai membaik, setidaknya. Dan itu menurut saya sendiri.
Tapi hal-hal sepele masih sering saja menganggu.
Dan baru beberapa menit yang lalu, orang menyebalkan mengusik ketentraman menulis saya.
Bagaimana bisa ping bandwidth di kos tidak bisa disisipi sedikitpun?! Sampah. Serasa saya tidak ikut bayar saja. Saya juga sering mengunduh..tapi setidaknya tidak dalam waktu yang terlalu lama.

Ok. Berawal dari telepon Mama. Alibiku adalah saya memang malas berhadapan dengan orang yang tidak sepaham dengan saya. Mama memberi solusi yang sepertinya masih tidak sesuai dengan mindsetku.
Bagaimana mungkin saya harus merendahkan hati di depan dosen? Saya punya ide, saya bisa melakukannya, tapi apa tidak bisa mereka cukup mengiyakan dan mengarahkan, bukan mengomentari.
Ya, itu selalu jadi kelemahan saya.

Sekilas, saya juga bingung mengapa Torres mau dijual sama Abramovic..

Dan, di kos saya ada penghuni baru. Sepertinya saya cukup familiar dengan wajahnya, walau saya tidak bisa mengingat namanya. Tapi sepertinya tidak jadi keharusan juga, karena saya yakin dia hanya sekitar 2 bulan disini. Cukup susah bagi saya untuk mengingat nama orang, jadi lebih baik tidak tahu sama sekali.

Jadi bagaimana kabar TA saya? Sekarang sedang saya cicil. Tapi saya tidak tahu kepastian dosennya siapa. Yang jelas, saya jadi merasa malu, dan takut ditolak, dan takut dihina juga. Ah memang sepertinya saya memang harus merendah untuk itu.

Tapi saya masih merasa ketidakadilan itu ada dibahu saya.


Senin, 27 Mei 2013

Menulis....(12)

Salam pagi :)
Ini adalah pagi kesekian yang saya alami dengan kurang tidur, sarapan tidak sehat, lupa olahraga, lupa minum obat, mata panda, belum boker, belum cuci muka, software error, persiapan 2 presentasi untuk mata kuliah yang berbeda. Rasanya saya butuh ilmu Kagebunshin No Jutsu..


Minggu tenang boleh tidak tenang, yang penting saya mau menulis dulu.

Jadi apa ya, sudah semakin banyak saja orang yang salah paham melihat kelakuan saya. Terserah. Saya juga tidak minta dipahami, karena cukup sulit juga untuk memberikan kesamaan pemahaman kepada individu diluar pribadi kita.

Your mind, my mind is not same.
Untuk apa berlelah melihat orang lain yang jauh lebih bodoh dari Anda. Yang jauh lebih tidak menyediakan permakluman lebih baik. Yang jauh lebih siap untuk mendeteksi ketidaknyamanan dalam hidup.

Karena tidur larut malam sudah 4 hari ini, sepertinya berat badan saya naik drastis. Kata teman-teman, saya sudah mulai menggendut lagi. Oh tidak, tapi oh tenang saja. Saya hanya kurang olahraga dan kurang tidur. Makanan saya akhir-akhir tidak sehat sekali: Kerupuk dan mie. Tapi siapapun tahu, junk food memang selalu enak, ahhaha

P.S : Permainan yang sering saya mainkan akhir-akhir ini adalah Free Flow dan Rummikub. Menyenangkan sekali. Dan video Shinhwa Broadcasting yang episode 57 belum diunduh, tapi malah sibuk baca komik Judge.

Minggu, 26 Mei 2013

Berpikir...(11)

Setelah dipikir-pikir, sebenarnya tidak ada yang salah dengan IQ saya, hanya memang EQ dan SQ saya sangat bermasalah.

Sebelum ini, saya baru saja menghubungi Mamaku. Apa karena jarang mendengar suaranya, saya menjadi saya yang lemah. Terkadang orang bodoh memang lemah.

Apapun yang terjadi, apapun yang saya alami, saya begitu susah untuk menceritakannya kepada Mama saya sendiri. Mungkin karena sedari kecil, saya juga tidak pernah menceritakan sesuatunya kepada Mama saya.
Ada sebagian sisi di otak saya yang begitu maskulin, sehingga saya rasa bercerita kepada Mama sendiri tidaklah memberikan jalan keluar.

Jalan keluar yang saya maksud, saya sendiri tidak tahu. Saya hanya ingin didengar, tapi ada hal yang mengganjal mengapa saya sungkan menceritakannya kepada Mama saya.

Terakhir, seingat saya, saya pernah menceritakan sesuatu hal kepada salah seorang teman, tapi saya rasa itu ketika mood saya cukup baik. Sejujurnya, saya tidak mengenal dengan baik, apa yang saya perlukan.
Saya bisa menyelesaikan sendiri tanpa harus ada orang lain


Mungkin saya memang lebih senang ngomong sendiri ke bulan. Entah dia begitu dan amat cantik, sampai saya rasa dia lebih paham terhadap ekpresi yang kualami.

Kemudian, Chelsea FC kalah atas City dengan skor 5-3. Kalau diibartkan, masa saya sekolah, saya ibarat Bayern Munchen atau MU. Everybody loves me because I'm the final winner. Tapi tidak untuk sekarang.

Saya akan selalu lemah di bidang yang tidak saya sukai.

Sabtu, 25 Mei 2013

Berpikir...(10)

Sebenarnya tidak ada orang bodoh, yang ada hanya malas.
Tapi dalam kasus saya, kemalasan saya itu tingkat akut. Hanya rasa ingin tahu yang membuat saya membaca sesuatu. Kemudian untuk mempelajarinya, saya butuh MINAT, LATIHAN, dan DEADLINE.

Terpikir ingin sekali membuat 3 kata ini sebagai wallpaper laptop saya, untuk selalu mawas sama kekurangan saya ini. Ketika saya kurang minat, saya akan malas latihan, dan menunggu deadline.

Tidak ada orang bodoh, yang ada hanya malas. Ditambah saya, yang begitu gampang untuk tidak menyukai sesuatu jika sesuatu itu terlanjur membuat saya tidak suka. Hanya deadline dan keajaiban dari tangan Tuhan yang mampu menggerakkan saya.

Hmm, tulisan ini begitu absurd ya.

Akhir-akhir ini, saya merasa ada perlunya untuk menjaga jarak. Apapun. Yang saya anggap merusak ketahanan OTAK dan EMOSI saya. Saya terlalu gampang untuk menyukai sesuatu dan membenci sesuatu.
Saya tidak menolak kehadirannya, saya hanya mengurangi dan membatasi- bahkan mengusahakan untuk tidak berinteraksi.

Saya sedang senang lagunya Lee Hyori di album terbarunya yang 'Monochrome Vol.5'
If you listen her songs, you will get her vintage feeling for any part. I think, her first album and this album does well. Really well.
Semua lagu di album terbarunya yang 2013 ini, sangat-sangat bagus dan begitu 'Lee Hyori', yaaah adalah sensasi half monochrome-nya (y)

<<  Beberapa jacket photo untuk album Monochrome, ini buat yg lagu Miss Korea

 Beberapa jacket photo untuk album Monochrome >>



Ini cover album Monochrome >>




Ada 16 lagu, kategori pas untuk dibilang full album. Saya lebih suka album lengkap ketimbang seperti lagu-lagu sekarang yang menggunakan embel-embel digital single, single album. Itu terdengar nanggung dan sampah. Tentang lagu recommended: SEMUA. Hahhah, saya jatuh cinta sekali dengan lagu Show Show Show, Somebody, You, I Hate Myself, Love Radar, arghhhh semua ah, semua aja :)

Pertama kali yang dipublish full adalah MV Miss Korea kemudian Show Show Show. Walau saya lebih suka lantunan Show Show Show, tapi kedua lagu punya lirik yang begitu bagus.

Memang benar, lagu terdengar menarik karena liriknya.

Lucu ya, saya malah tidak terlalu suka dengan lagu-lagu di album Shinhwa yang sekarang. Entah, saya lebih prefer album 'Venus' album vol.14 yang 2012 kemarin. Lagu-lagu sekarang saya tidak mengerti nadanya. Tidak ada feel. Seperti sembarang dibuat. Padahal yang kemarin lagunya bagus-bagus semua.

Tapi saya tetap Shinhwa Changjo kok.
Dan, Lee Hyori tetap menjadi salah satu penyanyi solo wanita Korea Selatan yang saya kagumi. Dia keren, mandiri, dan superb.

Senin, 20 Mei 2013

Menulis...(11)

Selamat datang, hari Senin.
Saya ingin menuliskan beberapa perihal yang cukup indah mengartikan kemenangan Chelsea 2-1 atas Everton tadi pagi.


Belum ada yang mengatakan bahwa Anda begitu cantik, atau Anda begitu rupawan, atau Anda begitu jahat, atau Anda begitu buruk.




Minggu, 19 Mei 2013

Menulis...(10)

Tiba-tiba saya ingin menulis tentang salah seorang teman kerja Mamaku yang kelakuannya yang begtiu membekas di ingatanku. Sebut saja namanya, Tante Sri.
Dulu aku selalu berpikiran seperti ini: perempuan yang bernama Sri pastilah cantik, pastilah manis, karena waktu itu aku selalu membayangkan perempuan yang bernama Sri itu seperti yang digambarkan di buku Bahasa Indonesia sewaktu aku sekolah dasar dulu.

Iya, saya membicarakan Dewi Sri yang begitu rupawan, dermawan, dan baik hati itu. Tapi sejak saya melihat kelakuan dan terbiasa mendengar celotehan Tante Sri yang tidak bermutu ini, maka bayangan saya itu perlahan kabur. Terkadang nama yang indah tidak menjamin seindahnya kelakuannya. Ya, terbukti saat inipun saya masih membenci nama ini.

Mamaku bekerja di sebuah puskesmas. Mamaku adalah seorang minoritas dan saya bangga sekalipun tidak nyaman karena itu.
Perasaan ini seperti aneh, dan kurang ajar dalam waktu yang bersamaan.
Saya merasa Mamaku sering mendapat diskriminasi, mendengar cerita-ceritanya sepulang dari bekerja. Saya ingat betul Mamaku masih begitu nyaman bekerja ketika masih jaman kepiawaian dokter Gema, dokter Susi dan dokter Lili. Okelah dr. Susi dan dr.Lili memiliki keyakinan yang sama seperti Mamaku, tapi tidak ada hal yang aneh menurut dr.Gema yang jelas-jelas dia perempuan muslimah pertama yang baik, menurutku.

Bahkan beliau lebih baik dari tetanggaku.
Dan dia juga menjadi salah satu alasan mengapa menjadi dokter itu keren.

Kemudian saya mengenal sosok perempuan yang menjadi topik tulisan saya ini. Dia cantik, cukup. Putih. Tapi tidak menyenangkan.
Perempuan ini selalu berkata hal yang tidak baik tentang kelakuan bapak saya. Sewaktu itu, bapak saya cukup sering diluar kota karena bekerja.

Dia sering menggoda kalau-kalau bapak melakukan perbuatan yang tidak-tidak ketika tidak bersama dengan Mama. Itu menyebalkan, dan saya hanya bisa mencercanya dalam hati.

Ketika saya masih berpakaian merah putih sampai akhirnya ke bangku sekolah menengah pertama, dia selalu berbuat demikian. Awalnya saya selalu berpikir dia hanya bercanda, tapi bercandanya sudah keterlaluan.

Tidak menyenangkan. Saya hanya bisa menimpali dengan berkata itu tidak terjadi, dan ketakutan itu sungguh beralasan.

Ketika akhirnya Anda tahu hal pahit itu bisa terjadi, saya merasa dialah pembuat keonaran sebenarnya. Sungguh tidak menyenangkan melihat orang yang Anda kenal menangis bukan?

Demi apapun, saya berdoa agar kehidupan rumah tangga juga mengalami kesulitan yang lebih luar biasa dari yang bisa saya rencanakan untuk perempuan ini. Cukup sering juga dia berkata yang 'terlalu manis' sehingga terdengar pahit untuk Mamaku. Tapi yang terakhir saya dengar dia punya cukup masalah dengan suaminya.

Baguslah. Seandainya ada seseorang yang bisa berkata lebih sadis daripada saya.

Berpikir...(9)

Sepertinya saya sudahkehilangan dewa keberuntungan di pundak saya, dan digantikan dengan dewa cuek.
Beberapa hari sebelumnya, saya merasakan patah hati lagi.
Anda tahu kan perasaan ketika proyek yang sudah Anda buat susah payah gagal di ujung, kemudian Anda harus merasakan kekalahan dalam seleksi, kemudian perjuangan untuk sebuah sertifikat Anda ditolak karena Anda sudah malas karena terpikirkan hal lain, kemudian orang-orang di sekitar Anda yang terlalu salah paham dengan Anda dan merusak mood Anda, dan teman-teman di sekelompok tubes Anda tidak pengertian...dan semua berakhir dengan kata: SEMUA GAGAL TOTAL.

Jujur, semester ini jauh lebih buruk.
Karena mereka kadang saya menyingkir ide buat nyicil skripsi saya, dan akhirnya saya malas.
Saya sangat malas, dan saya juga malas bersosialisasi dengan orang.
Dan design saya juga ditolak. Ide saya juga ditolak.

Sewaktu kecil, saya selalu menang. Seingat saya, tidak ada satupun lomba yang saya ikuti dan saya tidak menang.

Menulis...(9)

Oh Mom, I might die now.
Please protect me, so I do not lose my laughter.
This: I think you're pretty when you're smile.
There's no reply because you stand vacantly alone,

Oh Mom, T.O.P

Rabu, 15 Mei 2013

Menulis...(8)

Saya ingin berbagi kebahagiaan bahwa saya baru saja membaca 2 artikel yang cukup menarik sebelum saya membuka akun blog.
Tentang aspirasi seorang wanita dan e-KTP.
Seorang wanita dengan kegigihannya dalam bekerja dan perjuangan untuk pengembangan teknologi kartu identitas menuju yang lebih baik untuk Indonesia.

Sepertinya saya akan lebih sering menulis di blog. Bukan karena mikroblog tidak membantu tapi sebagai orang yang emosinya suka fluktuatif seperti saya, kegiatan itu lebih mirip menyulut minyak dengan api.
Kalau sedang gila, bisa minyak jelanta. Tidak menutup kemungkinan, orang-orang mengirimi saya pertamax untuk digunakan.

Tapi saya masih bisa dihubungi di beberapa media sosial, karena saya masih punya pemikiran: Your haters is your best admirer.

Dan kalimat bagus yang ingin tulis hari ini adalah: Diam itu untuk fisik, maka bukan berarti tidak berpikir. Setiap orang selalu punya pemikiran untuk peduli, tapi tidak semua orang ingin menjadi pahlawan.

Selasa, 14 Mei 2013

Berpikir....(8)

Sepertinya hari ini saya sedang menulis apa yang sering terlintas di beberapa hari ini.

Sebenarnya ini hal ini pernah saya lakukan sekitar beberapa tahun yang lalu, dan sudah tidak pernah saya lakukan lagi, dan setibanya saya mulai melakukan hal ini lagi bulan-bulan penghujung.
Di satu sisi, saya nyaman paling tidak saya punya gambaran tentang mood saya yang sering merasa tidak begitu baik, di beberapa masa tertentu.
Mungkin seperti ini, saya merasakan bangga atas rasa takut yang saya timbun, dan saya takut terhadap kebanggaan yang  menimbulkan kebingunan ini.

Entahlah saya merasa tulisan ketiga ini cukup kabur.

Sebelum saya menulis ini, lagi-lagi saya melakukan tes bipolar secara online. Cukup rutin setidaknya sebulan sekali.Dan dari setiap hasil yang saya dapat selalu sama: kemungkinan besar mengalami sindrom bipolar. Muncul rasa bangga ketika saya merasa apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, apa yang saya nikmati, ada di beberapa opsi pertanyaan.

Sugesti itu selalu lebih berhasil. Dan lingkungan adalah uterus yang baik untuk menghasilkan individu yang luar biasa. Lingkungan keluarga dan kecintaannya yang bergejolak di dalamnya.

Terlahir sebagai anak keempat, dengan masa kecil yang biasa-biasa saja.
Menjadi anak bungsu dapat menikmati kesukaan.
Mamak selalu bercerita betapa tidak menyenangkan masa kecil kakak ketiga saya. Ya, saya tahu.
Mamak selalu bercerita bahwa Bapakpun sempat tidak mengenali kakak ketiga saya sewaktu lahir. Ya, saya tahu.
Terkadang harus beberapa hal pedih apalagi yang harus saya dengar tentang kakak saya.
Tapi saya tidak bisa menyalahkan ketika hidup yang dibuat oleh Mamak selayaknya perbandingan.

Saya ingin sekali menyalahkan masa kecil saya yang penuh perbandingan dengan kakak saya.
Saya masih ingat sepertinya saya pernah menggambar seekor anak anjing yang menangis di buku matematika saya, saking depresinya.
Saya berusaha mendapatkan prestasi yang sama seperti kakak saya.
Anda tahu kan, betapa susahnya memiliki perasaan bahwa saudara Anda selalu rangking juara umum di sekolah, selalu mendapat beasiswa, selalu dan selalu dan selalu, dan selalu...dan tersisalah Anda yang ketika Anda mendapat juara sekalipun, itu tidak akan berbekas sekali di sejarah.
Sejak di bangku TK, saya sudah membentuk karakter saya yang tidak mencintai kompetisi, ketika saya tidak menginginkannya.

Saya sangat beruntung mempunyai kakak yang baik, cerdas, dan cantik. Dan sekarang dia dokter. Dia tidak lebih dari orang yang sudah berhasil membuat karakter-karakter yang begitu spesial di dalam otak saya.

Saya camkan, saya pintar. Ini sugesti saya, tapi ini akan selalu terpatahkan karena saya selalu merusak karakter untuk rendah hati, dan kenyamanan, dan kesamaan level, dan juara.

Saya tidak suka dibandingkan dengan apapun, karena itu saya juga tidak suka membandingkan orang. Jangan memberikan ekspektasi yang begitu mewah kepada saya, karena saya hanya akan sakit hati jika apa yang sudah saya lakukan se-mewah pikiran Anda, selalu akan tampak tidak begitu baik di mata Anda.

Terkadang saya begitu patah hati, ketika Mamak lebih sering dekat dengan kakak saya yang ketiga. Tapi itu tidak menimbulkan rasa 'seharusnya saya'. Tapi apa tidak lelah mendengar hal yang dibanggakan oleh orang yang Anda perhitungkan kehadirannya?

Hidup saya, dan karakter saya, terbentuk dari sugesti dan perbandingan. Ya, saya tahu kenikmatan masa kecil yang saya dapati lebih baik dan lebih bagus dari kakak saya. Dan kemungkinan juga karena saya kurang begitu religius seperti Anda, maka saya memilih untuk menumpuk kekecewaan saya di dalam otak.

Saya jarang berdoa. Kakak saya bahkan selalu aktif kegiatan keagamaan sedari SMP.
Saya jarang mengucap syukur. Kakak saya bahkan selalu rajin saat teduh.

Anda tahu, selain karena perbandingan-perbandingan yang memuakkan itu, saya terpacu melakukan yang terbaik juga untuk nilai akademis saya. Saya juga selalu mendapat nilai baik, saya bisa mendapat PMDK seperti kakak saya, dan saya selalu menggambar lebih baik dari dia.
Saya selalu bisa lebih baik dari dia, di belakang layar. Dan dia memang baik, dan layar selalu berkembang.

Menulis....(7)

Hari ini saya yang pemalas kembali lagi.
Setelah saya fixed menyelesaikan tugas risop, uas risop, dan KWN, saya sangat berleha-leha sekali. Padahal masih banyak tugas menanti: uas statistik, uas modsim, software buat modsim, dan masih ngutang 2 design poster masing-masing untuk modsim dan titipan dari junior, beberapa tumpukan kegiatan lomba, dan.....skripsi.

Yang terakhir, saya beri titik-titik agar terkesan saya sangat keren, walaupun tulisan ini tidak terlalu berarti.

Ngomong-ngomong, ada dua hal yang ingin saya pamer hari ini: saya sedang keranjingan games Free Flow dan lagu-lagu di albumnya My Chemical Romance yang Conventional Weapon.
Tadinya tulisan ini ingin saya dedikasikan untuk salah satu grup yang menginspirasi karakter saya sejak di bangku sekolah menengah pertama, tapi saya batalkan karena akan sedikit menjadi tragedi jika saya menuliskannya terlalu menggebu-gebu seperti tulisan saya tentang Tina Jittaleela terdahulu.


Seharusnya, saat ini saya menulis skripsi. Skripsi beroooooh, kapan lagi saya lulusnya kalau tidak dicicil dari sekarang. Dan andai kalian tahu, saat ini otak saya sedang merancang 3 kalimat super cantik sebagai alibi yang indah mengapa saya belum rampung juga mengerjakan skripsi saya.

Sebagai bahan dasar saya masukkan rasa iri yang dicampur dengan sejumput rasa malas dan beberapa sendok ketakutan. Padahal yang terdengung di telinga saya saat ini adalah rangkaian kalimat pada lagu "Light Behind Your Eyes" dan "The World is Ugly"

Otak saya akan cepat berganti momen setelah 10 menit.

Jadi bagaimana? Nikmati saja hidup.

Berpikir....(7)

Selamat datang, Royal Astronomer Masa Depan!!
Jadi terpikir menjadi astronot adalah cita-cita yang tidak pernah tersalurkan sejak bangku SMP, tapi setidaknya saya punya waktu untuk menikmatinya sekarang.

Yah menjadi astronomer, lebih tepatnya, adalah keinginan luhur yang timbul sejak saya nonton Armageddon. Mungkin bisa dikatakan menjadi ahli tata surya, ataupun apapun yang membutuhkan kenikmatan seni yang brbeda, tersimpan dengan rapi di folder keinginan saya.

Astronot, web designer, dokter, komikus, pengacara, dan semua hal-hal keren lainnya, jujur saya akui saya memiliki kemampuan untuk itu. Hanya saja, ego saya yang menuntun saya ke sesuatu yang bermula dari sebuah diktat. Sungguh teoritis. Saya sudah mensetting otak saya untuk tidak memberi stimulant yang berarti untuk sesuatu yang tidak membuat saya 'bergerak'.

Saya tidak suka yang berbau 'keharusan' dan rutinitas. Ketika saya ingin melakukannya, saya akan melakukannya. Ketika saya menyukai sesuatu, saya pasti menyukai hal itu. Memiliki dan memuja adalah hal yang berkaitan erat dengan belajar. Saya memuja ilmu tapi saya tidak ingin memilikinya. Biarlah semua orang bisa menjadi pemuja atau si empunya.

Saya menyukai kompetisi ketika otak saya menginginkan kompetisi. Jangan harapkan saya untuk berkompetisi ketika saya sedang tidak mempunyai rasa untuk melakukannya. Saya melakukan yang terbaik tapi tidak selalu memiliki hasrat untuk memiliki yang terbaik. Terkadang memuja jauh lebih baik dari memiliki. Itu akan membuat saya mawas diri, dan selalu merasa kurang.

Sabtu, 11 Mei 2013

Berpikir....(6)

Sudah hampir pertengahan di bulan Mei, dan saya masih belum menemukan judul yang fixed untuk skripsi.
Banyak sekali hal yang berkecamuk di otak saya cuman buat merangkai kalimat yang berbobot.

Hadeeeeuh .__.

Sebagai jurusan yang katanya "menganalis studi kasus untuk dibuatkan pemodelan matematikanya, sehingga dapat dibuat struktur pembuatan software yang sesuai' , saya sungguh-sungguh ribet dibuatnya.
Jika Anda yang tau software yang namanya Matlab, yah Anda pasti tahu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memahami satu fungsi didalamnya, dan pastinya untuk software sekaliber itu tidak hanya satu fungsi yang ditawarkan didalamnya.

Dengan kemampuan otak dan semangat hati yang terbatas, di semester bangkot inipun, belum ada satupun yang saya fasih dari software tersebut. Miris sekali.

Sejujurnya saya membulatkan tekad untuk mengambil topik tentang jaringan komputer untuk skripsi saya, namun apa dikata saya mendapat keberuntungan yang tidak diduga dengan mendapat dosen pembimbing tambahan, yang jurusan matematika sekali.

Saya tidak pintar bikin kodingan komputer, tapi saya tertarik menggunakannnya.
Saya tidak ada bakat dalam membuat pemodelan matematika, tapi saya suka-suka saja jika ada kuis yang mengasah otak saya.
Dan semua jadi ribet karena pemikiran saya tidak berbanding lurus dengan visi dan misi jurusan saya.

Back again.
Saya tau saya adalah kategori pecundang dan pengecut kelas berat. Ide saya sudah terlalu sering tidak didengar dosen-dosen saya, sehingga saya juga tidak berkeinginan menampakkan diri di depan mereka.
Terkadang beberapa mahasiswa/i hanya ingin didengar saja.

Hanya ingin didengar.

Yah terdengar kekanakan, karena ini sudah bukan lagi di bangku sekolah.

Saya memang begitu takut jika ada dosen yang bertanya: "Kira-kira manfaat skripsi kamu ini buat jurusan itu apa?" . Saya menangkap intonasi seperti ini seakan merendahkan judul yang akan saya tawarkan. Kalau seperti ini, rasanya saya ingin masuk informatika saya biar modar karena ngoding sekalian...

Saya selalu menaruh hormat terhadap kedua dosen pembimbing saya ini, tapi akan lebih baik kalau mereka cukup merevisi apa mimpi saya terhadap skripsi saya, bukan menaruh secuil mimpi mereka dalam skripsi saya.

Mereka sudah mendapat magister di tahun-tahun penghidupan mereka- baik didapat dengan indah ataupun tidak- tapi tidak dengan saya. Saya butuh ekstra keras dan semangat cuman buat nemu topik, dan dengan senyum indahnya seakan menyalurkan tatapan:

"Hey, I hate your paper. It is not good. What about this one? What about...what about..."
Dan berjuta what about lainnya.

Ingin memperdalam skripsi terdahulu, tapi nanti dipikir skripsi buatan kita terlalu gampang.
Ingin membahas tentang topik spesifik, tapi nanti dipikir judulnya ketinggian, kita yang susah.
Ingin mengambil judul yang baik, tapi nanti dipikir jatuhnya kayak tutorial.

Serba salah memang punya mahasiswa yang bermindset seperti saya.
Terlalu banyak pemikiran bodoh yang membabi buta.

Jumat, 10 Mei 2013

Menulis....(6)

Selamat datang bulan Mei :)
Tidak terlalu terlambat saya menyambutmu kan?
Saya harap kewarasan saya lebih baik dari temanmu yang sebelumnya.

Dan saya hanya ingin menulis saja. Sebahagian individu di luar sana ada yang merindukan saya-  Bapak, Mama, dan saudara-saudaraku salah satunya.
Akhir-akhir ini emosi saya sedang labil sekali. Saya selalu memandang orang-orang sekitar dengan tatapan lesu. Tak bergairah.

Bukan karena saya memiliki perasaan kesal terhadap mereka, tapi hanya saya tak berinteraksi dengan mereka. Andapun pernah melakukan hal yang sama bukan?
Saya hanya sering merasa tidak nyaman dengan beberapa kelakuan mereka.

Mereka yang pamer.
Mereka yang sombong.
Mereka yang sebenarnya iri dengan kecerdasanmu, tapi mereka berlaku menjatuhkanmu.
Mereka yang sebenarnya memuja dengan keahlianmu, tapi mereka tidak memberitahumu.
Mereka yang merusak namamu dengan bermacam kode.

Mereka sungguh tidak bersahabat.

Seandainya mereka mengerti tidak semua orang terlahir dengan kemampuan berpikir yang luar biasa pintar seperti mereka.
Seandainya mereka mengerti tidak semua orang terlahir dengan kemampuan semangat hati yang selalu stabil seperti mereka.
Seandainya mereka tahu, bahwa saya bisa dengan sangat mudah menghabisi nyawa mereka.
Seandainya mereka tahu, bahwa tidak gampang memberikan pipi kananmu juga untuk ditampar.

Tapi saya cukup bahagia, saya sudah sangat bersenang-senang kemarin. Saya pergi menghabiskan waktu dengan mbak putfath, tia, arum, dan mbak put rembang ke daerah Kopo untuk berenang. Saya tidak bisa berenang, dan karena itu tinggi badan saya tidak lebih dari 170cm.

Dan yang lebih membahagiakan adalah Mamaku sangat protektif terhadap semua kegiatan anaknya, dan itu yang menyebabkan saya selalu membutuhkan waktu yang lebih lama untuk nyaman dengan orang lain.

Tadi pagi ada gerhana matahari loh. Penampakannya sungguh cantik. Bahkan sayapun iri dengannya. Akan lebih menarik saya bisa menenggelamkannya di kolam renang kemarin.

Jumat, 03 Mei 2013

Saya Belajar untuk Mencintai Buku

Jika dapat saya menyampaikan rasa terima kasih yang begitu luar biasa pada penulisan ini, pastilah saya akan menyebutkan nama bapak saya dan nama perpustakaan di sekolah saya terdahulu.
Buku pertama yang diperkenalkan oleh bapak saya adalah Alkitab dan buku Strategi Berperang- Sun Tzu. Saya bisa bilang, dua buku tersebut adalah buku yang paling complicated menurut saya.
Buku-buku itu belum menarik hati saya karena isinya hanya berupa tulisan saja.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjasn-c5jzJUIRDpixhVcndBNvqv4na6YKyfQpbjptVHC5I0a9ZoWRnAkLyrpzs6ZJ2bQi-OVUx8hKa1ULekx0ssP1KMXbtF2XxKLtajjF-eqpIh-4f3VrQTVgwUv11liiDl_ze6TRXDC9E/s1600/79145_sampul_depan_alkitab_dengan_kidung_jemaat_300_225.jpg

 Gambar 1. Alkitab pertama saya belum ada Kidung Jemaatnya

http://ecimages.kobobooks.com/Image.ashx?imageID=iOKxFqu7C0axL_iAlsSeFw&Type=Full

Gambar 2. Salah satu penampakan front cover The Art of War

https://www.dharmaduta.com/uploads/book/pepatah-Mencius.jpg https://www.dharmaduta.com/uploads/book/pepatah-Lao-Zi-2.jpg
Gambar 3 dan 4. Ini juga salah satu buku yang dikoleksi sama bapakku. Naksir gara-gara gambarnya.

A. Iri Terhadap Buku
Untuk ukuran anak seusia saya, buku-buku dengan gambar menarik jauhlah lebih menyenangkan. Dan mungkin bapak saya cukup iba melihat saya dan kakak saya kurang memiliki inisiatif membaca, akhirnya bapak saya menambah varian buku dalam lemarinya. Tidak hanya buku, tapi juga bacaan seperti Gatra, Bobo, Intisari, novel-novel jaman kerajaan kuno, ilustrasi tentang adat istiadat dan kultur tertentu, buku-buku seputar agama, politik, buku daerah bahkan sampai buku memasak untuk Mama saya.

Walaupun sudah cukup banyak buku yang diusahakan dipersiapkan oleh bapak saya, tetap saja passion saya dalam mencintai buku belum ada. Menurut saya, buku-buku yang saya temui itu terlalu berat untuk saya pahami. Ditambah buku-buku pelajaran yang harus saya bawa tiap hari ke sekolah, sama tidak menariknya. Karena itu sewaktu pulang sekolah, saya sering mencuri waktu untuk pergi ke salah satu toko buku yang letaknya bersebrangan dengan kantor Mama saya. Mama saya sudah tahu kemana saya pergi kalau pulang tidak tempat pada waktunya. Distulah rasa iri saya selalu timbul setelah melihat hamparan buku-buku disana yang begitu banyak, begitu cantik, begitu menawan tapi tidak bisa saya miliki karena masih dibungkus plastik.

http://www.playingbythebook.net/wp-content/uploads//thestoryofastronomyandspace_frontcover.jpg  http://bookimg.store.co.id/modules/store/images/Kartun_Riwayat_Peradaban_Modern_Jilid_I.jpg

Gambar 5 dan 6. Buku-buku ini yang bikin saya rajin ke toko buku mahal itu. Harganya mahal juga loh.

B. Ketika Perpustakaan Menjadi Tempat Persembunyian
Disinilah letak pertemuan saya dengan perpustakaan sekolah. SMP dan SMA saya itu satu gedung. Saya sudah tahu ada perpustakaan yang disiapkan sekolah, tapi waktu itu seorang penjaganya lumayan strict. Tidak ada ramahnya sama sekali. Buku-bukunya juga masih buku pelajaran, buku cerita rakyat dan novel-novel kerajaan. Ditambah lokasinya yang cukup jauh dari kelas ( SMP di lantai 4 sedangkan perpustakaan di lantai 2, sebelahan sama kantor guru pula .___.'' ) Peraturannya apalagi yang buat saya cuman bisa tersenyum pahit. Ada jam tertentu yang membuat perpustakaan boleh dikunjungi, bahkan ada pembagian jadwal siswa SMP dan siswa SMA.
Menurut saya itu tidak adil. Apalagi untuk murid yang sering dihukum keluar dari kelas seperti saya, saya harus kabur kemana lagi?

Karena itu beberapa semester saya menjadi siswa SMP tidak pernah menginjakkan kaki ke perpustakaan. Bawaannya males kalau harus lewat kantor guru, ditambah penjaganya yang pembawaanya tidak menyenangkannya itu. Tapi curi-curi waktu ke toko buku yang super mahal itu masih sering saya lakukan sepulang sekolah, walau hanya bisa melihat front cover-nya saja.

Setelah saya masuk ke tingkat Sekolah Menengah Atas, saya akhirnya ngetes buat lewat depan kantor guru SMP. Toh, saya sudah SMA. Mana mungkin dimarah-marahin lagi karena main jumpalitan di beranda belakang kelas, atau tidak mengikuti ibadah chapel setiap hari jumat, tidak menggunakan atribut sekolah, atau karena sengaja tidak mengikuti kelas dan kabur ke kantin. Setidaknya saya tidak mengurangi melakukan pelanggaran-pelanggaran seperti itu ketika sudah di bangku SMA.

Lewat kantor guru SMP antara deg-degan dan senang. Deg-degan takut ditegur dan perasaan senang lihat kondisi perpustakaan. Tiba-tiba saja dapat ilham ingin mengunjungi perpustakaan. Dan ternyata, benar seperti rumor yang beredar. Pertama, kondisi perpustakaan semakin baik dan diperluas. Buku-bukunya juga semakin bervariasi, bahkan sudah ada yang ditaruh di lemari-lemari kaca. Sudah ada bilik-bilik khusus untuk membaca pribadi. Kipasnya sudah ditambah. Lantainya terbuat dari keramik. Sudah ada tergantung beberapa peta- termasuk peta dunia, dan wajah-wajah pahlawan diperbanyak. Meja penjaganya juga sudah dipindah, dan yang pasti penjaganya sudah berganti wajah. Hhahahha, berganti wajah dan berganti kepribadian juga. Peraturan tentang pembagian kunjungan ke perpustakaan sih masih berlaku, tapi yang penting saya kan sudah SMA.

Akhirnya.

Perpustakaan waktu jamanku SMA itu sudah cukup nyaman, menurutku. Jam bukanya juga ditambah menjadi jam 5 sore. Itu fix jam usai jenis kegiatan apapun di lingkungan sekolah, termasuk yang penjual-penjual makanan di kantin, les tambahan dan olahraga. Seperti biasa, di setiap sekolah pasti ada sejarah "penghuni" lainnya kan..

Walaupun saya baru tahu kondisi terbaru tentang perpustakaan sekolah ketika saya sudah kelas 2 SMA, yang penting saya masih mencoba untuk membaca buku lebih banyak. Di perpustakaan sekolah itu juga saya menemukan kecintaan saya terhadap Space Invaders, ilustrasi-ilustrasi tentang sains, komik Justice League, novel Sherlock Holmes, bahkan komik-komik genre slash, horror, dan mysterious cases semacamnya sangat menarik minat saya.. Kalau mau belajar tentang anggota tubuh, anggota tata surya, biota laut, bukannya tidak menarik kalau tidak dalam bentuk visualisasi? Makanya dulu, selain ingin jadi dokter (biasa...cita-cita anak kecil..) , saya sempat berkeinginan jadi detektif atau astronot.
First Space Encyclopedia  Space, Stars, Planets and Spacecraft (See & Explore) (Book) ... Cover Art
Gambar 7 dan 8. Buku ini cuman ada di lemari kaca perpus. Tidak hanya space and planets, tapi juga membahas anggota tubuh, laut dan isinys, benda-benda laboratorium, dan banyak lagi. Ada satu lagi, sudah saya gugling tapi ga nemu juga gambar cover-nya. Yang satu lagi, ilustrasinya seperti komik Karangan orang Jepang. Buku yang di lemari perpus cantik-cantik banget pokoknya. Baru ngeh pas gugling ternyata targetting reader-nya buat anak SD.



Saya ga bilang kalau saya yang gila baca buku, tapi saya hanya penasaran tentang isi halaman selanjutnya. Gambar-gambar yang luar biasa keren menjadi salah satu pemicu saya buat cinta sama buku tersebut. Cukup tidak adil kalau saya hanya suka buku-buku bergambar atau buku-buku kesukaan saya saja, tapi saya hanya masih dalam tahap membaca buku lebih banyak. Dan sensasi membaca buku itu lebih mengena kalau bukunya bersifat fisik. Membaca itu bikin kita bisa lebih cerdas sekian persen dari orang-orang loh. Sesekali sombong abis baca buku, gapapa lah ya~~

Kepingin sih buat nyumbangin buku, tapi belum siap juga buku-bukunya rusak :(