Sabtu, 17 Mei 2014

Jadi gini....(8)

Hai blog, selamat pagi. Maaf aku mengunjungimu terlalu pagi.
Ada sesuatu yang mengganjal pikiranku.
Gini blog, sebelum aku ketempatmu, aku mengecek timeline salah satu akun jejaring sosialku. Logo yang berwarna biru itu.
So, I find this picture.


Kalimatnya sedikit membuatku tak nyaman. Bukanku sok feminis, tapi menurutku tulisan itu tidak sesuai dengan gambar yang dipilihnya.

Let see, itu gambar buah apel dengan kalimat 'Mengapa harus memilih untuk terbuka sedangkan tertutup jauh lebih baik'?
1. Apel dia sendiri tidak bisa 'membuka' kulitnya sendiri, DIA TIDAK MEMILIH UNTUK TERBUKA, dia butuh bantuan manusia untuk mengelupasinya.
2. Bukan aku kasar terhadap pemikiran2 semacam ini, anggap apel adalah perumpaan untuk perempuan. Keduanya tetap bisa digaplok siapapun-kapanpun-dimanapun. Kalongpun suka makan buah. Iya kan? Ada orang yang terbiasa memakan buah apel dengan kulit yang sudah dikelupasi, ada juga yang bisa memakan bersama kulitnya langsung.
3. Apel yang sudah dikelupasi itu jika dimasukkan ke lemari pendingin, dia tidak akan berubah warna seperti itu. Hanya penampilannya saja yang coklat. Yang masih berkulit utuh, memang sudah jelas tidak akan berubah warnanya. Apakah pernah mengecek apel yang dikelupasi seperti itu, bagian dalamnya ikut busuk? Tidak. Tapi who knows, kedua apel itu bisa jadi memang sudah busuk ketika ketika membelinya.
4. Apel yang berubah warna itu karena suhu kamar, dan sekarang ia diperbandingkan dengan apel yang setengah dikuliti dan full yang masih terbungkus dengan kulitnya. Who cares. Toh ketiganya akan busuk perlahan di suhu kamar. Perbedaan mereka hanya di 'keberuntungan siapa yang akan memakan mereka (jadi mereka tidak membusuk sia2) dan 'waktu membusuk lebih lama'
5. Kalau dipikir-pikir, ada beberapa jenis buah yang mengharuskan kita untuk 'membuka' kulitnya, dan kebanyakan buah yang bisa dimakan bersama kulitnya, bisa pula dimakan dengan kulitnya. So, why have to judge? Intinya kembali seberapa bermanfaatkah buah itu untuk manusia yang mengkonsumsinya.
6. The last one, hashtag #GerakanMenutupAurat bukanlah suatu kewajiban, tapi balik lagi kenyamanan diri. Saya ga akan bilang soal 'membungkus hati' dulu atau apa, karena membungkus hati bukan lagi soal kenyamanan diri, tapi kewajiban. Toh soal mendapat jodoh yang pantas, itu kembali lagi disesuaikan dengan kondisi kita sebagai 'apel'. Kalo berada di kumpulan apel yang rotten, yah bakal rotten juga.

Jumat, 16 Mei 2014

Menulis... (44)

Hai, blog. Kita bertemu lagi.
Hehehe, maaf ya, aku begitu sombong. Lagi-lagi aku hanya bisa memberikan alibi yang sama setiap aku baru ingat kembali padamu. You can blame me, it's a common issue. Aku sudah terbiasa mempersalahkan diriku sendiri, karena sesuatunya memang ada kalanya bermula dari diriku sendiri.

Blog, seperti biasa, aku menulis terjemahan lagu lagi. Yes.
Sekarang ada lagu korea, lagunya EXO. Wahahaha, ga suka EXO sih, tapi suka ada dua orang personilnya saja.
Ahh kali ini, lagu Thunder nih, dari album mereka yang terbaru kemarin, yang Overdose.
Aku ga akan kasih review, karena apa yang mau direview, orang lagu yang aku tau hanya Overdose dan Thunder, dan kebetulan yang aku suka hanya dua lagu ini saja.
Blog, aku berbagi lirik ini, karena aku tau cuma dirimu yang mau dan mau-maunya dikasih kayak beginian. Keluargaku mana mau dan mana ngerti juga, yaa sudahlah.
Sebenarnya ngurangin lagu korea juga, hehehe

Thunder - EXO
from Chinese version translated to Indonesia



Cahya itu | hilang sekejap

Membawa s'mua kenangan |  indah yang kupunya

Rasanya ku hampir buta

Sperti saat kau pergi | dan | tak bisa tersentuh lagi


S'perti petir | kilatan cahaya

Datang, lebih | cepat lagi lenyap


Sperti bumi ini kepunyaanku


Dan elokmu sudah tak bisa kumiliki



bridge : Lambannya 'ku, | hanya gemuruh

            Terlalu lamban 'tuk dapatkanmu

            Boom boom boom boom boom boom


            Ku memanggilmu, namun | sudah | terlambat


Reff :  Oh5x , ku mengerti |  sekarang
          Oh5x  , sakit ini kar'namu
          Thunder 3x , ku ingin mendekapmu

         Thunder3x


Bayangmu tak | terlihat lagi


Waktupun memberi jarak |  antara aku dan kau


Tapi, arah yang kau tuju |  itu


Mungkinkah aku? , kar'na kulihat dia | kembali


S'perti petir | lekas kau pergi


Kuingin tetap mengejarmu


Walau selisih waktu antara kita


menyulitkan kita untuk bersama


bridge : Lambannya 'ku, | hanya gemuruh

            Terlalu lamban 'tuk dapatkanmu

            Boom boom boom boom boom boom

            Ku memanggilmu, namun | sudah | terlambat


Reff :  Oh5x , ku mengerti |  sekarang
Oh5x  , sakit ini kar'namu
          Thunder 3x , ku ingin mendekapmu

         Thunder3x
Tetapku, menyusulmu, menyusulmu


mengejarmu, mengejarmu


mencarimu, mencarimu


yang pergi, telah menjauh



Lewati waktu, ku teguh tetap mencarimu


Kita mulai lagi, permulaan awal indah dulu


Aku yakin kita bisa bersama lagi


Satu, dua, jarak ini sekedar detik saja



Thunder 3x , ku ingin mendekapmu


Kau tlah pergi | harusnya ku pertahankanmu


Thunder 3x , ku ingin mendekapmu


Thunder 3x

penghormatan ditujukan kepada Tuhan yang memberikan otak kepada saya, dan komposer lagu ini
terinspirasi dari suara Xiumin dan Chen yang bikin saya klepeklepe sama lagu ini