Hmm, mungkin ini jadi tulisan terakhir saya buat bulan ini.
Ahh akhir-akhir sedang malas menulis, karena larut membaca Sherlock Holmes, dan melakukan aktivitas-aktivitas yang sama sekali tidak menunjang kenaikan IPK di kampus.
*sigh*
Hmm, tulisan terakhir ini saya tulis sebelum saya pulang ke rumah.
Actually, saya sangat malu pulang ke rumah. Saya tidak mengerti walaupun saya terlahir sebagai perempuan, sepertinya cara berpikir dan sikap mengajarkan saya harus bertahan seperti laki-laki. Ada beberapa alasan dibalik itu- dimana alasan itu dibalut oleh cerita masa kecil, perbandingan, tekanan, kebanggaan, dan kemauan untuk tetap hidup.
Agak sedikit menyebalkan jika ada yang bilang anak bungsu adalah anak kesayangan, yah mungkin saja...tapi apa yang mereka beri menjadikan engkau harus siap mental untuk diperbandingkan. Tidak hanya dengan saudara, tapi juga orang lain yang berumur sama dengan Anda.
Sampai hari inipun saya merasa stress karena nilai tiga matakuliah saya sangat mengecewakan, ahhh layaknya saya memang bodoh sekali. Ketika saya memprediksi hal yang begitu baik untuk ketiganya ternyata yah mitos akan selalu ada. Ketika saya yakin saya bisa mengerjakan sesuatu hal itu, saya akan memberikan yang terbaik, tapi ternyata mereka memberi saya sampah. Anda tahu, rasa malas itu bahkan bisa muncul karena kebencian.
Ahhh susah sekali hidup seperti saya.
Saya sedikit sakit hati bila ada yang berkata demikian,
"Oh selesaikan saja kuliahmu. Lima tahun juga tidak apa-apa!" - saya tahu mereka sedih ketika mengucapkan ini, jadi bagaimana dengan saya? Apa saya tidak merasa malu dengan kondisi kuliah lima tahun, dengan IP yang begitu-begitu saja...ahh sedihnya..
"Kamu tahu, si A sudah menyelesaikan kuliahnya. Tadi ketemu mamanya. Ini bukan mau membandingkannnya......STOP!!! Kalimat ini juga saya benci! Saya juga ingin lulus dengan baik, mendapat IP yang baik, tapi terkadang tidak semua bisa terjadi sesuai dengan yang Anda harapkan.
Penilaian itu baik, bagus sekali untuk memotivasi diri, perkembangan kearah yang lebih, namun saya merasa saya tidak akan pernah baik di dalam penilaian. Sepertinya hidup saya hanya akan berkutat pada cukup atau kurang. Ahh mengapa saya malah terkena adult-brain disorder begini....yaah beginilah mental orang yang terlalu gampang patah hati...
Hmm, tapi saya masih cinta dengan melihat langit dimalam hari, memiliki impian jalan-jalan ke luar angkasa, hmm..menari dan bersepeda di cincin Saturnus, dan bercerita pada bulan, dan ketika semua orang tahu saya menghilang, saya akan berubah menjadi exo-planet...hahahah jadi inget EXO.
Rabu, 26 Juni 2013
Rabu, 19 Juni 2013
Menulis...(17)
Pada akhirnya, semua orang akan meninggalkanmu.
Semua orang sudah terlalu lelah melihat, terlalu lelah mendengar, terlalu lelah berinteraksi.
Mungkin nasibmu akan seperti penggalan lagu kesukaanmu.
Kau akan menyatu dengan deburan ombak.
Dan suara-suara bergemuruh itu akan selalu ada di pikiranmu.
Keinginanmu akan seperti buih-buih lautan, yang hanya terlihat garang di luar.
Orang meninggalkanmu karena kesibukannya, dan bertingkah seolah engkau yang meninggalkannya.
Perlahan ketika semua orang memang benar-benar meninggalkanmu, dan kau tidak memiliki uang sepersenpun, semoga aku masih diterima oleh keluargaku.
Semua orang sudah terlalu lelah melihat, terlalu lelah mendengar, terlalu lelah berinteraksi.
Mungkin nasibmu akan seperti penggalan lagu kesukaanmu.
Kau akan menyatu dengan deburan ombak.
Dan suara-suara bergemuruh itu akan selalu ada di pikiranmu.
Keinginanmu akan seperti buih-buih lautan, yang hanya terlihat garang di luar.
Orang meninggalkanmu karena kesibukannya, dan bertingkah seolah engkau yang meninggalkannya.
Perlahan ketika semua orang memang benar-benar meninggalkanmu, dan kau tidak memiliki uang sepersenpun, semoga aku masih diterima oleh keluargaku.
Sabtu, 15 Juni 2013
Menulis...(16)
Waaaah sudah tanggal 15 Juni, setau saya tanggal segini adalah minggunya yang mau seminar TA 1.
Fyi, saya belum TA 1. Hmm, sedih juga .___.
Klasifikasi harga tiket Chelsea Asian Tour ke Indonesia sudah keluar, hmm sepertinya saya tidak akan datang. Playlist masih sama seperti terakhir menulis blog, dengan beberapa tambahan lagu dari soundtrack salah satu drama korea. Ahhhh sensasi paling menyenangkan adalah berhura-hura dengan lantunan lagu dari headphone sambil menulis.
Kalau tidak salah, jika saya melihat kembali timeline jejaring sosial saya, sepertinya saya berkata-kata tentang nilai salah satu mata kuliah saya. Terkadang absensi penuh besar kemungkinan nilai penuh.
Jika dibawakan ke debat pro-kontra, topik ini akan sangat menarik sekali.
Jika yang masuk kuliah, benar-benar membawa niat untuk kuliah, memiliki minat belajar, dibutuhkan dosen keren untuk menilai hal-hal seperti itu.
Ahh tapi kembali lagi, sepertinya karakter saya memang seperti ini....dan sepertinya karakter orang yang bergolongan darah B akan selalu seperti ini. Hmm, saya jadi ingin membahas tentang golongan darah saja..
Jika kami memiliki minat penuh, kami akan melakukan usaha terbaik yang bisa kami lakukan. Dan sebagai pihak yang mendapatkan kehormatan seperti itu dari kami, sebaiknya ada memberikan feedback yang baik pula. Sebenarnya ada sedikit perbedaan antara golongan darah B dan O.
Kita semua tahu, golongan darah O pasti memiliki ambisi untuk memimpin, tapi hal seperti itu akan sangat jarang ditemukan pada golongan darah B. Yang golongan darah O, akui saja itu...
Golongan darah O ingin punya tempat khusus, sedangkan golongan darah B hanya ingin punya perhatian khusus. Berdasarkan pengamatan saya, golongan darah O itu lebih besar kemungkinannya untuk terkena penyakit yang berhubungan dengan fisik, sedangkan golongan B itu penyakit yang berhubungan dengan karakter. Karakter memiliki keterkaitan dengan kejiwaan, tapi baiklah menggunakan sisi "karakter"nya saja
Golongan darah B, bersiaplah...karena seperti inilah diri Anda.
Golongan darah B itu diberkati memiliki kemampuan yang lebih baik dari golongan darah lainnya, karena kebanyakan golongan darah B itu mendapat sifat seperti ini dari garis kakek-neneknya. Lihat saja, dari segi kecerdasan dan penampilan fisik, kami akan selalu lebih baik dari golongan darah lainnya. Bukan saya membanggakan golongan darah saya sendiri, tapi itulah kami.
Bahkan saya bisa bilang begitu untuk yang bergolongan darah AB karena mereka masih mendapat pengaruh dari golongan darah B. Tapi ya itu, karakter golongan darah B itu kebanyakan berbanding terbalik dengan semua berkat keindahan yang diberikan kepada mereka.
Golongan darah O hidup karena berusaha, golongan darah B itu hidup karena minat, golongan darah A itu hidup karena kebiasaan, sedangkan golongan darah AB...hmm yang ini belum bisa saya definisikan dengan baik, karena mereka mendapat 2 tipe darah yang sangat jelas bertolak belakang. Jika ada 2 orang yang bergolongan darah A dan B, mereka itu semacamnya "dipersatukan", bukan untuk menutupi kekurangan tapi perbedaan keduanya terlihat lebih indah ketimbang pairing lainnya.
Sesungguhnya perselisihan yang paling dahsyat ditemukan pada golongan darah B. Boleh percaya boleh tidak, kami saling tidak menyukai sama lain, karena kami seakan berkaca dengan kelakuan negatif kami. Jika ada 2 orang golongan darah B dihadapkan dan diberi waktu berinteraksi selama 30 menit saja, mereka sangat mampu menyebutkan hal-hal negatif dari lawannya. Makanya, ada golongan darah B yang minim interaksi ketika ada hiperaktif, ada dewa ngobrol ketika ada lebih milih jadi pendengar, ada disaat sedang ingin koplak-sekoplaknya ketika yang satu lagi malas untuk ngapa-ngapain. Tapi dibalik perselisihan ini, tetaplah pada peribahasa "burung akan selalu berkumpul pada sebangsanya". Kami akan selalu lebih nyaman jika bersama dengan yang sama dengan kami. Kami lebih bisa bekerja sama dengan orang yang setidaknya memiliki banyak kesamaan dengan kami.
Untuk mengerti contoh, Anda bisa membaca di paragraf yang membahas tentang kepercayaan diri golongan darah B. Berbeda dengan pandangan golongan darah B terhadap golongan darah lain. Kami tidak menyukai mereka karena mereka berbeda dengan kami. Beda karakter, beda kemampuan, kami akan selalu menganggap Anda adalah berbeda dengan kami. Kami hanya tidak suka karena mereka berbeda, tapi bukan berarti kami membenci. Alasannya memang sepele, yaaah hanya karena kami berbeda. Golongan darah B itu sudah tercipta- secara tidak langsung- sombong apa adanya.
Golongan darah O itu pintar karena mereka berusaha, dan itulah nilai lebih yang antusiasnya kurang dimiliki oleh golongan B. Hal ini diikuti oleh golongan darah A yang "secara tidak kelihatan" memaksakan diri untuk berusaha sehingga akhirnya itu menjadi kebiasaan bagi mereka. Dan golongan darah B?
Anda boleh berharap banyak, bercerita banyak, berkeinginan banyak pada mereka, ketika mereka dalam emosi dan minat yang baik ketika menanggapinya. Dan jika Anda tidak puas dengan hasil yang sudah mereka kerjakan, bersiaplah menghadapi level "mood" yang lainnya. Hidup golongan darah B itu hanya berdasarkan 2 hal: ya-tidak , benar-salah, ingin-tidak ingin, beda-sama, dan salah satunya bisa terjadi ketika kami mengharapkannya terjadi, dalam waktu yang tidak mungkin orang lain perhitungkan. Kami tidak suka dibandingkan, karena itu kami berusaha sejarang mungkin menunjukkan sisi kompetitif kami. Kami hanya ingin melakukan apa yang sedang ingin kami lakukan, apa yang sedang kami sukai, apa yang sedang kami pikirkan.
Dari segi kepercayaan diri, sebenarnya golongan darah B bukan tipe yang pamer. Kami tak perlu menjadi pusat, karena kami adalah pusat. Kami adalah "perhatian". Kami bergerak, itu sudah pasti kami berusaha mendapat perhatian. Akuilah golongan darah B, kalian sering merasakan seperti ini...
Tapi ketika kami diam, tidak melakukan sesuatu, itu sebenarnya kami melakukan perhatian. Jika Anda mengambil sampel 20 orang, bahkan dengan latar belakang yang berbeda sekalipun, Anda akan langsung bisa menemukan kesamaan tingkah laku dan karakter pada golongan darah B. Namun di setiap persamaan, pasti akan ada perbedaan bukan? Jika Anda berhasil menemukan 4 atau lebih orang yang bergolongan darah B, Anda akan dengan sangat mengidentifikasi bahwa mereka hanya seperti bertukar karakter.
Namun ada beberapa kasus dimana hanya kaum expert tertentu dari golongan darah B yang berakting everything is fine , terutama jika mereka dihadapkan pada kondisi "diperhatikan tingkah lakunya lebih dari 5 orang".
Yahhh, karakter golongan darah B memang agak sedikit bermasalah. Jika kami merasa kecewa, kami akan mengingat kekecewaan itu di hati dan pikiran kami. Bahkan itu bisa disimpan dalam database otak kami selamanya.
Sebagai salah satu orang yang bergolongan darah B, saya sangat bisa menebak orang yang satu kaum dengan saya, setidaknya tebakan-tebakan seperti itu selalu benar. Tapi karakter seseorang itu ga cuman dari golongan darah saja, lihat juga dari unsur ayah-ibu, kakek-nenek, dan lingkungan sekitarnya, setidaknya ada beberapa hal yang bisa menjadi acuan untuk berinteraksi dengan orang itu.
Fyi, saya belum TA 1. Hmm, sedih juga .___.
Klasifikasi harga tiket Chelsea Asian Tour ke Indonesia sudah keluar, hmm sepertinya saya tidak akan datang. Playlist masih sama seperti terakhir menulis blog, dengan beberapa tambahan lagu dari soundtrack salah satu drama korea. Ahhhh sensasi paling menyenangkan adalah berhura-hura dengan lantunan lagu dari headphone sambil menulis.
Kalau tidak salah, jika saya melihat kembali timeline jejaring sosial saya, sepertinya saya berkata-kata tentang nilai salah satu mata kuliah saya. Terkadang absensi penuh besar kemungkinan nilai penuh.
Jika dibawakan ke debat pro-kontra, topik ini akan sangat menarik sekali.
Jika yang masuk kuliah, benar-benar membawa niat untuk kuliah, memiliki minat belajar, dibutuhkan dosen keren untuk menilai hal-hal seperti itu.
Ahh tapi kembali lagi, sepertinya karakter saya memang seperti ini....dan sepertinya karakter orang yang bergolongan darah B akan selalu seperti ini. Hmm, saya jadi ingin membahas tentang golongan darah saja..
Jika kami memiliki minat penuh, kami akan melakukan usaha terbaik yang bisa kami lakukan. Dan sebagai pihak yang mendapatkan kehormatan seperti itu dari kami, sebaiknya ada memberikan feedback yang baik pula. Sebenarnya ada sedikit perbedaan antara golongan darah B dan O.
Kita semua tahu, golongan darah O pasti memiliki ambisi untuk memimpin, tapi hal seperti itu akan sangat jarang ditemukan pada golongan darah B. Yang golongan darah O, akui saja itu...
Golongan darah O ingin punya tempat khusus, sedangkan golongan darah B hanya ingin punya perhatian khusus. Berdasarkan pengamatan saya, golongan darah O itu lebih besar kemungkinannya untuk terkena penyakit yang berhubungan dengan fisik, sedangkan golongan B itu penyakit yang berhubungan dengan karakter. Karakter memiliki keterkaitan dengan kejiwaan, tapi baiklah menggunakan sisi "karakter"nya saja
Golongan darah B, bersiaplah...karena seperti inilah diri Anda.
Golongan darah B itu diberkati memiliki kemampuan yang lebih baik dari golongan darah lainnya, karena kebanyakan golongan darah B itu mendapat sifat seperti ini dari garis kakek-neneknya. Lihat saja, dari segi kecerdasan dan penampilan fisik, kami akan selalu lebih baik dari golongan darah lainnya. Bukan saya membanggakan golongan darah saya sendiri, tapi itulah kami.
Bahkan saya bisa bilang begitu untuk yang bergolongan darah AB karena mereka masih mendapat pengaruh dari golongan darah B. Tapi ya itu, karakter golongan darah B itu kebanyakan berbanding terbalik dengan semua berkat keindahan yang diberikan kepada mereka.
Golongan darah O hidup karena berusaha, golongan darah B itu hidup karena minat, golongan darah A itu hidup karena kebiasaan, sedangkan golongan darah AB...hmm yang ini belum bisa saya definisikan dengan baik, karena mereka mendapat 2 tipe darah yang sangat jelas bertolak belakang. Jika ada 2 orang yang bergolongan darah A dan B, mereka itu semacamnya "dipersatukan", bukan untuk menutupi kekurangan tapi perbedaan keduanya terlihat lebih indah ketimbang pairing lainnya.
Sesungguhnya perselisihan yang paling dahsyat ditemukan pada golongan darah B. Boleh percaya boleh tidak, kami saling tidak menyukai sama lain, karena kami seakan berkaca dengan kelakuan negatif kami. Jika ada 2 orang golongan darah B dihadapkan dan diberi waktu berinteraksi selama 30 menit saja, mereka sangat mampu menyebutkan hal-hal negatif dari lawannya. Makanya, ada golongan darah B yang minim interaksi ketika ada hiperaktif, ada dewa ngobrol ketika ada lebih milih jadi pendengar, ada disaat sedang ingin koplak-sekoplaknya ketika yang satu lagi malas untuk ngapa-ngapain. Tapi dibalik perselisihan ini, tetaplah pada peribahasa "burung akan selalu berkumpul pada sebangsanya". Kami akan selalu lebih nyaman jika bersama dengan yang sama dengan kami. Kami lebih bisa bekerja sama dengan orang yang setidaknya memiliki banyak kesamaan dengan kami.
Untuk mengerti contoh, Anda bisa membaca di paragraf yang membahas tentang kepercayaan diri golongan darah B. Berbeda dengan pandangan golongan darah B terhadap golongan darah lain. Kami tidak menyukai mereka karena mereka berbeda dengan kami. Beda karakter, beda kemampuan, kami akan selalu menganggap Anda adalah berbeda dengan kami. Kami hanya tidak suka karena mereka berbeda, tapi bukan berarti kami membenci. Alasannya memang sepele, yaaah hanya karena kami berbeda. Golongan darah B itu sudah tercipta- secara tidak langsung- sombong apa adanya.
Golongan darah O itu pintar karena mereka berusaha, dan itulah nilai lebih yang antusiasnya kurang dimiliki oleh golongan B. Hal ini diikuti oleh golongan darah A yang "secara tidak kelihatan" memaksakan diri untuk berusaha sehingga akhirnya itu menjadi kebiasaan bagi mereka. Dan golongan darah B?
Anda boleh berharap banyak, bercerita banyak, berkeinginan banyak pada mereka, ketika mereka dalam emosi dan minat yang baik ketika menanggapinya. Dan jika Anda tidak puas dengan hasil yang sudah mereka kerjakan, bersiaplah menghadapi level "mood" yang lainnya. Hidup golongan darah B itu hanya berdasarkan 2 hal: ya-tidak , benar-salah, ingin-tidak ingin, beda-sama, dan salah satunya bisa terjadi ketika kami mengharapkannya terjadi, dalam waktu yang tidak mungkin orang lain perhitungkan. Kami tidak suka dibandingkan, karena itu kami berusaha sejarang mungkin menunjukkan sisi kompetitif kami. Kami hanya ingin melakukan apa yang sedang ingin kami lakukan, apa yang sedang kami sukai, apa yang sedang kami pikirkan.
Dari segi kepercayaan diri, sebenarnya golongan darah B bukan tipe yang pamer. Kami tak perlu menjadi pusat, karena kami adalah pusat. Kami adalah "perhatian". Kami bergerak, itu sudah pasti kami berusaha mendapat perhatian. Akuilah golongan darah B, kalian sering merasakan seperti ini...
Tapi ketika kami diam, tidak melakukan sesuatu, itu sebenarnya kami melakukan perhatian. Jika Anda mengambil sampel 20 orang, bahkan dengan latar belakang yang berbeda sekalipun, Anda akan langsung bisa menemukan kesamaan tingkah laku dan karakter pada golongan darah B. Namun di setiap persamaan, pasti akan ada perbedaan bukan? Jika Anda berhasil menemukan 4 atau lebih orang yang bergolongan darah B, Anda akan dengan sangat mengidentifikasi bahwa mereka hanya seperti bertukar karakter.
Namun ada beberapa kasus dimana hanya kaum expert tertentu dari golongan darah B yang berakting everything is fine , terutama jika mereka dihadapkan pada kondisi "diperhatikan tingkah lakunya lebih dari 5 orang".
Yahhh, karakter golongan darah B memang agak sedikit bermasalah. Jika kami merasa kecewa, kami akan mengingat kekecewaan itu di hati dan pikiran kami. Bahkan itu bisa disimpan dalam database otak kami selamanya.
Sebagai salah satu orang yang bergolongan darah B, saya sangat bisa menebak orang yang satu kaum dengan saya, setidaknya tebakan-tebakan seperti itu selalu benar. Tapi karakter seseorang itu ga cuman dari golongan darah saja, lihat juga dari unsur ayah-ibu, kakek-nenek, dan lingkungan sekitarnya, setidaknya ada beberapa hal yang bisa menjadi acuan untuk berinteraksi dengan orang itu.
Selasa, 11 Juni 2013
Berpikir....(14)
Selamat malam, dan selamat tanggal 12 beberapa menit lagi.
Ahh sepertinya pengaturan jam di blog ini cukup merepotkan, padahal sewaktu itu sudah diatur mengikuti jam Indonesia bagian barat.
Lagi-lagi media blog adalah sarana tepat untuk berpikir dan menulis.
Sebelum ini, saya baru saya mengecek salah satu nilai mata kuliah saya. Cukup mengecewakan. Mengapa? Waktu yang sudah saya korbankan, ilmu yang saya pahami, ternyata tidak cukup baik di atas kertas.
Apalah nilai C untuk sebuah mata kuliah pilihan tentang komputasi finansial? Maaf pemirsa, nilai itu penting. Tapi saya merasa tidak cukup adil padahal banyak yang berlaku seperti saya, mendapat nilai di atas kertas yang lebih baik.
Yah, dosen itu tidak bisa disanggah. Dosen yang terlalu cerdas, dosen yang terlalu..terlalu subjektif, hmm sepertinya manusia seperti saya memang harus lebih pintar mengatur emosi agar hal seperti ini tidak berlanjut lama.
TAPI GA BISAAAAAAAAAAAAAAAAA!! Saya merasa tidak adil, atas kebodohan saya sendiri. Haruskah saya bersikap sok akrab, sok manis, ketika ada sesuatu yang benar-benar sedang tidak menarik minat saya? Sepertinya saya harus meminta kepastian untuk pembagian nilainya .__.
Orang yang ga pinter tapi angkuh itu cuman saya kayaknya.
Seharusnya orang pinter itu, nilai diatas kertasnya juga bagus. Karena pinter melobby itu juga kategori pinter secara psikologi.
Akuilah Cha, kau tidak akan pernah menjadi manusia pintar menurut dunia karena IPKmu tak sampai tiga. Rajin-rajin berdoa dan mawas diri agar dirimu tidak menyalahkan kepintaranmu yang tidak mampu disanggah oleh pribadi lain.
Ahh sepertinya pengaturan jam di blog ini cukup merepotkan, padahal sewaktu itu sudah diatur mengikuti jam Indonesia bagian barat.
Lagi-lagi media blog adalah sarana tepat untuk berpikir dan menulis.
Sebelum ini, saya baru saya mengecek salah satu nilai mata kuliah saya. Cukup mengecewakan. Mengapa? Waktu yang sudah saya korbankan, ilmu yang saya pahami, ternyata tidak cukup baik di atas kertas.
Apalah nilai C untuk sebuah mata kuliah pilihan tentang komputasi finansial? Maaf pemirsa, nilai itu penting. Tapi saya merasa tidak cukup adil padahal banyak yang berlaku seperti saya, mendapat nilai di atas kertas yang lebih baik.
Yah, dosen itu tidak bisa disanggah. Dosen yang terlalu cerdas, dosen yang terlalu..terlalu subjektif, hmm sepertinya manusia seperti saya memang harus lebih pintar mengatur emosi agar hal seperti ini tidak berlanjut lama.
TAPI GA BISAAAAAAAAAAAAAAAAA!! Saya merasa tidak adil, atas kebodohan saya sendiri. Haruskah saya bersikap sok akrab, sok manis, ketika ada sesuatu yang benar-benar sedang tidak menarik minat saya? Sepertinya saya harus meminta kepastian untuk pembagian nilainya .__.
Orang yang ga pinter tapi angkuh itu cuman saya kayaknya.
Seharusnya orang pinter itu, nilai diatas kertasnya juga bagus. Karena pinter melobby itu juga kategori pinter secara psikologi.
Akuilah Cha, kau tidak akan pernah menjadi manusia pintar menurut dunia karena IPKmu tak sampai tiga. Rajin-rajin berdoa dan mawas diri agar dirimu tidak menyalahkan kepintaranmu yang tidak mampu disanggah oleh pribadi lain.
Minggu, 09 Juni 2013
Menulis....(15)
Waaaaaa, ini sudah hari ketiga playlist di pemutar musik saya masih sama. Coffee Latte-nya Urban Zakapa termasuk versi remixnya dari Geeks , Missing You-nya GDragon, kemudian Baby, Don't Cry-nya EXO M dan EXO K. Ahh, tambahan lagi, sesekali mendengar theme soundtracks dari Alice Madness.
Yah saya memang seperti ini, sering mendengar lagu yang itu-itu saja, berulang kali, beberapa hari, sampai akhirnya saya merasa tidak punya hati lagi.
Beberapa hari ini saya sengaja tidak mengikuti perkembangan Chelsea FC. Mengapa? Sebenarnya saya senang dengan kembalinya Mourinho sebagai pelatih yang baru, tapi..hmm, mengapa Torres harus dilepas? Saya cukup sedih mendengarnya, tapi yaaah biarlah itu menjadi langkah bijak beliau sebagai pelatih yang baru :)
Cukup menyenangkan menulis blog. Nobody knows about this blog- paling jika ada yang nyasar saja. Bingung juga keywords apa yang mereka tulis sampai akhirnya SEO mengantarkan mereka ke link ini...
Owww, Caramel Macchiato. Saya tidak suka kopi.
Dan EXO-M , saya belum bisa mengatakan kalau saya adalah fans mereka. Belum dan tidak akan pernah pernah. Tapi setidaknya saya tahu orang-orangnya. Kris, Xiumin, Luhan, Lay, Chen, dan Tao. Kris sebagai ketua, dan selebihnya adalah urutan sesuai umur yang paling tua.
Lagu mereka sungguh menyenangkan sekali. Saya cinta dengan nadanya, kesedihan di dalamnya, kata "cry no more" dan "will be seafoam" . Feels so different till I found these two sentence.
Menangis itu memang melelahkan.
Ngomong-ngomong waktu itu saya pernah menangis di tengah lapangan ketika pelajaran voli. Itu adalah kekecewaan pertama saya terhadap teman-teman saya, dan itu masih saya ingat sampai sekarang. Saya merasa kaki saya kram, bahkan saya sampai terduduk karena itu. Saya benar-benar seperti orang yang tenggelam, yang mengulur-ulurkan tangan, tapi beberapa teman saya hanya lewat begitu saja. Anda tau itu menyebalkan. Mereka pikir enak ditinggalkan sendiri? Dan akhirnya saya terus di posisi yang sama, sampai rasa sakit itu hilang, dan berdiri. Sejak saat itu, saya tidak berjanji tidak akan gampang untuk meminta tolong kepada orang, bahkan dalam keadaan sakit sekalipun.
Hari ini saya tidak pergi beribadah. Semalam dan tadi pagi saya melakukan dosa yang saya rancang sendiri. Rasanya ingin memohon pengampunan dosa, tapi terkadang jika saya jadi Tuhan, cukup merugikan juga mengampuni orang seperti saya. Yang jika dan hanya jika butuh baru memohon.
Terkadang berpikir, apakah tidak lebih baik menjadi agnostik. We acknowledge something good, we're doing good, but why we do label?
Ahhh mood saya begitu baik, saking baiknya ada beberapa hal yang sering saya sungkani dan hindari beberapa hari ini. Saya tidak punya feeling apa-apa tentang nilai saya. Satu nilai sudah keluar, dan yah menurut pribadi saya- yang absen kepalang ancur, kuis juga berantakan- saya ga terlalu menuntut untuk itu.
Yah saya memang seperti ini, sering mendengar lagu yang itu-itu saja, berulang kali, beberapa hari, sampai akhirnya saya merasa tidak punya hati lagi.
Beberapa hari ini saya sengaja tidak mengikuti perkembangan Chelsea FC. Mengapa? Sebenarnya saya senang dengan kembalinya Mourinho sebagai pelatih yang baru, tapi..hmm, mengapa Torres harus dilepas? Saya cukup sedih mendengarnya, tapi yaaah biarlah itu menjadi langkah bijak beliau sebagai pelatih yang baru :)
Cukup menyenangkan menulis blog. Nobody knows about this blog- paling jika ada yang nyasar saja. Bingung juga keywords apa yang mereka tulis sampai akhirnya SEO mengantarkan mereka ke link ini...
Owww, Caramel Macchiato. Saya tidak suka kopi.
Dan EXO-M , saya belum bisa mengatakan kalau saya adalah fans mereka. Belum dan tidak akan pernah pernah. Tapi setidaknya saya tahu orang-orangnya. Kris, Xiumin, Luhan, Lay, Chen, dan Tao. Kris sebagai ketua, dan selebihnya adalah urutan sesuai umur yang paling tua.
Lagu mereka sungguh menyenangkan sekali. Saya cinta dengan nadanya, kesedihan di dalamnya, kata "cry no more" dan "will be seafoam" . Feels so different till I found these two sentence.
Menangis itu memang melelahkan.
Ngomong-ngomong waktu itu saya pernah menangis di tengah lapangan ketika pelajaran voli. Itu adalah kekecewaan pertama saya terhadap teman-teman saya, dan itu masih saya ingat sampai sekarang. Saya merasa kaki saya kram, bahkan saya sampai terduduk karena itu. Saya benar-benar seperti orang yang tenggelam, yang mengulur-ulurkan tangan, tapi beberapa teman saya hanya lewat begitu saja. Anda tau itu menyebalkan. Mereka pikir enak ditinggalkan sendiri? Dan akhirnya saya terus di posisi yang sama, sampai rasa sakit itu hilang, dan berdiri. Sejak saat itu, saya tidak berjanji tidak akan gampang untuk meminta tolong kepada orang, bahkan dalam keadaan sakit sekalipun.
Mereka yang mencoba buta, akan buta sendiri, jika saatnya tiba.
Hari ini saya tidak pergi beribadah. Semalam dan tadi pagi saya melakukan dosa yang saya rancang sendiri. Rasanya ingin memohon pengampunan dosa, tapi terkadang jika saya jadi Tuhan, cukup merugikan juga mengampuni orang seperti saya. Yang jika dan hanya jika butuh baru memohon.
Terkadang berpikir, apakah tidak lebih baik menjadi agnostik. We acknowledge something good, we're doing good, but why we do label?
Ahhh mood saya begitu baik, saking baiknya ada beberapa hal yang sering saya sungkani dan hindari beberapa hari ini. Saya tidak punya feeling apa-apa tentang nilai saya. Satu nilai sudah keluar, dan yah menurut pribadi saya- yang absen kepalang ancur, kuis juga berantakan- saya ga terlalu menuntut untuk itu.
Sabtu, 08 Juni 2013
Berpikir...(13)
Jam segini saya belum bisa tidur. Arrrrgh, belum baca buku buat tugas akhirnya, padahal janji sebelum UAS pertama. Seperti biasa.
Tadi siang, agak cukup menyebalkan juga harus nyasar karena sekalian harus mengganti headphone yang rusak. Dan jadinya sekalian hardisk.
Yah, sepertinya tadi saya cukup banyak berkata-kata di timeline. Saya senang akhirnya ada dua orang teman saya yang mengajak saya mengobrol.
Lagu yang sedang saya putar sekarang keren sekali: Coffee Latte, Baby Don't Cry, yahh sepertinya saya kangen rumah..
Tadi siang, agak cukup menyebalkan juga harus nyasar karena sekalian harus mengganti headphone yang rusak. Dan jadinya sekalian hardisk.
Yah, sepertinya tadi saya cukup banyak berkata-kata di timeline. Saya senang akhirnya ada dua orang teman saya yang mengajak saya mengobrol.
Lagu yang sedang saya putar sekarang keren sekali: Coffee Latte, Baby Don't Cry, yahh sepertinya saya kangen rumah..
Kamis, 06 Juni 2013
Menulis...(14)
Sudah bulan Juni, dan ini tulisan pertama.
Sebaiknya saya mengucapkan selamat hari lahir kepada mantan Presiden Republik Indonesia yang pertama, dan menurut saya: paling ganteng dan berwibawa- Bung Karno.
Minggu tenang saatnya menyicil tugas akhir, dan inilah yang sedang saya kerjakan. Ngomong-ngomong tugas akhir, saya selalu menggunakan emosi ketika melihat beberapa individu yang selalu pamer kegiatan tugas akhirnya. Baik untuk keluhan, baik itu ucapan motivasi.
Dan yang lebih parahnya lagi, yang terlalu ingin mengasingkan diri hanya untuk mengerjakan TAnya. Tidak tahu apa tujuannya supaya konsentrasi, atau ingin pamer, ahh tidak mengertilah! Tapi orang seperti ini cukuplah untuk menambah kemampuan saya untuk berkata-kata buruk. Sesekali.
Tugas akhir sih, ya tugas akhir. Kerjain aja. Toh setiap yang menikmati bangku perkuliahan, pasti nyicip yang namanya tugas akhir, thesis, atau apalah itu sebagai bentuk apresiasi ilmu yang dia minati dalam bentuk penelitian. Dan, SEMUA MAHASISWA PASTI INGIN LULUS. SEBAIK-BAIKNYA.
Hmm, kemarin saya sempat membuat suatu status di salah satu akun jejaring sosial yang saya punya, dan...yah mungkin ada beberapa orang yang menganggap saya begitu berdosa untuk itu.
Akhir-akhir ini, saya merasa semua orang menjauhi saya. Dan beberapa orang yang saya anggap dekat pun, sudah memiliki teman barunya. Yah, jangan salahkan saya selalu. Padahal mereka yang lebih dulu meninggalkan saya.
Dan saya sudah cukup mengatur diri ketika ingin menulis sesuatu di jejaring sosial. Pertama, saya lelah melihat timeline saya, pertama kali diakses, lagi-lagi orang-orang menyebalkan itu lagi yang terlihat. Ahhh mengurangi antusias untuk mengunjungi situs saja!
Ada salah satu teman saya, sekaligus teman di jejaring sosial, yang hobi sekali menulis kegiatan galaunya di semua jejaring sosial yang dia punya- dan kebetulan saya ikuti juga. Galau asmara, kisah cinta, cita, semangat hidup...Ohhh bullshit!! Saya menyebutnya "Generasi Pak Mario Teguh" , yah saya anggap mereka sungguh menajamkan kemampuan panca indera saya .__.
Saya tidak suka motivasi, dan bukannya tidak suka memotivasi, tapi saya cukup tau diri ketika ingin memotivasi orang.
Hmm, kemarin sepertinya, saya mendengar salah satu teman satu rumah saya menangis. Kayaknya pas mati lampu. Saya ga tau apa yang dia tangisi.
Hmm, tubes. Tubes semua sudah selesai, setidaknya saya ingin memiliki beberapa andil di setiap tubes yang saya ikuti. Saya jadi ingat, salah satu tubes tentang mata kuliah pemograman Java. Ada seorang teman saya, yang sepertinya tidak yakin kemampuan saya. Okelah, kemampuan ngoding saya sampah. Tidak berguna dibandingkan dengan dia. Bahkan masih level tiarap. Dan dia menginginkan semua dia saja yang kerjakan, dan sampai sekarang saya masih ga ngerti aplikasi apa yang dia buat. Tapi waktu itu sih, saya senang-senang saja secara saya mengerti kemampuan ngoding saya hancur- dan akan selamanya hancur. Ohh tidak, saya sedang mempelajarinya ulang.
Hhahaha, postingan pertama sepertinya banyak sekali.
Ahh, satu hal lagi: saya akan merasa sangat tidak adil jika menemukan teman satu kelompok pemodelan saya mendapat nilai yang sama dengan saya. Ketiga teman kelompok saya. Mereka tidak mengerjakan apapun, dan mendapat nilai D pun saya sangat tidak suka jika itu diberikan kepada mereka.
Dan, dosen. Ahh salah satu dosen itu kembali lagi merusak status jejaring sosial saya. Sejujurnya saya tidak akan pernah menyukai orang yang mengotori- begitu saya menyebutnya- status jejaring sosial. Itu menyebalkan, terutama jika kalimat yang saya tuliskan bukanlah berupa bentuk pertanyaan.
Sebaiknya saya mengucapkan selamat hari lahir kepada mantan Presiden Republik Indonesia yang pertama, dan menurut saya: paling ganteng dan berwibawa- Bung Karno.
Minggu tenang saatnya menyicil tugas akhir, dan inilah yang sedang saya kerjakan. Ngomong-ngomong tugas akhir, saya selalu menggunakan emosi ketika melihat beberapa individu yang selalu pamer kegiatan tugas akhirnya. Baik untuk keluhan, baik itu ucapan motivasi.
Dan yang lebih parahnya lagi, yang terlalu ingin mengasingkan diri hanya untuk mengerjakan TAnya. Tidak tahu apa tujuannya supaya konsentrasi, atau ingin pamer, ahh tidak mengertilah! Tapi orang seperti ini cukuplah untuk menambah kemampuan saya untuk berkata-kata buruk. Sesekali.
Tugas akhir sih, ya tugas akhir. Kerjain aja. Toh setiap yang menikmati bangku perkuliahan, pasti nyicip yang namanya tugas akhir, thesis, atau apalah itu sebagai bentuk apresiasi ilmu yang dia minati dalam bentuk penelitian. Dan, SEMUA MAHASISWA PASTI INGIN LULUS. SEBAIK-BAIKNYA.
Hmm, kemarin saya sempat membuat suatu status di salah satu akun jejaring sosial yang saya punya, dan...yah mungkin ada beberapa orang yang menganggap saya begitu berdosa untuk itu.
Akhir-akhir ini, saya merasa semua orang menjauhi saya. Dan beberapa orang yang saya anggap dekat pun, sudah memiliki teman barunya. Yah, jangan salahkan saya selalu. Padahal mereka yang lebih dulu meninggalkan saya.
Dan saya sudah cukup mengatur diri ketika ingin menulis sesuatu di jejaring sosial. Pertama, saya lelah melihat timeline saya, pertama kali diakses, lagi-lagi orang-orang menyebalkan itu lagi yang terlihat. Ahhh mengurangi antusias untuk mengunjungi situs saja!
Ada salah satu teman saya, sekaligus teman di jejaring sosial, yang hobi sekali menulis kegiatan galaunya di semua jejaring sosial yang dia punya- dan kebetulan saya ikuti juga. Galau asmara, kisah cinta, cita, semangat hidup...Ohhh bullshit!! Saya menyebutnya "Generasi Pak Mario Teguh" , yah saya anggap mereka sungguh menajamkan kemampuan panca indera saya .__.
Saya tidak suka motivasi, dan bukannya tidak suka memotivasi, tapi saya cukup tau diri ketika ingin memotivasi orang.
Anda tahu, Iblis tidak jahat. Kebaikan Tuhan yang kalian jadikan perbandingan.
Hmm, kemarin sepertinya, saya mendengar salah satu teman satu rumah saya menangis. Kayaknya pas mati lampu. Saya ga tau apa yang dia tangisi.
Hmm, tubes. Tubes semua sudah selesai, setidaknya saya ingin memiliki beberapa andil di setiap tubes yang saya ikuti. Saya jadi ingat, salah satu tubes tentang mata kuliah pemograman Java. Ada seorang teman saya, yang sepertinya tidak yakin kemampuan saya. Okelah, kemampuan ngoding saya sampah. Tidak berguna dibandingkan dengan dia. Bahkan masih level tiarap. Dan dia menginginkan semua dia saja yang kerjakan, dan sampai sekarang saya masih ga ngerti aplikasi apa yang dia buat. Tapi waktu itu sih, saya senang-senang saja secara saya mengerti kemampuan ngoding saya hancur- dan akan selamanya hancur. Ohh tidak, saya sedang mempelajarinya ulang.
Hhahaha, postingan pertama sepertinya banyak sekali.
Ahh, satu hal lagi: saya akan merasa sangat tidak adil jika menemukan teman satu kelompok pemodelan saya mendapat nilai yang sama dengan saya. Ketiga teman kelompok saya. Mereka tidak mengerjakan apapun, dan mendapat nilai D pun saya sangat tidak suka jika itu diberikan kepada mereka.
Dan, dosen. Ahh salah satu dosen itu kembali lagi merusak status jejaring sosial saya. Sejujurnya saya tidak akan pernah menyukai orang yang mengotori- begitu saya menyebutnya- status jejaring sosial. Itu menyebalkan, terutama jika kalimat yang saya tuliskan bukanlah berupa bentuk pertanyaan.
Langganan:
Postingan (Atom)