Sebaiknya saya mengucapkan selamat hari lahir kepada mantan Presiden Republik Indonesia yang pertama, dan menurut saya: paling ganteng dan berwibawa- Bung Karno.
Minggu tenang saatnya menyicil tugas akhir, dan inilah yang sedang saya kerjakan. Ngomong-ngomong tugas akhir, saya selalu menggunakan emosi ketika melihat beberapa individu yang selalu pamer kegiatan tugas akhirnya. Baik untuk keluhan, baik itu ucapan motivasi.
Dan yang lebih parahnya lagi, yang terlalu ingin mengasingkan diri hanya untuk mengerjakan TAnya. Tidak tahu apa tujuannya supaya konsentrasi, atau ingin pamer, ahh tidak mengertilah! Tapi orang seperti ini cukuplah untuk menambah kemampuan saya untuk berkata-kata buruk. Sesekali.
Tugas akhir sih, ya tugas akhir. Kerjain aja. Toh setiap yang menikmati bangku perkuliahan, pasti nyicip yang namanya tugas akhir, thesis, atau apalah itu sebagai bentuk apresiasi ilmu yang dia minati dalam bentuk penelitian. Dan, SEMUA MAHASISWA PASTI INGIN LULUS. SEBAIK-BAIKNYA.
Hmm, kemarin saya sempat membuat suatu status di salah satu akun jejaring sosial yang saya punya, dan...yah mungkin ada beberapa orang yang menganggap saya begitu berdosa untuk itu.
Akhir-akhir ini, saya merasa semua orang menjauhi saya. Dan beberapa orang yang saya anggap dekat pun, sudah memiliki teman barunya. Yah, jangan salahkan saya selalu. Padahal mereka yang lebih dulu meninggalkan saya.
Dan saya sudah cukup mengatur diri ketika ingin menulis sesuatu di jejaring sosial. Pertama, saya lelah melihat timeline saya, pertama kali diakses, lagi-lagi orang-orang menyebalkan itu lagi yang terlihat. Ahhh mengurangi antusias untuk mengunjungi situs saja!
Ada salah satu teman saya, sekaligus teman di jejaring sosial, yang hobi sekali menulis kegiatan galaunya di semua jejaring sosial yang dia punya- dan kebetulan saya ikuti juga. Galau asmara, kisah cinta, cita, semangat hidup...Ohhh bullshit!! Saya menyebutnya "Generasi Pak Mario Teguh" , yah saya anggap mereka sungguh menajamkan kemampuan panca indera saya .__.
Saya tidak suka motivasi, dan bukannya tidak suka memotivasi, tapi saya cukup tau diri ketika ingin memotivasi orang.
Anda tahu, Iblis tidak jahat. Kebaikan Tuhan yang kalian jadikan perbandingan.
Hmm, kemarin sepertinya, saya mendengar salah satu teman satu rumah saya menangis. Kayaknya pas mati lampu. Saya ga tau apa yang dia tangisi.
Hmm, tubes. Tubes semua sudah selesai, setidaknya saya ingin memiliki beberapa andil di setiap tubes yang saya ikuti. Saya jadi ingat, salah satu tubes tentang mata kuliah pemograman Java. Ada seorang teman saya, yang sepertinya tidak yakin kemampuan saya. Okelah, kemampuan ngoding saya sampah. Tidak berguna dibandingkan dengan dia. Bahkan masih level tiarap. Dan dia menginginkan semua dia saja yang kerjakan, dan sampai sekarang saya masih ga ngerti aplikasi apa yang dia buat. Tapi waktu itu sih, saya senang-senang saja secara saya mengerti kemampuan ngoding saya hancur- dan akan selamanya hancur. Ohh tidak, saya sedang mempelajarinya ulang.
Hhahaha, postingan pertama sepertinya banyak sekali.
Ahh, satu hal lagi: saya akan merasa sangat tidak adil jika menemukan teman satu kelompok pemodelan saya mendapat nilai yang sama dengan saya. Ketiga teman kelompok saya. Mereka tidak mengerjakan apapun, dan mendapat nilai D pun saya sangat tidak suka jika itu diberikan kepada mereka.
Dan, dosen. Ahh salah satu dosen itu kembali lagi merusak status jejaring sosial saya. Sejujurnya saya tidak akan pernah menyukai orang yang mengotori- begitu saya menyebutnya- status jejaring sosial. Itu menyebalkan, terutama jika kalimat yang saya tuliskan bukanlah berupa bentuk pertanyaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar