Hmm, mungkin ini jadi tulisan terakhir saya buat bulan ini.
Ahh akhir-akhir sedang malas menulis, karena larut membaca Sherlock Holmes, dan melakukan aktivitas-aktivitas yang sama sekali tidak menunjang kenaikan IPK di kampus.
*sigh*
Hmm, tulisan terakhir ini saya tulis sebelum saya pulang ke rumah.
Actually, saya sangat malu pulang ke rumah. Saya tidak mengerti walaupun saya terlahir sebagai perempuan, sepertinya cara berpikir dan sikap mengajarkan saya harus bertahan seperti laki-laki. Ada beberapa alasan dibalik itu- dimana alasan itu dibalut oleh cerita masa kecil, perbandingan, tekanan, kebanggaan, dan kemauan untuk tetap hidup.
Agak sedikit menyebalkan jika ada yang bilang anak bungsu adalah anak kesayangan, yah mungkin saja...tapi apa yang mereka beri menjadikan engkau harus siap mental untuk diperbandingkan. Tidak hanya dengan saudara, tapi juga orang lain yang berumur sama dengan Anda.
Sampai hari inipun saya merasa stress karena nilai tiga matakuliah saya sangat mengecewakan, ahhh layaknya saya memang bodoh sekali. Ketika saya memprediksi hal yang begitu baik untuk ketiganya ternyata yah mitos akan selalu ada. Ketika saya yakin saya bisa mengerjakan sesuatu hal itu, saya akan memberikan yang terbaik, tapi ternyata mereka memberi saya sampah. Anda tahu, rasa malas itu bahkan bisa muncul karena kebencian.
Ahhh susah sekali hidup seperti saya.
Saya sedikit sakit hati bila ada yang berkata demikian,
"Oh selesaikan saja kuliahmu. Lima tahun juga tidak apa-apa!" - saya tahu mereka sedih ketika mengucapkan ini, jadi bagaimana dengan saya? Apa saya tidak merasa malu dengan kondisi kuliah lima tahun, dengan IP yang begitu-begitu saja...ahh sedihnya..
"Kamu tahu, si A sudah menyelesaikan kuliahnya. Tadi ketemu mamanya. Ini bukan mau membandingkannnya......STOP!!! Kalimat ini juga saya benci! Saya juga ingin lulus dengan baik, mendapat IP yang baik, tapi terkadang tidak semua bisa terjadi sesuai dengan yang Anda harapkan.
Penilaian itu baik, bagus sekali untuk memotivasi diri, perkembangan kearah yang lebih, namun saya merasa saya tidak akan pernah baik di dalam penilaian. Sepertinya hidup saya hanya akan berkutat pada cukup atau kurang. Ahh mengapa saya malah terkena adult-brain disorder begini....yaah beginilah mental orang yang terlalu gampang patah hati...
Hmm, tapi saya masih cinta dengan melihat langit dimalam hari, memiliki impian jalan-jalan ke luar angkasa, hmm..menari dan bersepeda di cincin Saturnus, dan bercerita pada bulan, dan ketika semua orang tahu saya menghilang, saya akan berubah menjadi exo-planet...hahahah jadi inget EXO.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar