Sabtu, 11 Mei 2013

Berpikir....(6)

Sudah hampir pertengahan di bulan Mei, dan saya masih belum menemukan judul yang fixed untuk skripsi.
Banyak sekali hal yang berkecamuk di otak saya cuman buat merangkai kalimat yang berbobot.

Hadeeeeuh .__.

Sebagai jurusan yang katanya "menganalis studi kasus untuk dibuatkan pemodelan matematikanya, sehingga dapat dibuat struktur pembuatan software yang sesuai' , saya sungguh-sungguh ribet dibuatnya.
Jika Anda yang tau software yang namanya Matlab, yah Anda pasti tahu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memahami satu fungsi didalamnya, dan pastinya untuk software sekaliber itu tidak hanya satu fungsi yang ditawarkan didalamnya.

Dengan kemampuan otak dan semangat hati yang terbatas, di semester bangkot inipun, belum ada satupun yang saya fasih dari software tersebut. Miris sekali.

Sejujurnya saya membulatkan tekad untuk mengambil topik tentang jaringan komputer untuk skripsi saya, namun apa dikata saya mendapat keberuntungan yang tidak diduga dengan mendapat dosen pembimbing tambahan, yang jurusan matematika sekali.

Saya tidak pintar bikin kodingan komputer, tapi saya tertarik menggunakannnya.
Saya tidak ada bakat dalam membuat pemodelan matematika, tapi saya suka-suka saja jika ada kuis yang mengasah otak saya.
Dan semua jadi ribet karena pemikiran saya tidak berbanding lurus dengan visi dan misi jurusan saya.

Back again.
Saya tau saya adalah kategori pecundang dan pengecut kelas berat. Ide saya sudah terlalu sering tidak didengar dosen-dosen saya, sehingga saya juga tidak berkeinginan menampakkan diri di depan mereka.
Terkadang beberapa mahasiswa/i hanya ingin didengar saja.

Hanya ingin didengar.

Yah terdengar kekanakan, karena ini sudah bukan lagi di bangku sekolah.

Saya memang begitu takut jika ada dosen yang bertanya: "Kira-kira manfaat skripsi kamu ini buat jurusan itu apa?" . Saya menangkap intonasi seperti ini seakan merendahkan judul yang akan saya tawarkan. Kalau seperti ini, rasanya saya ingin masuk informatika saya biar modar karena ngoding sekalian...

Saya selalu menaruh hormat terhadap kedua dosen pembimbing saya ini, tapi akan lebih baik kalau mereka cukup merevisi apa mimpi saya terhadap skripsi saya, bukan menaruh secuil mimpi mereka dalam skripsi saya.

Mereka sudah mendapat magister di tahun-tahun penghidupan mereka- baik didapat dengan indah ataupun tidak- tapi tidak dengan saya. Saya butuh ekstra keras dan semangat cuman buat nemu topik, dan dengan senyum indahnya seakan menyalurkan tatapan:

"Hey, I hate your paper. It is not good. What about this one? What about...what about..."
Dan berjuta what about lainnya.

Ingin memperdalam skripsi terdahulu, tapi nanti dipikir skripsi buatan kita terlalu gampang.
Ingin membahas tentang topik spesifik, tapi nanti dipikir judulnya ketinggian, kita yang susah.
Ingin mengambil judul yang baik, tapi nanti dipikir jatuhnya kayak tutorial.

Serba salah memang punya mahasiswa yang bermindset seperti saya.
Terlalu banyak pemikiran bodoh yang membabi buta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar