Hi blog, ahhh aku lupa mengucapkan 'Selamat Hari Kasih Sayang' kepadamu.
Sesungguhnya, yaaah aku benar2 sayang padamu, tapi aku sering melupakan...bahkan kalimat ini, ahhh untung aku mengingatnya untuk melanjutkannya kembali..
Blog, i had a weird dream few days ago. Really. It sucked.
Ini mimpi pas hari, hari...sekitar 4 hari yang lalu. Aku bermimpi, it's complicated, i'm afraid it waste much time to write, tapi di akhir mimpi- aku menyebutnya di 'akhir mimpi' karena aku ingat sebelum aku terbangun, hal terakhir yang kuingat adalah kejadian ini- i set my brain on fire.
Jika dibahasa Indonesia-kan, aku membakar otakku sendiri. Dan otak seorang anak kecil, yang didalam mimpiku, aku mengartikan anak kecil ini sebagai adikku, maybe. Idgaf. Aku memang selalu bermasalah dengan mimpi. Aku sering mendapat mimpi aneh ketika aku kecil, daaaaaaan sampai sekarang. Tapi kalo dipikir2, aku bermimpi buruk when i'm in much depressed. Yah, kau sudah tau kan, manic depressionku masih sering kambuh. I just try to ignore my black dog, live happily, think nothing, and set myself to be 'ahh-udahlah-aku-memang-ga-lebih-beruntung-dari-elo' mind state, being foolish is better decision for better emotion.
Ahh aku rasa pantas aku tidak bisa sembuh karena aku sebenarnya aku terkukung dengan masa kecil dan mimpi2 kecilku, sounds silly? Blame my fate. Hhhah
No, i had thought about it before. Sebenarnya, manic ini bermula dari rasa takur ditolak, rasa perbandingan, yang dicampur dengan anxiety disorder, as I'm aging, it gets worse. Ahh aku ingin kembali ke masa kecilku, dimana aku adalah yang terbaik, dan aku terbaik, everybody loves me, 'till I get discriminated by my own people.
Okay, back to the fckn dream. Di mimpiku, aku ingat sekali, aku mengeluarkan sesuatu dari sesuatu yang otakku menerjemahkannya sebagai lemari. Lemari itu terbuat dari kayu, dan aku berada di suatu ruangan yang lagi2 otakku menerjemahkannya sebagai suatu ruangan bergaya Jepang. I got it because the door form. Aku mengambil sesuatu dari lemari itu, tapi ntah mengapa scene itu berganti dengan aku mengambil sesuatu dari dalam kepalaku, dan tiba2 ntah mengapa yang ada ditanganku saat itu adalah sesuatu yang otakku menerjemahkannya sebagai otak. Iya, otak. Bahkan pemikiran real-ku saat itu, dengan sangat sadar didalam mimpiku itu, aku melihat ada sebuah otak ditanganku. Ntah tangan yang sebelah mana, aku tak begitu ingat. Itu otak. Dan yang kuingat adalah sebuah scene, dimana aku dan seorang asing yang kuanggap adik dalam mimpiku ini, kami sudah tidak berada dalam ruangan itu. Sepertinya sih di luar ruangan, karena aku hanya melihat bebas, tak ada sesuatu seperti dinding, hanya warna sephia, aku tak paham betul. Dan itulah, kemudian yang aku lihat aku membakar otak itu- otak yang kukira otakku itu. Didalam mimpiku, aku membakar 2 buah otak, jadi kuartikan aku juga membakar otak 'adik'ku itu. Tapi ntah mengapa, muncul suatu gambar dimana otak itu bentuknya tidak seperti otak, tapi seperti motherboard. Tau motherboard kan? Hardware komputer itu...yah aku ingat jelas, bentuknya tiba2 seperti itu, dan mataku, didalam mimpiku itu- melihat motherboard itu dalam keadaan terbakar, dan aku terbangun.
Yah, itu saja yang kuingat dengan jelas, sampai saat ini. Pastilah aku merasa takut, dan aku langsung menelepon bapak dan kakakku yang dokter itu. Mereka bilang, mungkin karena aku tidur pas maghrib dan tidak berdoa dulu, ahh aku tidak ingat kata2 mereka apa waktu itu. Sebenarnya aku mulai terbiasa dengan mimpi buruk. Aku cukup sering bermimpi buruk. Dulu waktu Pipin, teman kostanku yang dulu kamarnya pas depan kamarku, aku selalu bercerita ke dia tentang mimpi burukku. Dulu kamarnya dibawah, waktu mbak anggrek dan mia sudah lulus, tinggal kami berdua yang menghuni koridor lantai 1. Aku selalu cerita ke dia semua mimpi burukku, dan itu tidak kulakukan lagi karena aku takut dia menjauhiku karena dikira gila. Sekarangpun kalopun ada penghuni di lantai 1 kostanku, aku jarang bercakap dengan mereka, karena aku takut semua karakterku mempengaruhi mereka. Ketika aku nyaman dengan seseorang, I'll act foolish. Dan ketika aku tidak ingin ngobrol dengan seseorang, atau bahkan orang, jangan harap percakapan akan terjadi. Bukan marah, aku hanya tidak ingin bercakap2. Aku tidak tau, aku tidak bisa tahan pada banyak orang. Aku hanya konsentrasi pada maksimal 4 orang teman saja. I just hate crowds. Sebenarnya iyaaa mungkin, aku benci orang2. I just feel they are weirdo, and they're not on my level. We're not similar. Dan anxiety, makes me worse.
Ahh blog, this is why i called it 'fckn' dream, I had dreamt it when I was a young girl. Awwwwt-some, ahhaa. Beneran, aku familiar dengan mimpi ini, dan itu yang membuatku takut. Mimpi buruk, ah biasa buatku. Tapi kalo terulang, aku bertanya2 untuk itu. Apakah kita bisa mendapat mimpi yang sama?
Aku benar2 tidak tenang setelah itu, bahkan setelah aku menelepon keluargaku. Apa mungkin karena Tuhan mengijinkan Iblis untuk mencobai aku lagi karena aku half-caste? I have 'self's whom stand up for praising tiga Masters: Christianity, Hylic, and my own brain.
Blog, tadi aku sempat mampir ke SEO untuk mencari makna mimpi sepertiku. Ga ada hasil, ahhaha. Kebanyakan berujung mistis. Hhahah terus bawa2 ayat kitabiah tertentu. Why people? Why? Kenapa gada yang ngejelasin sesuatu yang berbau science?!
Terus aku mampir ke artikel yang menceritakan tentang Lucid Dream. Lucid dream? Gue sering melakukan lucid dream. Hahahha, congrate me! Aku ga bangga bisa ngelakuin lucid dream, aku sering ngelakuinnya waktu aku SD. Ahh SD, iya SD kayaknya, tapi aku ga tau itu istilahnya lucid dream waktu itu. I just love to imagine something cool. Aku sering mengatur lucid dreamku sendiri ketika aku sedang ingin berimajinasi, ahh you know my life is sucked, so I thanked my precious brain for keepin it me as blossom. Orang ingin banget nyobain lucid dream dan menceritakannya ke publik. Ahh menurutku itu memalukan. Lucid dream itu bukan sesuatu untuk dipamerin padahal.
Blog, kau mau kuceritakan sesuatu yang lain lagi? Ahh aku banyak ngomong sekali hari ini. Dan kembali berleha-leha tidak mengerjakan skripsi. Fucked me :D
Aku pernah mimpi bahwa tetanggaku punya patung lilin. Aku ingat sekali, waktu itu tertidur di pelukan Mamaku. Serius. Sebenarnya aku ga terlalu suka berlama-lama kontak fisik dengan orang karena itu membuatku gerah, ga bisa bergerak, berkeringat, aku hanya tak suka. Bahkan jika aku memeluk Mamaku, aku hanya melakukannya sebentar, karena aku langsung merasa gerah. Ketika aku memegang tanggan orang, tanganku juga langsung keringatan. Aku juga tidak terlalu suka seseorang memegang tanganku, menggandengkan tangannya ke tanganku, atau melakukan kontak fisik denganku. I will tell you something about someone I know, about her fucked attitude after I finished this paragraph.
Jadi aku pernah mimpi juga, tetanggaku punya patung lilin. Ntah kenapa aku mimpi ini, akupun bingung. Jadi aku punya tetangga, yah satu kompleklah bisa dikatakan. Rumahnya sebenarnya cukup jauh dari rumahku kenyataannya, tapi didalaam mimpiku, jarak rumahku ke rumahnya sama seperti pada dunia nyata. Dalam mimpiku, aku berjalan ntah tau arah, tapi aku seakan punya tujuan dan aku punya keinginan mengunjungi rumah tetanggaku ini. Dalam mimpiku ini, tidak digambarkan aku berjalan masuk kerumahnya, tapi malahan aku sudah berada di dalam rumahnya. Rumahnya gelap, tak ada lampu, tapi aku hanya melihat sesuatu yang otakku menganggapnya sebagai televisi, dan itu menyala. Menyala, dan aku ga tau apa yang ditayangkan di tv itu, dan hanya sekedar menyala saja dalam mimpiku itu. Didalam mimpiku, aku adalah aku sendiri, dan aku sedang bermain dengan 2 orang anak kecil, yang aku ga tau itu siapa.Lucunya gini, dalam kehidupan sebenarnya, aku mengenal wajah tetanggaku ini. Wajah mereka aku kenal sekali, karena rumah mereka ini punya warung, dan aku sering disuruh membeli sesuatu dari mereka. Tapi wajah mereka, unrecognize. Yang otakku tau saat itu, oke...rumah ini..rumah tetanggaku...namanya Uwak Azam. Aku ga tau siapa pemilik aslinya, yang aku tau itu hanya 'Oh warungnya Uwak Azam...'. Oke, aku lanjut lagi..hahha, sempat ngilang aku tadi.
Jadi di mimpiku ini , aku diajak masuk ke suatu ruangan yang isinya manekin yang terbuat dari lilin. Ntah kenapa otakku menerjemahkannya sebagai lilin, mungkin karena waktu di dalam mimpi itu, mataku dan tanganku, melihat dan merasakan...
ahhh tadinya aku ingin melanjutkan cerita ini blog, tapi aku ketika aku bermain ke youtube, dan aku menemukan video ravi zacharias. Aku hanya ingin menjadi kristen yang seimbang. I do my best to become like Jesus, berkelakuan selayaknya mencerminkan Kristus, tapi tetap berpikiran manusia. I try.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar