Selasa, 29 Januari 2013

Menulis.....(1)

Tulisan pertama ini saya berikan judul 'Menulis di tangga'. Terlepas karena saya memang sedang mendengar lagu dari salah satu grup Indonesia, Tangga, saya juga memiliki beberapa masalah dengan kata 'menulis'.

Salah satu yang paling mutakhir adalah, menulis skripsi -- mengerjakan skripsi, menyelesaikan skripsi, atau apalah judul yang tepat untuk menggambarkan kegiatan ini. Terkadang saya lebih suka dengan penggunaan kata 'meniadakan skripsi' ketimbang yang lain.

Menulis. Menulis. Tidak semua orang mampu menulis dengan baik. Satu hal yang saya ingat dari sebuah kata pengantar di buku yang pernah saya baca adalah,

Jika buat buku, jangan pernah berharap akan 100% sempurna, karena setiap dilihat lagi, pasti kita akan menganggap buku itu tidak layak untuk diterbitkan, pasti tidak akan pernah selesai menulisnya.
Kesan pertama saya setelah membaca percakapan si penulis dan temannya ini, sangat benar adanya. Tapi ketika dihadapkan suatu masa yang berbeda lagi, terpikir lagi untuk melakukan sesuatu hal yang sangat layak untuk membuat sebuah buku.

Dalam kasus ini, saya tidak mengarahkan kemauan saya untuk membuat sebuah buku. Sekedar tulisan sederhana di blog pun terkadang sangat sulit saya menuliskannya. Terlebih lagi, walaupun ini merupakan blog pribadi, saya juga harus mampu menggunakan kata-kata yang baik di dalam pengerjaan sebuah tulisan.

Bagaimanapun, ini merupakan blog online. Terhubung ke dunia maya. Setiap orang yang memanfaatkan akses internet memiliki kesempatan yang sama untuk sampai ke situs ini.

Terlebih saya cukup bermasalah dengan menulis.
Di satu sisi, saya mampu membuat sebuah tulisan dengan baik. Saya yakin dapat memberi nilai penuh terhadap kemampuan saya membuat satu buah kalimat, baik yang kau anggap positif atau yang saya anggap positif.
Di sisi yang lain, saya merasa kalimat yang sudah saya tulis -- yang saya kira mampu memberikan kepuasan kepada orang yang membacanya -- ternyata tidak berakhir baik. Hal ini pertama terjadi pada laporan kerja praktek yang pernah saya tulis.

Mereka membaca dan mengartikan bahwa tulisan saya tidak cukup baik, dan yang saya tangkap adalah bahwa lebih baik jika saya menyertakan keterangan lain semisal gambar, diagram atau semacamnya.
Lagi-lagi saya merasa kalah, dan sakit hati, merasa bersalah, dan ketika saya memohon solusi yang baik dari kejadian itu, mereka hanya bisa bilang 'Lihat saja nanti...'

Pada saat itu, saya sudah memberikan alasan yang baik mengapa saya melakukannya melalui tulisan daripada gambar. Tapi tetap saja mereka acuh. Padahal saya merasa saya merasa tulisan saya sudah cukup baik untuk sebuah resume  laporan.

Kembali ke cerita awal saya tentang skripsi. Sejujurnya, saya sendiri cukup bermasalah dengan kinerja otak saya yang sedemikian tidak saya mengerti. Begitu banyak ide yang bisa saya gunakan untuk tugas akhir saya. Tapi sebelumnya saya menulis kalimat yang sedang kamu baca ini, saya kembali teringat beberapa konflik berhubungan dengan tugas akhir saya. Konflik-konflik sederhana, yang saking sederhananya itu lebih sering berupa 'flash scenes'.

Saya sangat mengingatnya.
Saya selalu mengingatnya.
Tapi hal itu berlangsung sangat kilat di ingatan saya.
Bukan berarti saya berusaha melupakan pandangan-pandangan tersebut.
Hanya itu cepat dan sering, dan hilang lagi, dan bisa datang lagi kapanpun.

Mungkin semua berawal dari rasa kekecewaan saya terhadap kedua dosen pembimbing saya yang berbeda cara kerja. Kalau kamu boleh tahu, lagi-lagi ketika saya menulis ini, kejadian-kejadian yang melibatkan saya dan dosen pembimbing saya akan selalu muncul, dan ketika itu pula, saya berpikir dua kali untuk menggambarkan keadaan saya dalam bentuk tulisan. Judul ditolak mungkin menjadi masalah buat saya, tapi setidaknya saya berharap saya memiliki kemampuan untuk menanggapi ucapan mereka dengan baik, sehingga beliau juga mampu memberikan keinginan mereka terhadap tugas akhir saya.

Sepertinya saya harus lebih banyak belajar tentang menulis. Dan, berkata-kata di depan orang banyak juga demikian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar