Tertanggal 15 April 2013, pukul 23.34 dan saya merasa sudah begitu jauh dengan Tuhan.
Bukan saya merasa aneh atau bagaimana, tapi beginilah yang saya rasakan.
Saya masih merasa kurang waras. Dan saya merasa saya begitu 'tidak terkendali' , saya melakukan pencitraan besar-besaran hanya karena saya merasa saya kurang waras.
Akhir-akhir saya selalu susah berdoa, tapi saya selalu berkata ke khalayak saya mampu beribadah dengan baik. Betapa kekurangan saya yang begitu dahsyat adalah: saya membutuhkan waktu yang begitu-dan begitu sangat lama untuk mencari wajah Kristus. Padahal ketika seharusnya sungguh ingin menghadap Tuhan, kita tak perlu bersusah melakukan hal demikian, apalagi dilakukan dalam usaha yang luar-biasa-lebih-susah-dari-Tuhan-memeluk-pundak-Anda.
Setiap kalinya saya berdoa palsu. Saya tahu dengan pasti, tapi saya masih tidak merasa itu bersalah. Sampai akhirnya, saya merasa dan tidak berpikir sebelum menemui Tuhan.
Saya sudah pasti bukan Kristen yang baik, dan saya harap saya mengurangi kegiatan pencitraan saya yang luar biasa palsu itu. Pastilah saya tidak menyarankan pembaca untuk menjadi seperti saya.
Saya hanya takut sakit hati, dan saya membuat benteng yang begitu kokoh dan tinggi agar individu di luar saya tidak membuat saya merasa jatuh lebih dalam.
Saya berpikir apakah orang-orang ini, merupakan ciptaan saya sendiri atau memang ada di dalam diri saya? Sebagai empunya otak, sayalah sutradara-nya. Tapi terkadang, di suatu kondisi saya melemahkan iman saya, saya bersusah membangun tembok dan seperti beberapa orang itu hadir membantu saya untuk mengerjakannya. Saya senang memiliki mereka, saya tahu mereka berasal dari mana. Dari sinilah saya berpikir, ohhh mungkin karena saya lebih nyaman bersama orang-orang ini, orang-orang mungkin berpikir saya aneh. Tidak, lebih agungnya, saya palsu. Saya sendiri takut terhadap perubahan di dalam diri saya. Bahkan untuk menangis atau tertawa, saya harus berpikir sekian kali, apakah saya pantas untuk tertawa atau menangis. Terkadang, tertawa itu seperti tertawa biasa. Dan senyum biasa. Dan ucapan biasa. Dan pemikiran-pemikiran biasa ini dikerjakan oleh orang-orang tersebut.
Hmm, sepertinya saya sudah mulai waras sejak menulis paragraf terakhir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar