Melihat cara menulis saya yang sebelum-sebelumnya, terlihat sekali saya itu emang lebih doyan ngeluh dan depresi. Orang kayak saya lebih pantes masuk rumah sakit jiwa kayaknya :(
Beneran ini.
Saya itu sebenarnya depresi, tapi masih pengen nyemangatin diri sendiri. Kalimat-kalimat rese ala saya itu paling dihindari di media sosial. Hmm, akhir-akhir ini saya sering banget nulis ini: "blablabla...., sebaiknya saya ngambang dulu ke dorm (artis korea)" ; "Yeaaah, setidaknya ini selalu mengingatkan saya, 4 semester yang lalu saya sudah loncat dari tower belakang gedung N di kampus.." dan bermacam kalimat menjemukan dan menyebalkan lainnya.
Iya, saya itu tukang mengeluh. Mengeluh sama semua karakter buruk yang ada pada saya. Dan terhadap sifat penakut saya. Dan terhadap nasib saya. Dan, ah...saya orang yang paling tidak tau berterimakasih, jarang bersyukur sama Tuhan Yesus, yg bisanya cuman ngatain orang doang.
Yah sumber depresi saya itu banyak sekali. Terkadang rasanya ingin loncat saja, atau mengapung saja..
Orang seperti saya itu...tukang pasrahan. Saya ga mau dibully dan ga mau membully. Tapi ada kalanya, di sebuah kasus yang kalau kata orang itu ada sebuah concern, saya menanggapi dengan memberi dukungan kepada pihak mayoritas. Iya, itu kan kerennya jadi mayoritas..kenapa harus melawan mayoritas, kalo saya sendiri masih menjadi minoritas.
Saya cuman bisa tertawa melihat kebodohan sendiri.
Iya, depresi saya akan berkelanjutan sepertinya. Dan, iya makasih banget memang, saya tau Kpop. Kalau bukan karena mereka, saya udah terjun dari tower belakang gedung N di kampus dari awal tahun lalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar