Selamat pagi, diriku.
Dan terima kasih kepada Tuhan yang membuat saya memberikan otak yang begitu sempurna.
Hmm, semalam ga bisa tidur. Dan mendapat mimpi yang aneh. Sebelumnya saya mendengar sebuah acara rohani di radio lokal tentang belajar menjadi sekutu Tuhan. Hmm, susah. Dan saat inipun, sedikitpun, belum bisa diandalkan menjadi sekutu Tuhan.
Semalamnya lagi saya baru selesai maen game online seperti biasa. Yah saya akui saya kalah, tapi ada beberapa prinsip yang saya pegang jika saya maen game semacam itu. Saya akan buat akun sendiri dan mengalahkan pemain lainnya. Belajar dan memenangkan pertandingan. Tapi jika saya dikalahkan oleh pemain legal, saya ga masalah. Terkadang ada yang kampret dari pemain tamu, atau bisa saya langsung bilang unregistered player. Mereka itu aslinya hanya pribadi yang sebenarnya punya akun, tapi ingin sekali mengalahkan nilai pemain legal. Itu kampret. Mereka berjuang begitu sungguh, sehingga mereka tampak bodoh dimata saya. Dan saya jadinya kesal. Karena jika saya harus mengalah (dan nilai saya juga dikurangi begitu banyak) tapi sesungguhnya karena saya tidak suka berhadapan dengan pemain yang tidak mempunyai nama resmi di forum game-nya. Mereka itu pecundang. Mengalahkan mereka tidak menambah nilai begitu besar, paling banter cuman dapat poin +4 , sedangkan jika dikalahkan atau mengeluarkan diri dari area karena face-to-face dari mereka bisa sampe -18. Apa untungnya mengalahkan sampah seperti mereka? Mereka itu merugikan. Lagi-lagi saya mengingatkan mereka itu pemain legal yang sengaja tidak memasukkan nama di forum dan bermain sebagai pemain tamu, dan berjuang menghancurkan nilai orang lain. Kemarin banget saya dikalahkan si kampret ini. Mereka begitu sungguh-sungguh menghancurkan keberadaan orang lain, benar-benar kebanggaan tersendiri buat mereka.
Iya jadinya, kita yang pemain legal, kalah, poin berkurang, ga dapat item, senjata juga ga dapet-dapet. Iya, saya miris melihat keadaan pecundang2 itu. Jika sebagai pecundang saja mereka begitu bangga, saya meyakini orang seperti ini akan makin berkeliaran di game online. Bukan saya ga bisa membasmi mereka, tapi terkadang jika nasib lagi apes, terpaksa dipasangkan bertanding dengan mereka. Dan itu letak kemalesan sebenarnya. Jika mengalahkan mereka bisa dapet senjata, gapapa deh. Ini poinnya udah seiprit, kalo kalah malah mati telak. Yahhh nasib, nasib.
Sebelum tidur, saya sempat gelisah tentang kekalahan saya ini. Sebagai orang yang moodnya ga juntrungan- ahh sekarang inipun, sambil menulis ini saja, saya teringat lagi kekesalan saya terhadap orang2 kampret itu, mood saya sangat berantakan karena mereka. Mungkin saya sombong. Saya selalu bersikap sopan dan hormat terhadap pemain yang lebih imba dari saya, tapi saya selalu berjuang untuk mengalahkan pemain legal yang dipasangkan dengan saya. Itu saya sebut: PERANG TERHORMAT. Saya juga selalu berusaha untuk memenangkan permainan...tapi dengan pemain tamu, saya langsung males kalo dihadapkan seperti itu.
ARRRGHHHHHH!!!
POIN GUE BERKURANG.....BANYAK BANGET, NYING!!!
SIYAAAAAL..SIYAAAAL!!
Yasudahlah, pecundang tetap saja pecundang. Mereka pasti tertawa bebas diluar sana. Pecundang akan selalu banyak jenisnya, tapi saya selalu berterimakasih, walopun saya punya hypomaniac, setidaknya orang2 yang selalu dikatakan 'tidak normal' ini selalu menggunakan otaknya dengan baik karena otak mereka diberikan kelebihan yang begitu baik dari Tuhannya. Iya toh..
Makasih ya otakku :)
Kamu begitu cerdas dan sehat, walo suka korslet tiba-tiba...kita berdua harus belajar lebih sabar menghadapi orang2 bodoh disekitar kita. Yang ga memaklumi kecerdasan kita, ga memaklumi kekurangan kita, tapi maunya berkuasa dan mendapat pengakuan dimata kita. Maaf orang2, kami ga peduli!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar