Ga kerasa udah tanggal 23 Desember.
Setidaknya saya punya 3 akun media sosial dan 2 alamat email.
Kalo ibarat akte lahir, mereka punya perbedaan.
Twitter, saya bikin akun itu 12 Maret 2008- kalo ga salah- , ngetwit pertama kali juga di tanggal yang sama, jadi bisa dibilang dia anak yang paling normal. Tapi sempat selama akhir 2008 saya ga ngetwit apa2 karena ga tau mau ngetwit apaan dan didukung situasi ketidaktersediaanya koneksi internet di rumah. Hahaha, inget banget pertama kali bikin akun twitter itu sama Bella. Hai Bella, aku merindukanmu. Dia dan Nesia Vogel , mereka teman saya yang tidak akan tergantikan sampai kapanpun. Iya waktu SMA memang saya punya beberapa teman yang lain, tapi tidak sedekat dengan mereka berdua. Mau kejahatan apapun yang mereka perbuat, didalam hati dan pikiran, mereka telah saya 'labeli' sebagai keluarga saya. Sama kayak keluarga biologis. Yah tapi lagi2 saya belum pernah membuat mereka bahagia, dan 'dingin' sewaktu berkomunikasi, itu terkadang menjadi cara saya.
Ah jadi pengen pamer mereka. Tau kenapa saya begitu menghargai mereka lebih dari murid yang lain? Kami bertiga adalah orang yang berbeda. Ini serius. Kami sering mengistilahkan kami bertiga adalah 'The Gossip Girls'. Pernah nontol sekuel itu? Tiga tokoh dengan kharisma yang berbeda. Bella sebagai Serena van der Woodsen, Nesia sebagai Blair Waldrof, dan saya sebagai Vanessa Abrams.Saya akui Bella dan Nesia lebih memperhatikan penampilan daripada saya, dan saya tidak keberatan akan itu, maka saya kira mereka cocok dengan penokohan itu. Satu hal yang pasti, mereka selalu direpotkan dengan kisah pacaran-ala-anak-sekolah, sama seperti skenario yang dialami oleh kedua pemeran tersebut. Padahal saat itu saya juga punya pasangan tapi mereka tidak boleh tahu itu. Kenapa? Karena tidak penting untuk mereka mengetahui hal itu. Cukup mereka melihat sisi saya yang doyan ngelawak dan doyan ngeliatin senior cakep di sekolah hahhaa
Ahh saya juga sering bilang kami adalah R 'n B, bukan apa...itu adalah inisial dari huruf awal nama kami. Iya toh. Satu lagi, keyakinan kami yang berbeda membuat kami tetap nyaman apapun yang terjadi. Saya Kristen, Bella adalah seorang pemeluk agama Islam, dan Nesia sendiri adalah seorang Buddhist. Untungnya diantara kami, tidak ada yang freakin asshole terhadap keyakinannya, dan...hm...do not get me wrong, this isnt an offensive words. Bella dan Nesia adalah pemeluk agama yang plural, dan itu yang membuat saya nyaman sama mereka. Mereka tidak memakai atribut apapun yang terlalu menunjukkan mereka sebagai pemeluk agama tertentu. Proud of it. Itu yang bikin saya bangga berteman lama dengan mereka.
Ahh tapi udah lama saya ga ketemu dengan Nesia. Sejak lulusan SMA, saya ga bisa mendeteksi keberadaanya sekarang. Hmm Bella? That bitch...hahaha, dia kuliah jurusan informatika di salah universitas negeri di Palembang. Saya pernah curhat tentang nasib saya yang hampir ngenes karena mata kuliah, dan ternyata saya baru tahu dia juga mengambil jurusan yang sama seperti saya. Bedanya, tingkat ngenes saya lebih tinggi. Hmm, kayaknya sekarang dia udah lulus deh. Iri, ahhaha
Oke balik lagi ke Twitter. Boleh percaya ato enggak, usia akun Twitter saya lebih tua beberapa bulan dibandingkan akun Facebook. Padahal Facebook udah kapan ngehits dari tahun 2006 kan? Nah itu, saya malah baru tahu ada jejaring sosial namanya FB pas saya di kursus bahasa Inggris. Waktu itu sekitaran SMA kelas 2. Itu juga gara2 ada temen satu kursus yang berisik dan minta fb-nya di-add. Secara saya kaga tau apa2, saya bilang aja saya punya itu 'epbe' yang dia maksud. Oke guys, dia bilang saya katro. Makasih banget ama nih temen kamvret, hahhaha
Facebook? Hmm saya ga inget tanggal pasti kapan saya buatnya. Biasanya kan suka dikasih tau tuh sama si FB, tapi I do not give a fuck. Yang jelas, sampe sekarang saya masih butuh akun FB itu buat tahu informasi dari dosen. Dosen saya gaul beeeeud kan...saking gaulnya jatuhnya jadi nyebelin, yekali juga apa2 ngasihtau lewat FB. Yekali semua mahasiswanya idup di FB -__-'
Dulu saya sering sekali me-nonaktiv-kan akun FB saya. Soalnya FB itu berisik. Baik pas jaman SMA pun saya merasakan seperti itu. Ada aja orang curhat ga jelas di FB. Get a life, son. Terkadang juga, karena saya menghindari beberapa orang yang nge-add saya. Padahal kenal juga tidak. Get a real, son. Tapi ada kalanya saya yang menghindar dari beberapa orang rese yang mengurangi keindahan hidup saya sebagai anak SMA. Ada itu, ada...
Kemudian saya punya blog ini. Seinget saya blog ini saya buat pertengahan tahun 2012. Iya. Pas lagi ngehits2nya saya depresi sama jurusan saya. Tapi waktu itu belum kesentuh soalnya, ga ada alasan pasti, tapi ini blog baru aktif sebagai 'diary' online saya pas awal Januari 2013.
Yaaa setidaknya blog ini pasrah aja jadi tempat marah2 saya. Puas rasanya. Sejujurnya saya punya 2 'teman' paling baik untuk bercerita: Tuhan dan blog ini. Dua2nya mau dengerin cerita saya. Dua2nya mengajarkan saya untuk menulis lebih baik, berpikir lebih baik, yaaaah tapi tetep aja ada saatnya saya tidak mengindahkan keduanya. Marah2 sama Tuhan sama aja kayak di blog. Membabibuta emosinya, but I feel better after I cried over these paragraphs. Bedanya marah2 ama Tuhan sering menyudutkan saya sendiri- yaah setelah mengungkapkan kekesalan sama Tuhan, pake acara nangis malah- yang ada saya sering terdiam sejenak, berpikir...ok God, I'm the sinner. Ini bukan salahMu, ini salah otakku. Tapi bolehkah...blablahablah...dan kalimat2 penyadar lainnya bahwa yang bikin saya berdosa adalah: keegoisan saya untuk tidak memaafkan masa lalu. You know, it's hard, son.
Itu sih yang ga seru kalo ngobrol ama Tuhan, gada yang bisa dijadiin kambing hitam. Beda ama blog. Puas banget saya kalo udah ngatain kondisi disini. Iya kan, betapa sering saya kecewa sama orang, sama keadaan, sama nasib, sama Tuhan, yaaah kekamvretan itu tergambar dengan sangat baik di blog ini. Saya bisa menyalahkan semua disini. Blog ini adalah penyelamat bagi otak saya untuk mengkritisi lingkungan. Blog ini tempat saya teriak, ketika Twitter sudah menjadikan saya pendosa karena beberapa follower saya yang sensitifnya tiada ampun. Padahal saya udah bilang unfollow aja susah amat. Orang saya mau ngobrol sesuka hati di timeline saya, tapi ya lagi2 saya harus sadar, ga semua orang bisa pake otaknya dengan baik. Berbeda dengan orang semacam saya, yang memang otaknya sangat baik tapi tidak dengan emosinya yang bisa meledak tanpa tahu waktunya.
Tapi satu yang pasti. I'd respect the God and this blog. I give my biggest salute for them both. They helped to control my emotion, my depression, and my...my...what a racing thoughts.
Alamat email saya ada 2. Yang satu yahoo dan gmail. Keduanya dipake. Yang sering dibuka sih yahoo, karena kebanyakan subcribing saya arahkan ke alamat email itu. Yang gmail itu beberapa kasus penting saja. Ahh karena ada kasus commenting di youtube, saya jadi males buka gmail. By the way, di youtube banyak juga orang bodoh. Banyak. Sekali. Kolom komentar di youtube adalah untuk memberi komentar. Memberikan sentimen terhadap isi video. Itu orang pada bodoh semua dikasih komentar negatif, karena memang benar negatif, malah memojokkan saya sebagai pemberi komentar. Mungkin masalahnya penggunaan kata2 yang kurang halus, karena terkadang orang berotak halus ga bisa dikasih cara halus. Saya akui saya bukan feminis, tapi maksud ngana saya bisa komentar videonya bagus kalo ada adegan beberapa pemuda melemparkan lembaran dollar kepada kumpulan teman2 yang notabene perempuan. Hey, bitch. What the girls did to you? Videonya pernah menunjukkan bahwa beberapa perempuan menyukai pria kewarganegaraan asing ketimbang pria dari negara sendiri. I give a bitching face when I got the problem with that video. EMANG ITU TERLALU BERMASALAH NYET? BERMASALAH BANGET KALO GEBETAN LO BILANG ADA SEORANG COWOK LAIN YANG IMUT DAN GANTENGNYA KEBANGETAN? Get a railroad banget dah ini, buat uploader videonya. Terus menyingkapi hal itu, mereka bertindak dengan cara yang mereka anggap keren- itu...yang ngelemparin duit itu tadi- ke muka teman2 perempuan yang diinterview itu. Lah kan kamvret banget itu namanya.
Paralel universe coba sini...saya lemparin kutang bencong deh ke cowo2 yang bikin tuh video.
Yaudahlah, secara emosi juga lagi main, saya sebagai perempuan ga nyaman ngeliatnya, saya komen saja itu videonya 'sampah', video ini ga lucu sama sekali, dan saya lupa kalimat pemanis apa yang saya sertakan pada komentar saya.
Iyalah saya kecewa ngeliat video itu. Mojokin perempuan banget. Gila aja, dilemparin duit gitu. Ya wajar kali kalo perempuan pengen dapet pasangan (cowok) yang sangat sangat saaaaaaaangaaaat sempurna, bahkan kalopun itu hanya bermimpi jodohnya cowo bule. Kalopun alasanya itu perempuan karena uang, hey so what? Makanya jadi cowok yang 'berusaha' dikit, punya tampang punya duit, dan disaat yang sama lo juga akan mengharapkan pasangan yang seimbang menurut lo. Plis lah, itu bodoh banget videonya. Yang dimarahin malah perempuan2nya. Ga punya otak banget. Ga kebayang kalo saya sodaranya itu cowok2 pelaku di video itu, apakah saya juga akan dilempari lembaran uang?
Ya ada beberapa yang bilang saya 'fuck you', 'sinting' dan cercaan lainnya- yah say masih enak ngebacanya kalo ada yang reply komentar bahwa setidaknya kekecewaan saya harus dituliskan melalui kata2 yang baik, yah oke...tolong deh sekali lagi, kalo itu orang2 yang ngunjungi itu video, please, use your brain. Use it well. Coba rasain kalo emak lo, kakak lo, tante lo, kerabat perempuan yang lo punya, dilemparin duit kayak gitu? Asik? Engga kan. Menunjukkan kekecewaan terhadap perempuan juga ga gitu caranya, karena setiap perempuan juga ga sama.
"Trus kenapa lo marah?"
Iyalah saya marah. Anda itu yang ngaplot video, kebetulan Anda juga salah satu orang yang dikenal sebagai selebritis di negara saya. Apapun yang Anda lakukan, Anda katakan, dilihat banyak orang. Cerminkanlah hal yang baik, tunjukkan maksud secara positif, disaat itulah orang benar menghargaimu sebagai selebritis punya otak. Video yang Anda aplot itu lucu, secara naluri buat lucu2an, saya juga ketawa kok, tapi jatuhnya kayak gitu, Anda menampilkannya dengan CARA seperti itu, jadinya kan ga lucu. Sangat ga lucu untuk kaum perempuan seperti saya. Cowo yang ketawa2 karena itu ntah dia bodoh beneran ato emang ga dikasih otak sama tuhannya. Cewe yang ketawa2 karena itu ga nangkep betapa lucu para pria menertawakan keinginan kita, silahkan tertawa deh cewe yang merasa video itu lucu. Saya, jujur, enggak.
Hmm, jadi panjang gini ceritanya.
Ahh tanggal 23. Besok malam Natal, dan ya sepertinya Natal ini adalah kali keempat saya rayakan sendiri. I do not feel that alone, I just do not like being bothered. Apa ya punya pasangan di dekat kita atau jauh dari kita, juga tidak menjadikan Natal lebih baik. I do not know, I learned that ignorance since I get this depression.
Sebenarnya, saya ingin sekali merayakan Natal tahun ini dengan keluarga saya. Bisa dikatakan, yaaah saya bukan mbak Else atau Grace. Mungkin keadaanya bisa lebih nyaman jika saya seperti mereka. Mbak Else punya banyak kegembiraan yang membuat dia masih merasa nyaman walau tidak merayakan Natal bersama keluarganya. Ketika saya bersama mbak Else, masih dikatakan saya masih cukup waras. Setidaknya dia menggantikan posisi Kak Geby dan Grace sebagai keluarga PA saya yang seharusnya saya habiskan waktu bersama. Then Grace, I just envied her. Betapa serunya menjadi dia. Dia mendapat kekuatan finansial sehinga bisa kesana kemari dengan semaunya. Beberapa pulang ke Jakarta, dan sepertinya dia terlalu sibuk sehingga mungkin tidak ada waktu menanyakan apakah saya bisa merayakan Natal dengannya, adalah hal yang sangat saya sesali dari sodara PA saya ini. Saya sudah cukup sering ditinggalkan mereka- Kak Geby dan Grace, itulah mengapa saya memilih menyerah jika gantian mereka mengajak saya berjalan2. Saya hanya menyerah. Saya sakit hati selalu ditinggalkan mereka. Ohh tidak, pikiran tidak dewasa ini muncul lagi, ahhaha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar