Kamis, 23 Oktober 2014

Berkecamuk

Blog, aku akui memang mood swingku sudah tidak separah dulu. Tapi, kalo sudah badmood, itu berlangsung sangat sangat lama, seperti tak terkendali, aku yang punya tubuh pun tak bisa mendorong otot senyumku bekerja dan saat itu, kotak tertawaku benar-benar hilang entah kemana.

Aku merasa ingin tersenyum, tapi aku seperti...tak ada yang bisa membuatku tersenyum.

Di otakku, selalu ada perselisihan pendapat. Ada yang bilang, aku musti berubah, aku musti tersenyum. Ada yang bilang, aku percuma untuk tersenyum karena hidup memang selalu tak adil padaku. Ada yang bilang, bahwa hidupmu dibawa santai saja, toh memang terlalu banyak pencobaan di hidupku yang membuat hidupku gitu-gitu aja ngenesnya. Masih banyak lagi. Dan terkadang akupun mengiyakan semua mereka yang berkata negatif tentang itu.

Tuhan, sepertinya memang orang super iseng. Dia ingin mengerjaiku, mentang2 Dia luar biasa. Kenapa segala sesuatu harus melalui ijinnnya....berarti untuk menghancurkan moodku juga harus mendapat persetujuan dariNya? Sudah tau, aku paling lemah dihadapan Iblis. Jangankan Iblis, di hadapan manusiapun, aku seperti tak bisa apa2.

Aku lebih senang dengan Roh Kudus. Yang lain mungkin untuk menguatkan, menghibur, atau ya apalah itu. Aku tidak terlalu peduli. Aku tidak merasa Dia bekerja seperti itu untukku. Aku merasa Roh Kudus untuk mencegah dan memperingatkanku.

Aku akui, ada satu sisi dari diriku yang selalu ingin mencobai Tuhan. Aku mencobainya dengan membuat skenario mimpi2 yg aneh. Aku sperti familiar dan ahli melakukan ini. Biasanya aku berhasil, tapi sudah seminggu ini, kegiatan aneh itu tidak berhasil. Ada seseorang yang merencanakaannya, tapi aku tau, dan aku merasakan kegagalannya.

Tuhan, mengerti agar aku lepas dari badmood ada satu kegembiraan yang bisa membuatku menanti. Aku tak tau mengapa, aku tadi mimpi Pak Jokowi dan jadi artis di sekolah, tiba-tiba band dari luar negeri manggung di sekolahku...dan itu saja mampu membuat moodku jadi naik. Aneh bukan?
Apakah aku benar2 diberi talenta sebagai seorang penggagum, sehingga di dalam mimpi aku harus jadi seperti itu?
Apakah aku benar2 diberi cita2 sebagai seorang pemimpi, sehingga di dalam mimpi, aku lebih sering lagi bermimpi?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar