Kayaknya Tuhan tau saya masih labil, dan jadinya lebih sering ngasih cobaan-cobaan penganggu otak saya yang finally mereka memunculkan diri.
Ternyata RAMBUT BOLEH SAMA HITAM TAPI HATI MEMANG SIAPA TAU...
Akhir-akhir ini, jadi semakin banyak yang nganggep saya sok, dalam jenis apapun itu. Dan saya masih lemah dalam Tuhan, sehingga otak jahat saya bekerja dan berpikir lebih cepat untuk mengeluarkan pandangan yang sama jahatnya dengan yang telah mereka lakukan.
Tidak seharusnya saya se-sensitif ini.Tapi saya tidak peduli.
DO WHAT YOU LIKE, IGNORE WHAT YOU HATE.
Lagi-lagi saya harus ingatkan pada diri saya sendiri juga bahwa saya bukanlah orang yang menyenangkan. Saya hanya mencoba untuk sepaham dengan Kristus, walau pastilah jangan mengharapkan saya langsung bersikap dan berpikiran seperti Kristus.
Hmm, setidaknya setelah menuliskan beberapa kata diatas, saya sedikit lega, dan mewajarkan-dan mengampuni-dan membiarkan bahwa mereka bisa melakukan apapun untuk sesamanya. Termasuk menyakiti secara tidak langsung. Mereka terlalu sering menyinggung dengan kalimat yang sebenarnya tertuju pada kita, dan kita tahu itu.
Cara satu-satunya: tahu kemudian pura-pura tidak tahu tapi tetap dalam keadaan mengetahui
You get it?
Orang-orang seperti itu akan semakin banyak jumlahnya, dan kalau kita terlalu sensitif dan terlalu ngeh sama isi timeline, kita juga akan semakin terpuruk sama ucapan orang. Let them easy.
#okesip
Tidak ada komentar:
Posting Komentar