Selamat tanggal 17.
Ahh tempat cerita yang ga rewel cuman blog emang hahhaa
Sebelum mampir kesini, saya melakukan tes online soal mood swing yang saya alami. Saya ga bisa bilang bahwa saya berangsur menjadi baik karena rasanya disorder ini jadi semakin gampang menyerang saya dan akhirnya menyerang orang-orang disekitar saya.
Saya tau hal itu, dan saya merasa tapi itulah pandangan saya saat itu.
Oke, sepertinya lagi-lagi saya harus mengawali tulisan ini dengan saya gagal. Saya merasa sangat tidak tepat masuk ke KOMPETISI seperti ini. Iya, kompetisi.
Dan yang lebih parahnya, banyak cara untuk menggoda seseorang yang mengalami mood disorder seperti saya.
Saya juga tadi habis melihat artikel tentang film "At The Very Bottom of Everything". Permulaan seseorang bisa mengidap bipolar seperti ini mungkin bisa beda-beda, dan sejujurnya masa kecil saya sangat menyenangkan, entah ketakutan seperti ini bermula dari kapan.
Tapi yang akan selalu saya ingat adalah saya pernah merasa di kondisi Mama sangat menunjukkan rasa sayang dan absolutnya kepada kakak saya. I felt like a adopted puppy. Hhahaha, asik sekali jika harus merasa tertawa di kondisi seperti ini.
Iya, mood saya bisa sangat rusak di dalam kondisi yang saya sendiri ga ngerti. Beberapa jam yang lalu, saya bisa begitu bahagia denger lagu rap, dan sekarang saya merasa terintimidasi karena saya ga bisa masuk ke kelas online salah satu matu kuliah saya. Aduh, saya merasa saya lebih kamvret dari apapun hari ini.
Saya cinta otak saya, tapi saya ga cinta kelakuannya yang aneh. Saya sendiri merasa sangat dirugikan dengan sifatnya yang seperti ini. Sudah banyak sekali orang yang mengganggap saya kurang ajar, penghina yang luar biasa, jahat, atau ga waras.
Saya bisa berkompetisi, tapi saya ga suka berkompetisi. Saya merasa jika semua orang bisa melakukan sesuatu untuk mencapai gol yang sama, kenapa harus berkompetisi? Bagaimana nasib saya yang bodoh ini...eh ini udah kesekian kali saya bilang saya bodoh, kapan-kapan saya ganti dengan 'saya mati' aja kali ya...
Otak saya tidak setangguh teman-teman saya. Saya adalah salah satu dari orang yang tidak beruntung yang jaringan otaknya suka korslet sendiri. Hhahha
Saya ga pinter, ga cerdas, dan sangat jauh dari kakak saya. Saya benci kakak saya....benci sekali. Kalau bisa dituliskan 2 orang yang saya benci itu kakak saya dan paman saya. Mereka yang buat perbandingan ini semakin jelas jurangnya, dan memaksa saya sepertinya saya yang pantas untuk terjun ke jurang itu. Dalam, dan dalam.
Sepanjang saya masuk ke jurusan yang terpaksa ini, setidaknya saya ga pernah denger Bapak dan Mama bangga saya masuk ke jurusan ini. Setidaknya apalah kalimatnya. Ya tapi saya sangat berterimakasih mereka rela menggontorkan uang demi saya, walopun saya juga masih bingung lulus dari sini mau kerja apa :((((
Kayaknya lebih seru mati ketimbang hidup dengan mood swing yang selalu kambuh tanpa waktu yang diduga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar