Saya tak tahu perasaan apa ini. Perasaan ini seperti terpaksa.
Ichi, adalah nama anjingku. Mungkin karena dia adalah anjing pertama yang dipelihara keluargaku, aku sangat membutuhkannya, untuk tetap normal.
Perasaan ini, hmm, mungkin seperti idola terhadap fansnya.
Dia mungkin tidak menyayangi fansnya seperti dia menyayangi orangtuanya, tapi dia membutuhkan fansnya untuk tetap terlihat 'berguna'.
Ichi harus pergi, karena Mama sudah tak sanggup mengurusnya. Katanya, dia sudah capek harus selalu mengurusi bulu2nya, kotoran2nya.
Aku rasa mereka memanfaatkan Ichi hanya sebagai house-guard, bukan sebagai fans.
Aku sedih, tapi aku juga tidak bisa apa-apa.
Aku sudah terlalu sedih jika selalu mengingat ada yang tidak sopan terhadap 'fans'ku.
Aku tahu mereka bertahan, mengurusi Ichi karena aku....hahahha aku! Mungkin karena aku.
Aku selalu menangis mengenang semua orang-orang penting didalam otakku. Masih banyak yang harus kulakukan untuk membalas jasa semua orang-orang penting ini, dan Ichi...sudah menjadi penting buatku.
Ahh, aku sudah lelah menangis jika ada yang menggodaku dengan menggunakan kelemahan Ichi.
Tapi melihat aku yang memang terkadang sering tidak peduli terhadap Ichi, aku juga tidak berada di rumah untuk bersama Ichi, jelas aku tak punya alasan jika mereka terpaksa 'memulangkan' Ichi.
Aku hanya ingin meyakinkan diriku, bahwa aku tidak berada disana saat itu terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar