Minggu, 26 Oktober 2014

Masalah

Kita sebetulnya tidak butuh Tuhan untuk menyelesaikan masalah kita, tapi kita hanya butuh SESUATU untuk mendengarkan masalah dan menjadi orang yang mendukung posisi kita. Mengiyakan penderitaan kita, sehati sama kita.
Kita kurang yakin dengan manusia.

Kita, ingin menuntaskan masalah kita. Tapi, belajar untuk melupakannya saja, tidak semua orang punya keahlian seperti itu.
Akhirnya yang saya pelajari, adalah terbiasa hidup berdampingan dengan masalah itu. Tumbuh bersamanya, hidup bersamanya, menjaga'nya' tetap hidup.

Ada banyak sekali orang yang jadinya, susah untuk melepaskan masalahnya. Misalnya, saya.
Saya punya masalah, tak berat- ini semua sangat sepele, sehingga aku membiarkannya terjaga bahkan sejak 10 tahun yang lalu.
Awalnya saya keberatan, saya belajar untuk tidak mempedulikannya, sampai akhirnya saya jadi betul-betul membanggakannya. Saya adalah ucapan-ucapan saya, tulisan-tulisan saya. Saya merasa aneh, tapi saya tidak merasa benar-benar aneh.
Begini cara saya menghadapi masalah-masalah saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar