Sabtu, 04 Oktober 2014

What and what

Hai blog, lama tak bersua...
sekarang sudah tanggal 4 Oktober.
Sebenarnya pas kemaren, aku pengen nulis, cuman karena situasi lagi di perpus kampus dan deket dengan area rak buku, aku males juga being peeked sama orang2 yg lagi nyari buku di belakangku.

So, apa kabarmu, blog? Semoga selalu sehat.
Ahhhh blog, akhirnya kumpulan album Larukuku lengkaaaaaaaaaaaaaaaaap!!!
Happy more than fckn happpppppppppy...
Oye oye oye.
Ahh perjuangan tuh donlotnya.
Biasanya sih kalo untuk album penyanyi/band favoritku lumayan susah buat aku share ahahhaha, norak ya aku, padahal kalo soal donlotan film, aku selalu rela loh berbagi..

Mungkin beda feel-nya kali ya.
Film tertentu yg emang aku freak banget ku idolain, ku ikutin dr awal banget, rela kubagi2...tapi tidak dengan album nyanyi. Hhahhahahah
Kayaknya bakal susah nih kalo ada yg minta album L'arc. Ga bakal aku kasih soalnya..

Ahh blog, kemaren pas di perpus, aku melihat junior 2010 yg kuceritain kemaren itu loh.
Ntah kenapa, aku masih menaruh curiga padanya. Aku juga masih kesel sama dia.
Dan masih curiga juga sama dosbing ku itu.
Yaaaaaaaah, sms itu ternyata emg harus dikirim ke nomer dia yg telkoms*l itu, bukan yang ke im* seperti yg kulakukan kmren.
Tapi, curigaku beralasan smpe skrg.

Jadi blog, kemaren seharian aku di perpus. Niatku emg pengen ke perpus loh...buat donlot film hahahahha

Blog, aku sebenarnya sdg tak enak hati sm mbak icha bali. Dia waktu itu ngesms aku buat ngegosipin soal mbak Jessica SNSD kemaren. Tapi ga kubalas. Dia menanyakan soal nama akun twitterku apa..

Hmm, aku sdg dalam progress 'menghilangkan diri' dari banyak orang.
Aku merasa harus menghilang dari dunia jejaring sosial.
Aku tau aku sociopath. Moodku gampang berubah jika membaca tulisan orang.
Daaaaan, aku harus keluar dari sociopath itu, dan lebih memilih untuk menulis semua subjektifitasanku padamu.

Apa yg kutulis di dalammu, kau tak pernah marah. Karena kau tau, yg namanya subjektifitas akan selalu mengundang pro dan kontra. Dan aku tak suka ada yg menyanggahku, dan biasanya kalo aku menulis subjektifitas, penggunaan kalimatku memang benar2 sangat jujur. Frontal. Aku ga akan menggunkan 'fkcn' ato slang2 amerika yg gimana, aku akan menggunakan kombinasi sarkasme dan sentimen negatif.
Jadi orang tau apa maksud sbnrnya 'subjektifitas' ala aku itu.
Sesuatu yg bagus, akan aku bilang bagus. Akan kutunjukkan apapun yg menunjukkan bhwa aku setuju bahwa 'sesuatu' itu bagus dan bermanfaat, dan mendidik.
Kalo engga, aku akan bilang engga bagus. Jelek, murahan, sampah. Aku harus mengatakan apa. Tapi memang harus yg sesuatu yg menyinggung SARA, menyinggung gender, kalo gada yg berani ngatain, orang kayak gitu, ga akan berhenti. Mereka ga berkaca kalo ucapan mereka salah. Menurutku, tingkah mereka yg minus harus direply dengan ucapan yg frontal. Yah, waktu itu aku pernah bermasalah waktu itu, dan aku memilih mundur karena banyak pembela 'orang itu'.
Ok, mungkin aku takut. Aku takut dicerca. Aku takut dinilai menjadi orang tak baik di media sosial. Dan aku memilih mundur, karena aku juga berpikir tak sepantasnya aku melawan orang bodoh. Aku melawan para pendukungnya. Aku melawan pembelanya. Mereka akan selalu benar, dan karena 'kalimat' ku yg terlalu keras buat otak mereka, aku akan selalu berada di pihak yg salah. Aku dan orang2 sejenisku yg merasa terintimidasi dgn tingkah mereka.

Yaaah terserah, orang bodoh tak akan bisa terlawan. Orang bodoh berawal dr lucu2an bodoh. Orang pintar jg membuat lucu2an tp TIDAK MERENDAHKAN ORANG LAIN, TERUTAMA ORANG YG TIDAK DIA KENAL DENGAN DEKAT. APAPUN ALASANNYA. Itu baru lawakan cerdas. Ngeparodiin teman pun, kalo temennya oke-oke aja, yah terserah aja buat mereka. Kalo temennya ga marah buat dijadiin lawakan, ya oke2 aja. Tapi kan ga semua orang bisa begitu.

Kalo lawakan Anda seputar 'tingkah perempuan', otomatis aku jijik melihatnya. Betapa hinakah tingkah 'perempuan' dimatamu itu, bujangan ga penting? Aku ga tau deh teman2 perempuannya bertingkah seperti itu, seharusnya dia langsung bilang 'teman2 perempuan saya seperti ini. SAYA YAKIN GA SEMUA PEREMPUAN AKAN SEPERTI INI. Yang lain banyak yg baik. Mereka emang keturunan alien ahhahaa'

Apa kek kalimatnya. Aku perempuan. Aku ga seperti itu. Pemilihan kata2 mereka salah. Visualisasi mereka melalui video juga salah. Sangat salah. Wajar aku marah. Wajar aku berontak. Tapi aku juga salah, karena tidak memfilter kata2ku. Tapi melihat 'history' mereka yg 'seenak udel' dan 'sok gaul' menurutku, orang kayak mereka harus ada yg berdiri jadi pengingat mereka. Aku ga akan bilang bhawa aku 'haters' , orang2 kayak mereka terlalu murah untuk punya haters. Aku juga merasa orang2 kayak mereka ga perlu haters, toh sekumpulan orang2 yg POPULER tp INTELIGENSINYA RENDAH. Itu sampah, itu ga guna. Percuma populer, tp tingkahnya menyinggung orang lain. IIhhhhh bagusan tingkahnya mbak Syahrini deh kalo gitu. Walo emang suka lebay, tp dia ga pernah menyinggung orang lain.

Ok, itu masa laluku. Ahh itu yg membuatku harus mundur dr jejaring sosial. Sekarang, berekspresipun sepertinya harus diatur. Tapi untuk kasusku, karakter frontal sepertiku, harusnya 'mengatur' diri terlebih dahulu. Iya kan? Itu dia alasanku mundur dan menghentikan semua akun jejaring sosialku.
Ahh sebenarnya, akun situsku masih aktif, scribd, academia, yah ada sih. Tapi ntar lah, aktifnya kalo emang pas mau ngaplod file aja.

Inti dr tulisan ini, aku mau berhenti dr jejaring sosial. Aku mau belajar mengarang kata2 yg lebih halus lagi untuk menyanggah tingkah2 orang berinteligensi rendah yg kulihat, kudengar, kucium.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar