Hi blog, selamat malam. Selamat Hari Batik Nasional..
Hari ini, moodku tak cukup baik. Hmm, sangat tak baik, honestly.
Idk, mungkin karena aku terlalu mencurigai semua orang.
Aku harusnya bertemu dengan dosbingku hari ini. Salahnya aku waktu itu tak bertanya, akan ada jam berapa di tempat. Tapi, mungkin aku lupa menanyakan hal itu, karena aku kelewat senang, bahwa bukuku sudah selesai, program sudah ada, aku sudah siap sidang.....dan dosbingku mereply smsku dalam waktu yg singkat.
It just....UNBELIEVEABLE!
Bukan aku tak suka, tapi tau kan, bahwa terkadang aku cukup sakit hati dengan diskriminasi dosbingku ini. Tapi yasudahlah, mungkin krn didukung aku malas bimbingan (yaaa itu balik lagi alibinya, mukanya selalu mnunjukkan aura ga rela jadi dosbingku, kepaksa gitu...dan akhirnya buat aku jadi malas bimbingan, dan selalu mikir 'aaah yaudah deh, ditahan2 aja. toh ntar lagi selese..) , jd dia punya alasan yg sama jg buat subjektif ke aku.
Ok, sudahlah.
Aku sudah terlalu senang waktu. Bahkan kelewat senang, krn bapak itu meminta klo bukuku mmg sdg selesai, coba dikirim softcopy-nya via email. Aku sangat berharap dia membaca dan merevisinya, jd mksudnya pas hari kamis (hari ini) aku sdh tau apa yg akan kuperbaiki dr bukuku. Tapi...kurasa dgn kesibukannya, dia tdk akan melakukan hal itu. Dia tdk sempat melakukan itu. Yakin. Aku yakin.
Seharusnya aku sdh tau, Iblis paling bisa menggodaiku dengan 'anxiety disorder' dan 'mood disorder' yg bisa kapanpun di-lured tanpa tau tempat. Dan harusnya aku juga tau gejala2 ini: kalo aku sdh terlalu berbahagia, berekspektasi terlalu bagus-mewah-indah, ngeharapin sesuatu yg indah-bahkan indah yg biasa aja, it wont happen. Yang terjadi selalu kebalikannya. Dan emg hal2 spt itu yg bisa bikin moodku rusak. Dan sekalinya aku merasa ga mood, aku akan terus kepikiran hal itu, selalu gelisah, dan terjadi dalam waktu sangat-sangat-sangat lama. Aku memang terlalu gampang untuk terkena pencobaan.
Menunggu hari kamis, aku memang ga ngapa2in di kost. Ngegame, tidur, paling ngenet. Harus apa lagi yg aku kerjakan? Semua sudah terbayar, semua sudah selesai kukerjakan. Otomatis aku membalas semua perjuanganku sebulan: begadang, sekalinya tidur kayak kebo, TIDAK DIET, TIDAK OLAHRAGA, pokoknya tdk menjalankan hidup sehat. Tapi apakah ini, sesuatu yg dianggap 'mewah' oleh si Iblis kampret? Ga asik banget dah dia ini.
Moodku normal sebelum hari Kamis. Yah mungkin ada sedikit gangguan dr telepon keluarga yg selalu menanyakan: Kapan daftar sidang? Kapan? Kapan? Kapan?
Mentang2 aku selalu menceritakan dan meyakinkan mereka bahwa aku juga pengen sidang oktober, pengen lulus tahun ini, aku sedang berusaha, jangan diingatkan kayak gitu mulu. Aku capek dengernya. Aku merasa diintimidasi. Aku merasa ditekan. Dan aku ga suka ada yg menekanku.
Aku memang kurang ajar. Ga tau diri sama keluargaku.
Tapi aku sangat membanggakan diriku, bahwa walopun karakterku buruk, aku akan selalu memuji pekerjaan orang lain yg benar2 membantuku. Dan aku akan selalu mengingatnya, bahkan aku memberitahukannya kepada orang lain, kebaikan apa yg sudah mereka perbuat. Walo aku memang orangnya TIDAK SABARAN, tapi jika memang ada EFFORT dari orang itu, aku ga masalah menunggu lama. Aku tidak suka sesuatu yg pasti. Aku memang tidak sabaran, tapi aku adalah tipikal org memberi suatu kepastian, jika itu memang-memang-memang penting sekali. Aku tau rasanya menunggu. Aku sering menunggu. Dan orang disekitarku banyak juga yg tidak sabaran. Mungkin mereka tak tau ketulusanku. Memang hati tak ada yg tau.
Aku ingin sidang oktober. Aku ingin lulus secepatnya. Aku ingin..kembali diet, dan kembali ke hidupku yg normal2 saja. Aku ingin memperdalam maen ukulele ku.
Sampailah hari kamis ini, dosbingku kembali dengan moodnya. Mood 'tidak reply sms'. Serius, satu hal yg ga aku suka dr dosen itu gini: PLISLAAAAAH, TOLONG REPLY SMS MAHASISWANYA DONG, PAK/BU!!! SAYA TAU BAPAK/IBU SIBUK, TAPI SESIBUK APAPUN, SEENGAKNYA ADA WAKTU KAN BARANG SEMENIT BUAT NGETIK SMS 'ADA/TIDAK' , JAM XX:XX' , YAAAAH APALAAAAAH BALASANNYA..' BAPAK/IBU JUGA KALO GA SUKA SAMA SAYA, BILANG AJA. LEWAT SMS KEK, LANGSUNG DEPAN MUKA SAYA KEK, SAYA TERIMA BU.....SOALNYA SAYA JUGA AKAN BILANG 'IYA, BAPAK/IBU PUNYA HAK UNTUK GA SUKA SAMA SAYA' ITU MANUSIAWI PAK/BU, SANTEEE AJA SAMA SAYA....'
Hahahah, what a weird excuse. Seandainya aku boleh jawab gitu. Hhahaha
Tadi selama menunggu dosbing, aku ketemu salah satu junior 2010 yg lagi TA2 juga dan dosbingnya samaan kayak aku. Disini disorderku mulai kambuh. Jujur, aku ngantuk, dan aku kesal krn dosbing tak membalas smsku, aku merasa tak pasti, dan datanglah junior ini jg merasa hal yg sama.
Satu yg tak adil, ketika dia membalas sms dosbing itu, dibales. SMS ku tak dibalas.
Aku merasa tak adil. Padahal isi smsku biasa saja.
Tapi lucunya, ini, aku selalu percaya instingku. Aku selalu peka kalo ada orang menyembunyikan sesuatu dibelakangku, berbohong ke aku, sedang tidak mood mendengar ceritaku, sdg tdak ingin melihatku. Aku tau itu. Aku sangat peka untuk itu.
Dan itu yg kupikir ttg junior ini dr tadi. Aku rasa dia mndapat sms dr dosbing tak hanya 'iya saya lagi audit di sini..' , dia seperti membunyikan sms yg lainny dr dosbing itu, soalnya dia cukup rajin memeriksa hapenya.
Dan aku percaya instingku ini. Instingku tak pernah salah. Instingku tak pernah membuatku salah. Instingku selalu tepat jika membaca karakter orang lain.
Mungkin da mndpat sms lain yg mengatakan 'apakah ada mshsiswa lain di sekitarmu? dia perempuan? angkatan 2009? namanya raisa? iya tolong jangan bilang hal ini. Kita masih tetap bs bimbingan. Temui saya disini.'
Mungkin. Itu yg kurasa. Tiba2 saya merasakan hal itu terjadi, ketika dosbing lebih memilih reply sms dia ketimbang smsku, padahal smsku isinya biasa saja. Isinya nanyain dosbing itu ada di ruangan jam berapa. Apakah salah aku mengingatkan ucapan dia di sms wktu itu?
Aku merasa junior ini berbohong pdku.
Tapi anehnya dia ikut terus menunggu sampe jam 2 lebih. Ahhh aku tak tau apa alasannya terus menunggu. Mungkin disuruh berpura sm dosbing itu. Pura2 menunggu, terus setelah dia memastikan aku pulang (dia bilang dia mau mengikut arahku pulang spy bisa memastikan aku pulang, lewat arah mana yg tdk tertengok olehnya) , kemudian dia kembali ke kampus lagi utk bimbingan.
Aku tak tau, tapi itulah instingku. Aku sering berpikiran buruk, tapi lebih baik berpikiran buruk spy aku tau men-setting otakku agar tak terlalu sakit hati krn ekspektasi begitu tinggi thdp manusia.
Manusia memang menyebalkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar