Akhir-akhir ini saya sedang ingin saja menulis.
Saya baru saja pulang setelah mengikuti ibadah perayaan, sekaligus menjadi pengisi acara Paskah di kampus saya. Sooooooo lovely karena kami bisa perform dengan baik.
*tapi tadi Elysabeth bilang kayaknya saya lupa gerakan, and as usual saya ngasih alibi, saya hanya terlambat beberapa milidetik saja. Yuyuyuyuyu... Elysabeth, you know me so well lah ya :)
Merasa keren juga mengenal orang-orang seperti mereka. Terlintas untuk menyesali karakter saya yang kurang begitu cepat akrab dengan orang- dan faktor kesombongan *entah apa yang saya sombongkan, saya juga ga ngerti...* - iri juga kenapa saya baru mengenal mereka sekarang.
Tapi terlebih seharusnya tulisan ini untuk yang Kekasih terbaik saya. Kekasih saya menaruh saya dalam kesempatan yang begitu bagus untuk mempunyai daftar kenalan yang lebih banyak.
Dan saya mulai distorsi mau menuliskan cerita apa .__.
Paskah. Tadi ketika ibadah, saya masih seperti Iblis saja. Kegiatan kekanak-kanakan dan pertanyaan aneh terlontar begitu saja ketika WL menayangkan video tentang Tuhan Yesus yang dicambuk.
Ketika orang melihatnya sebagai iba, saya kemudian memandang otak yang sudah siap mengeluarkan pernyataan yang wajar. Itu kata otak saya loh..otak saya.
Dan distorsi terus berlanjut.
Oke cukuplah, otak saya cukup susah untuk ditelaah bahkan bagi saya pemiliknya sendiri. Otak saya lebih sering melenceng daripada otak normal lainnya. Saya kan mau cerita soal tim menari..
Jadi begini, saya ditawari ikut tim pengisi acara untuk perayaan Paskah. Saya kebagian di drama musikal. Dari sini terlihat bahwa saya sangat sedikit mengenali anak-anak PMK.
Saya yang sombong ternyata seperti ini.Saya tidak bilang setelah ini kami langsung akrab. Otak saya masih butuh waktu untuk mengenali wajah-wajah mereka sekaligus menyimpan memori yang pernah saya alami bersama dengan wajah-wajah itu. Sebagai bukti dokumentasi, saya mau mencoba mengingat mereka: Sonya Koamesa, Sonya Toleng, Monce, Suri "Jiyeon" , Icha-nya Moses, Dedep, Moses, Regina, Olip, Nana, then Raja, Ferry yang jadi Iblis, Enrico yang jadi Tuhan Yesus, kemudian Clay, Coco...kalo ada sebagian nama lagi yang saya tidak ingat, mohon dimaafkan. Pastikan lain kali, saya bisa mengenali Anda lain kesempatan.
Hmm, tugas pemodelan saya belum selesai sama sekali ketika saya masih sibuk menulis ini, dan di luar hujan. Informasi tidak penting: saya tidak terlalu suka hujan. Hujan membuat tanah di depan kost-an saya menjadi becek dan sepatu saya bisa kotor. Dan saya tidak suka sepatu saya kotor.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar