Minggu, 15 Desember 2013

Berpikir...(28)

Saya ga pernah mengatakan ke otak saya kalo saya sedih harus bersama dia. Tidak pernah.
Saya ga pernah mengatakan ke otak saya kalo saya menyesal harus lahir dan berkembang bersama dia. Tidak akan pernah.
Saya ga pernah bilang otak saya bodoh. Saya selalu menyalahkan kemampuan saya untuk mengenal lingkungan saya. Saya butuh waktu setidaknya 3 kali untuk tahu mengapa Tuhan menempatkan saya di skenario semacam ini. Ketika saya tahu, saya paham, saya merelakannya, saya bisa menikmatinya.
Tapi seharusnya Tuhan tau otak seperti ini begitu sensitif jika dia merasa kalah, jika dia merasa terbuang, jika dia merasa dihakimi, jika dia merasa ditinggalkan, jika dia....dan dibalik kata 'luar biasa' , 'sensitif' adalah kata yang mengikuti setelahnya. Begitu banyak hal yang ditakuti oleh otak ini: perbandingan, penolakan, ketidakadilan, ketidaksukaan, munafik, banyak gaya, tertindas, centil, terlalu banyak kosakata yang menunjukkan fakta keterbelakangan saya yang dititipkan Tuhan.

Saya seorang Kristen. Ini hari Minggu, seharusnya saya gereja kan? Iya, seharusnya. Anda tahu, Ibu saya pernah bilang, bahwa cara ibadah di keluarganya seperti sekedar formalitas. Iya Kristen tiap hari minggu tapi tidak di rumah. Anda tahu, saat2 seperti adalah saat2 dimana saya memanfaatkan daya ingat saya terhadap masa lalu- mengingatkan hal-hal yang saya rasa tidak mencerdaskan otak saya.
Ma, sekarang kuyakini ucapanmu benar adanya. Kekhawatiran yang tidak beralasan dan ketakutan tanpa akhir. Saya merasa, kenapa kita harus beribadah ketika hati sedang tidak ingin. Kenapa kita harus memaksakan diri untuk mengunjungi Tuhan. Anda tahu, saat ini, saya merasa seperti.....iya saya harus gereja, saya ingin gereja, saya harus gereja...dan saya harus gereja jadi saya punya percakapan ke Mama saya. Ahh mungkin di blog ini, tokoh Mama saya adalah tokoh antagonis. Iya, sekitar 70%. Pastilah jika ada nominasi Malin Kundang, saya bisa dimasukkan. Atau nominasi 'makhluk Tuhan paling bangsat'...bisa jadi.

Waaah sepertinya saya sedang 'tinggi'. Hari ini udah 3 artikel yang saya tulis.
Sebelumnya lagi2 saya khilaf membuat tweet tidak mengenakkan.
Jika mengenal Tuhan tidak membuat Anda normal, maka donasikanlah semua organ tubuh Anda. Jika mengenal Tuhan tidak menjadikan Anda normal, maka donasikanlah organ tubuh yang Anda rasa memiliki tanggung jawab untuk itu.
Oke. Saya akan selalu bingung dengan perihal pekerjaan tangan Tuhan. Pengakuan suatu pribadi yang kita yakini sebagai Yang Maha Esa-dan tipikal maha lainnya, yang katanya 'sutradara' dunia dan sorga. Hmm, maaf ya Tuhan jika saya jadi anak nakal, tapi serius saya bingung sama dirimu.
Iya saya tahu saya kurang beribadah, iya saya 'manja', iya saya harus mati dulu agar Engkau lebih lega memberikan kebahagiaan untuk keluargaku? Tuhan, Engkau bisa saya katakan si maha adil yang tidak tahu tempat. Keluargaku tidak kaya, dan tidak semua anggota keluargaku memiliki otak yang cerdas. What have you done to my only one brother? You created him, totally looked like my father. But without the braveness, intellegence...sorry to say, You made him 'abnormal' to other. Tuhan tau ga apa yang bisa gue banggain dari sodara2 gue? Ga ada. Ga ada. Puas?! Setelah sekian lama dekat dengan mbak Else, betapa gue menyadari Anda memang tega sekali menempatkan saya pada skenario semacam itu. Her family is nice and perfect, and praise You more than whore can bitching her jackpot coupon. Menurut Anda, saya ga desperate. Berapa kali Anda musti ngebandingin saya? Ok, keluarga gue lo jadikan sederhana aja udah okelah, tapi seengaknya WHY YOU DONT GIVE PROUDNESS FOR MY FAMILY BACKGROUND BOASTING ABOUT?
Saya kira dengan mempersepsikan diri menjadi astronot dimasa depan, Engkau akan memberikan dana untuk membuatnya terkabul, apa?! Engga kan. Hal yang sama Engkau tempatkan ketika saya ingin jadi pelukis.

Tuhan, saya itu bukan pribadi yang baik, tidak pemberani, munafik, rendah diri, dan ya Anda berhasil menciptakan dan membesarkan saya seperti ini. Tuhan, jika saya tidak menguntungkan untuk keluargaku, untuk orang2 di sekitar, untuk negaraku, apalagi buatMu? Kau hanya bikin aku bertahan dengan segala kemaluanku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar